Ketika Asap Mengepung Permukiman, Layanan Medis Bergerak Tanpa Henti
LINTAS6.com, KOTAWARINGIN BARAT – Layanan kesehatan karhutla menjadi kebutuhan penting ketika kebakaran hutan dan lahan terus meluas di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Menanggapi kondisi tersebut, PMI Kabupaten Kotawaringin Barat memperkuat kesiapsiagaan dengan mengerahkan tenaga kesehatan, ambulans, dukungan medis, hingga pasokan oksigen darurat.
Upaya tersebut dilakukan saat operasi kemanusiaan memasuki tahap ke-5 Status Tanggap Darurat Bencana Karhutla. Tahapan ini menunjukkan bahwa ancaman kebakaran dan dampak asap masih memerlukan perhatian serius dari berbagai pihak.
Kepala Markas PMI Kotawaringin Barat, Ario Tanoto, mengatakan pelayanan kesehatan ditempatkan di kawasan strategis yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap dampak asap.
“Tim pelayanan kesehatan kami telah bersiaga di kawasan TSM Sepingit pada Jalan Poros Pangkalan Bun-Kotawaringin Lama KM 20. Selain itu tim satgas juga beroperasi hingga wilayah pesisir Pantai Sebuai untuk memastikan respons cepat tetap berjalan,” ujarnya.
Seluruh koordinasi kesehatan darurat saat ini dipusatkan di Markas PMI yang difungsikan sebagai Ruang Sehat Bebas Asap. Dari lokasi tersebut, PMI mengatur distribusi personel, layanan kesehatan, serta dukungan kebutuhan medis bagi petugas dan warga.
Data operasional menunjukkan bahwa kebutuhan pelayanan kesehatan meningkat seiring meluasnya dampak kabut asap. Risiko kesehatan tidak hanya dialami masyarakat yang tinggal di wilayah terdampak, tetapi juga petugas yang terlibat dalam pemadaman kebakaran.
Karena itu PMI menempatkan aspek keselamatan sebagai prioritas yang harus dijaga selama operasi berlangsung.
“Prioritas utama kami adalah keselamatan. Kami menyiagakan ambulans, medical support, dan oksigen darurat yang bisa digunakan sewaktu-waktu baik oleh petugas maupun masyarakat,” kata Ario.
Dari perspektif kemanusiaan, kehadiran layanan kesehatan bergerak memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Selain mempercepat penanganan kasus kesehatan akibat asap, layanan tersebut juga memungkinkan deteksi dini terhadap keluhan yang berpotensi berkembang menjadi gangguan serius.
PMI juga memberikan edukasi kepada masyarakat agar selalu menggunakan masker kesehatan, mengurangi aktivitas di luar ruangan, serta segera memeriksakan diri apabila mengalami sesak napas atau gangguan kesehatan lainnya.
Bagi petugas pemadam, dukungan kesehatan memiliki arti yang tidak kalah penting. Mereka bekerja dalam lingkungan yang penuh risiko dengan paparan asap dan kondisi cuaca yang tidak menentu.
Melalui fungsi Safety Officer, PMI melakukan pemantauan kondisi personel lapangan agar tetap mampu menjalankan tugas dengan aman. Pendekatan ini menjadi bagian dari strategi perlindungan menyeluruh yang tidak hanya berfokus pada masyarakat, tetapi juga petugas kemanusiaan.
Ario memastikan PMI akan terus hadir selama status tanggap darurat diberlakukan oleh pemerintah daerah.
“Kami akan terus bertugas selama status tanggap darurat masih berlangsung. PMI tidak akan ditarik mundur sebelum situasi aman bagi masyarakat,” tegasnya.
Hingga Senin (12/10/2026), tim gabungan masih melakukan berbagai upaya mitigasi untuk mengurangi dampak karhutla. Kehadiran layanan medis PMI diharapkan mampu membantu masyarakat menghadapi risiko kesehatan yang muncul selama bencana berlangsung.
Penulis: Nu A.
Editor: Redaksi
%20(1)%20(1)%20(1)%20(1).webp)