
LINTAS6.com, JEMBER – Di tengah kesibukan dunia perbankan dan aktivitas ekonomi yang padat, semangat kemanusiaan kembali ditunjukkan melalui aksi donor darah yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Jember bekerja sama dengan Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Jember. Kegiatan yang berlangsung di Aula Bank Indonesia Jember pada Rabu, 21 Oktober 2026, berhasil menghimpun 251 kantong darah dari para pendonor yang hadir.
Capaian tersebut menjadi bukti bahwa kepedulian sosial masih tumbuh kuat di tengah masyarakat, khususnya di lingkungan insan perbankan. Melalui setetes darah yang disumbangkan, para pendonor ikut mengambil bagian dalam membantu sesama yang sedang membutuhkan transfusi darah untuk keperluan pengobatan maupun penanganan medis lainnya.
Kegiatan donor darah ini bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Program tersebut telah menjadi kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap dua hingga tiga bulan sekali sebagai bentuk komitmen bersama dalam membantu menjaga ketersediaan stok darah di Kabupaten Jember.
Bagi PMI Kabupaten Jember, konsistensi pelaksanaan donor darah memiliki arti yang sangat penting. Kebutuhan darah tidak pernah berhenti. Setiap hari rumah sakit membutuhkan pasokan darah untuk melayani pasien yang menjalani operasi, korban kecelakaan, ibu melahirkan yang mengalami komplikasi, hingga pasien dengan penyakit tertentu yang membutuhkan transfusi secara berkala.
Karena itu, keberlangsungan aksi donor darah sukarela menjadi salah satu faktor utama dalam menjaga stabilitas stok darah daerah.
Partisipasi Tinggi dari Para Pendonor
Berdasarkan data pelaksanaan kegiatan, jumlah calon pendonor yang hadir mencapai 300 orang. Angka tersebut menunjukkan tingginya antusiasme peserta dalam mendukung kegiatan kemanusiaan.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 251 orang berhasil mendonorkan darahnya setelah dinyatakan memenuhi persyaratan kesehatan yang berlaku.
Sementara itu, 49 calon pendonor belum dapat melakukan donor karena berbagai alasan medis yang ditemukan saat proses pemeriksaan kesehatan sebelum donor.
Meski demikian, jumlah kantong darah yang berhasil dihimpun tetap dinilai sangat baik karena mampu memberikan tambahan stok darah yang signifikan bagi UDD PMI Kabupaten Jember.
Setiap kantong darah yang terkumpul memiliki nilai kemanusiaan yang besar. Satu kantong darah tidak hanya menjadi angka dalam laporan kegiatan, tetapi dapat menjadi harapan bagi pasien yang sedang menjalani perawatan.
Dalam banyak kasus, ketersediaan darah menjadi faktor yang menentukan keberhasilan penanganan medis. Karena itu, kontribusi para pendonor memiliki dampak langsung terhadap keselamatan dan kualitas hidup masyarakat.
Ajakan Memperkuat Budaya Donor Darah
Kepala Bank Indonesia Perwakilan Jember, Iqbal Reza Nugraha, yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Kehormatan PMI Kabupaten Jember, mengajak seluruh karyawan perbankan di Kabupaten Jember untuk terus berpartisipasi aktif dalam kegiatan donor darah rutin.
Menurutnya, keterlibatan berbagai unsur masyarakat, khususnya sektor perbankan, menjadi langkah penting dalam menjaga ketersediaan pasokan darah bagi masyarakat yang membutuhkan.
Ajakan tersebut menunjukkan bahwa donor darah bukan hanya urusan lembaga kemanusiaan atau fasilitas kesehatan semata. Menjaga kecukupan stok darah memerlukan dukungan bersama dari berbagai pihak.
Melalui keterlibatan aktif dunia perbankan, kegiatan donor darah dapat berkembang menjadi gerakan kolektif yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Semakin banyak pihak yang terlibat, semakin besar pula peluang untuk menjaga kecukupan stok darah sepanjang tahun.
Data Menunjukkan Pentingnya Edukasi Kesehatan
Selain menghasilkan 251 kantong darah, kegiatan donor darah kali ini juga memberikan gambaran mengenai kondisi kesehatan masyarakat yang hadir sebagai calon pendonor.
Dari 49 orang yang belum dapat melakukan donor, penyebab terbesar berasal dari kadar hemoglobin (HB) rendah yang dialami oleh 30 orang peserta.
