Dari Pemeriksaan Kesehatan hingga Sembako, Ini Bantuan untuk Warga Mbakung
LINTAS6.com, MANGGARAI BARAT – Sebanyak 111 warga terdampak gempa bumi di Dusun Genang, Desa Mbakung, Kecamatan Macang Pacar, menerima berbagai layanan kemanusiaan dari PMI Manggarai Barat pada Sabtu (10/10/2026).
Program yang dijalankan tersebut tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan kebutuhan dasar, tetapi juga menghadirkan layanan kesehatan, pembagian obat-obatan gratis, serta program pemulihan hubungan keluarga atau Restoring Family Links (RFL).
Data penerima manfaat menunjukkan bahwa kegiatan ini menjangkau 111 jiwa yang terdampak gempa bumi sejak 15 Agustus 2026. Angka tersebut menggambarkan bahwa kebutuhan dukungan kemanusiaan di wilayah terdampak masih cukup besar meskipun masa tanggap darurat telah berlalu.
Melalui kerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Barat yang diwakili Puskesmas Macang Pacar, PMI menghadirkan layanan kesehatan langsung di lokasi. Warga yang sebelumnya kesulitan mengakses pelayanan kesehatan kini dapat memperoleh pemeriksaan dan pengobatan secara gratis.
Selain layanan kesehatan, PMI juga mendistribusikan bantuan berupa Hygiene Kit, Bedding Kit, Shelter Kit, dan paket sembako.
Bantuan tersebut merupakan hasil kerja sama PMI dengan PT Freeport Indonesia yang difasilitasi Human Initiative (HI). Kolaborasi lintas sektor ini menjadi salah satu contoh sinergi yang mampu memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Sekretaris Desa Mbakung, Yulius Y. Sukardi, mengatakan masyarakat sangat terbantu dengan adanya kegiatan tersebut.
Menurutnya, pelayanan kesehatan yang dilaksanakan PMI menjadi layanan pertama yang diterima warga sejak gempa bumi melanda wilayah mereka hampir dua bulan lalu.
Kondisi ini menunjukkan bahwa daerah dengan akses terbatas membutuhkan perhatian khusus agar proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat.
Kepala Puskesmas Macang Pacar, Yohanes Top, menjelaskan bahwa aspek kesehatan fisik dan psikologis sama pentingnya dalam penanganan pascabencana.
Ia menilai trauma akibat gempa masih dirasakan sebagian masyarakat sehingga diperlukan dukungan berkelanjutan melalui pelayanan kesehatan dan pendampingan.
Bagi masyarakat, manfaat dari kegiatan ini tidak hanya berupa bantuan barang. Kehadiran tenaga kesehatan dan relawan juga memberikan rasa aman serta keyakinan bahwa proses pemulihan terus mendapat perhatian.
Salah satu warga penerima manfaat, Florentinus Lasdin, menyampaikan rasa syukurnya atas kunjungan PMI ke wilayah mereka.
Menurutnya, masyarakat memahami bahwa Desa Mbakung berada cukup jauh dari Labuan Bajo. Karena itu, kehadiran PMI menjadi sesuatu yang sangat berarti bagi warga.
Pendamping Lokal Desa Mbakung, Daniel Darung, menilai kegiatan tersebut berjalan baik berkat dukungan pemerintah desa, masyarakat, dan seluruh unsur yang terlibat.
Sementara itu, Pendamping PMI Pusat, Hidayatul Irwan, menjelaskan bahwa bantuan kemanusiaan yang efektif tidak hanya berorientasi pada distribusi barang, tetapi juga harus memperhatikan aspek kesehatan, perlindungan, dan pemulihan sosial masyarakat.
Karena itu, PMI menghadirkan pendekatan terpadu dengan menggabungkan layanan kesehatan, RFL, edukasi, dan bantuan kebutuhan dasar dalam satu kegiatan.
Desa Mbakung yang berjarak sekitar empat hingga lima jam perjalanan dari Labuan Bajo menjadi salah satu wilayah yang membutuhkan perhatian khusus dalam upaya pemulihan pascabencana.
Meski menghadapi tantangan akses dan transportasi, PMI tetap memastikan pelayanan kemanusiaan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa kolaborasi antara pemerintah, organisasi kemanusiaan, tenaga kesehatan, masyarakat, dan sektor swasta mampu menghasilkan manfaat yang lebih besar dibandingkan bekerja sendiri-sendiri.
Dengan dukungan yang terus berlanjut, masyarakat Desa Mbakung diharapkan dapat pulih secara bertahap dan kembali menjalankan aktivitas kehidupan sehari-hari dengan lebih baik.
Penulis: Fili Agung
Editor: Redaksi
