Bekal Jadi Relawan, Puluhan Siswa Belajar Respon Darurat
LINTAS6.com, KEDIRI - Sebanyak 67 peserta PMR Wira SMKN 1 Ngasem mengikuti Wahana Kepalangmerahan sebagai bagian dari rangkaian Penerimaan Anggota Baru (PAB) Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (17/10/2026) tersebut menghadirkan simulasi lapangan yang berisi tiga materi utama, yaitu kesiapsiagaan bencana, pertolongan pertama, dan dapur umum.
Kegiatan ini menjadi lanjutan dari proses pembinaan setelah peserta mengikuti Demos Ekstra, orientasi, dan Pendidikan serta Pelatihan Dasar (DIKLATSAR).
Dalam simulasi tersebut, peserta diajak memahami bagaimana prosedur penanganan situasi darurat dilakukan secara terstruktur. Mereka tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga menjalani skenario lapangan yang dirancang menyerupai kondisi nyata.
Fasilitator PMR, Adi Wahyu Setiawan, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi langkah penting untuk mengembangkan pengetahuan yang sudah diperoleh peserta sebelumnya.
“Wahana Kepalangmerahan ini penting untuk mengembangkan ilmu pengetahuan yang telah didapatkan selama DIKLATSAR kemarin,” ungkapnya.
Materi kesiapsiagaan bencana menitikberatkan pada kemampuan mengenali risiko, memahami prosedur kedaruratan, serta membangun koordinasi saat terjadi bencana.
Sementara itu, materi pertolongan pertama memberikan pengalaman kepada peserta dalam melakukan tindakan awal terhadap korban. Keterampilan ini menjadi salah satu kompetensi dasar yang harus dimiliki anggota PMR karena dapat membantu meminimalkan risiko sebelum korban mendapatkan bantuan medis lanjutan.
Pada sesi dapur umum, peserta belajar memahami dukungan logistik kemanusiaan yang berfungsi memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat terdampak bencana maupun petugas di lapangan.
Dari perspektif pendidikan, ketiga materi tersebut memiliki keterkaitan erat. Penanganan keadaan darurat tidak cukup hanya dilakukan melalui kemampuan medis dasar, tetapi membutuhkan koordinasi, logistik, komunikasi, dan kepemimpinan yang baik.
Kegiatan ini juga memberikan pengalaman belajar berbasis praktik yang berbeda dari pembelajaran di ruang kelas. Peserta didorong untuk mengembangkan kemampuan berpikir cepat, bekerja sama dalam tim, dan mengambil keputusan dalam situasi tertentu.
Melalui pembelajaran lapangan, siswa memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai pelayanan kemanusiaan. Mereka tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mempraktikkan langsung penerapannya.
Setelah tahapan simulasi selesai, rangkaian PAB akan dilanjutkan dengan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) dan Penempuhan Atribut sebagai bagian dari proses pembentukan karakter anggota PMR.
Kegiatan tersebut diharapkan menghasilkan anggota PMR yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kepedulian sosial yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun saat terlibat dalam kegiatan kemanusiaan.
Penulis: Tito
Editor: Redaksi