Selain itu, terdapat 17 orang yang ditunda karena riwayat medis lainnya. Dari jumlah tersebut, 14 orang diketahui memiliki tekanan darah tinggi dan dua orang sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu.
Satu orang lainnya memiliki kadar HB tinggi, sedangkan satu calon pendonor harus ditunda karena memiliki riwayat perjalanan yang memerlukan masa tunggu sesuai ketentuan donor darah.
Terdapat pula satu peserta yang belum dapat mendonorkan darah karena kondisi seperti menstruasi, menyusui, atau kurang istirahat.
Data tersebut menunjukkan bahwa donor darah tidak hanya berfungsi sebagai aktivitas kemanusiaan, tetapi juga menjadi sarana edukasi kesehatan. Melalui proses skrining, peserta memperoleh informasi mengenai kondisi kesehatannya sehingga dapat mengambil langkah yang diperlukan untuk menjaga kebugaran tubuh.
Bagi masyarakat, pemeriksaan kesehatan sebelum donor juga dapat menjadi pengingat akan pentingnya menjaga pola hidup sehat, menjaga kadar hemoglobin, mengontrol tekanan darah, serta memenuhi kebutuhan istirahat yang cukup.
Kolaborasi yang Mendukung Pelayanan Kesehatan
Ketua PMI Kabupaten Jember, Zainollah, menyampaikan apresiasi atas konsistensi dan dukungan yang selama ini diberikan oleh Bank Indonesia Perwakilan Jember dalam kegiatan donor darah.
Menurutnya, kemitraan yang terjalin secara berkelanjutan telah memberikan kontribusi nyata dalam menjaga stabilitas stok darah daerah.
“Kolaborasi yang terjalin berkesinambungan ini menjadi pilar penting dalam mengatasi tantangan fluktuasi ketersediaan stok darah di Kabupaten Jember,” ujar Zainollah.
Pernyataan tersebut menggambarkan bahwa keberhasilan menjaga stok darah tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan sinergi antara lembaga kemanusiaan, pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat umum.
Kerja sama yang berlangsung secara konsisten terbukti mampu memberikan hasil nyata, sebagaimana terlihat dari jumlah kantong darah yang berhasil dihimpun dalam kegiatan kali ini.
Kolaborasi seperti ini juga memiliki dampak jangka panjang karena membantu membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya donor darah sukarela.
Setetes Darah, Manfaat untuk Banyak Orang
Donor darah sering kali dipandang sebagai aktivitas sederhana yang hanya membutuhkan waktu beberapa menit. Namun manfaat yang dihasilkan jauh lebih besar dibandingkan waktu yang diberikan oleh pendonor.
Darah yang berhasil dihimpun dapat membantu pasien dengan berbagai kondisi medis. Mulai dari korban kecelakaan yang membutuhkan transfusi segera, pasien yang menjalani tindakan operasi, penderita thalasemia yang membutuhkan transfusi rutin, hingga ibu yang mengalami perdarahan saat melahirkan.
Karena itu, setiap kantong darah sesungguhnya membawa harapan baru bagi mereka yang sedang berjuang untuk pulih.
Di sisi lain, kegiatan donor darah juga memperkuat budaya gotong royong dan solidaritas sosial. Para pendonor mungkin tidak pernah mengetahui siapa penerima darah yang mereka sumbangkan. Namun mereka memahami bahwa bantuan tersebut dapat memberikan manfaat bagi sesama manusia.
Nilai kemanusiaan inilah yang menjadi kekuatan utama gerakan donor darah sukarela.
Menumbuhkan Kepedulian yang Berkelanjutan
Keberhasilan menghimpun 251 kantong darah dalam kegiatan donor darah di Bank Indonesia Jember menjadi bukti bahwa kepedulian sosial masih menjadi nilai yang dijaga bersama.
Melalui kolaborasi yang konsisten, aksi kemanusiaan ini tidak hanya membantu menjaga ketersediaan stok darah daerah, tetapi juga menumbuhkan budaya berbagi di tengah masyarakat.
Ketika kebutuhan darah terus ada setiap hari, semangat para pendonor menjadi pengingat bahwa pertolongan dapat datang dari tindakan sederhana. Setetes darah yang diberikan dengan sukarela dapat menjadi harapan besar bagi orang lain yang sedang membutuhkan.
Penulis: Nur A
