Notification

×

Iklan

Iklan

Anak Panti Pascagempa Menunggu Dukungan Pemulihan Trauma

Minggu, 18 Oktober 2026 | Minggu, Oktober 18, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-18T07:52:05Z



LINTAS6.com, MANGGARAI - Pendampingan psikososial anak panti menjadi kebutuhan yang semakin mengemuka setelah bantuan kemanusiaan disalurkan kepada sejumlah panti asuhan terdampak gempa di Kabupaten Manggarai, Flores.

Pada 15 Oktober 2026, PMI Kabupaten Manggarai bersama PMI Pusat mendistribusikan bantuan yang berasal dari Pangdam Siliwangi kepada Panti Asuhan Hanura Lempe dan Yayasan Santu Damian Cancar.

Bantuan yang diberikan mencakup beras, susu, mi instan, minyak goreng, jersey, dan alas tidur. Paket bantuan tersebut ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar anak-anak yang sedang menjalani masa pemulihan pascabencana.

Ketua PMI Kabupaten Manggarai, Hironnymus A. Kaunang, mengatakan bahwa bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen kemanusiaan untuk mendukung kelompok rentan yang terdampak bencana.

Sementara itu, pihak yayasan menyambut baik bantuan tersebut karena memberikan manfaat nyata dalam mendukung keberlangsungan kebutuhan sehari-hari anak-anak panti.

Ketua Yayasan Santu Damian Cancar, Suster Beatrix Sero SSPS, mengungkapkan bahwa perhatian yang diberikan memiliki arti besar bagi anak-anak maupun para pengasuh.

“Kami merasa syukur dan mengucapkan terima kasih yang sangat mendalam karena ada tangan-tangan kasih dan orang baik yang memperhatikan kehidupan anak-anak kami,” ujarnya.

Menurutnya, bantuan kebutuhan pokok memang sangat dibutuhkan. Namun pengalaman yang dialami anak-anak saat gempa terjadi juga menyisakan kebutuhan lain yang tidak kalah penting, yaitu pemulihan psikologis.

Anak-anak membutuhkan ruang aman untuk mengungkapkan perasaan, berbagi pengalaman, dan mendapatkan pendampingan yang dapat membantu mereka kembali merasa tenang.

“Kehadiran PMI bukan soal bantuan yang diberi, tapi sudah memberi cinta kepada anak-anak kami, jadi kami merasa tidak sendiri dalam berjuang untuk anak-anak panti,” tutur Suster Beatrix.

Permintaan layanan psikologis kemudian disampaikan sebagai bagian dari kebutuhan lanjutan yang diharapkan dapat diwujudkan dalam proses pemulihan jangka menengah.

PMI Kabupaten Manggarai menilai kebutuhan tersebut penting dan akan berupaya menghubungkan dengan layanan yang tersedia melalui PMI.

“Kami coba koordinasikan di markas, karena meski kami belum ada dokter psikolog, kebetulan kami punya layanan dukungan psikososial,” kata Hironnymus.

Ia menambahkan bahwa layanan Psychosocial Support Services (PSS) merupakan salah satu pendekatan PMI dalam membantu masyarakat terdampak situasi krisis dan bencana.

Selain membantu mengurangi tekanan psikologis, layanan tersebut juga dapat mendukung pemulihan rasa percaya diri, optimisme, dan kemampuan beradaptasi pascabencana.

Pengalaman di Yayasan Santu Damian Cancar menunjukkan bahwa kebutuhan kemanusiaan tidak hanya berkaitan dengan logistik. Di balik bantuan yang disalurkan, terdapat kebutuhan emosional yang memerlukan perhatian yang sama seriusnya.

Karena itu, pemulihan pascagempa memerlukan keterlibatan berbagai pihak agar anak-anak memperoleh dukungan yang lengkap. Dengan kombinasi bantuan material dan dukungan psikososial, peluang mereka untuk kembali tumbuh dalam lingkungan yang sehat dan aman akan semakin besar.

Penulis: Edho 

Editor: Redaksi
close