HOT NEWS

Evaluasi Respon Gempa Flores, PMI Manggarai Timur Fokus Layanan yang Dibutuhkan Warga

LINTAS6.com, MANGGARAI TIMUR  – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Manggarai Timur menetapkan tujuh layanan prioritas yang akan dijalankan pada masa transisi menuju pemulihan pascagempa bumi Flores. Keputusan tersebut lahir setelah PMI melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan respon tanggap darurat bencana (TDB) yang berlangsung sejak 15 Agustus hingga 26 September 2026.

Evaluasi yang berlangsung di Markas PMI Manggarai Timur, Lehong, Borong, pada 6 Oktober 2026 itu melibatkan pengurus, staf, relawan, pendamping lapangan, serta perwakilan PMI Provinsi Nusa Tenggara Timur. Selain menilai efektivitas layanan selama tanggap darurat, forum tersebut juga memetakan kebutuhan masyarakat pada fase pemulihan.

Langkah ini dinilai penting karena kebutuhan warga setelah bencana tidak lagi sama seperti saat kondisi darurat. Jika pada fase awal fokus utama adalah penyelamatan dan bantuan kebutuhan dasar, maka pada masa transisi perhatian mulai diarahkan pada pemulihan kesehatan, sanitasi, hunian, hingga penguatan ketahanan masyarakat.

Wakil Ketua PMI Manggarai Timur, Konstantinus E. Rada, mengatakan evaluasi menjadi sarana penting untuk mengetahui capaian dan tantangan yang dihadapi selama respon bencana.

Menurutnya, PMI telah menjalankan berbagai layanan mulai dari asesmen, distribusi logistik, aktivasi posko, layanan air bersih dan sanitasi (WASH), dukungan psikososial (PSS), Restoring Family Links (RFL), hingga pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak.

“Semua layanan yang telah dilakukan perlu dievaluasi agar kita mengetahui apa yang sudah berhasil dicapai, kendala yang dihadapi, dan langkah yang perlu diperbaiki ke depan,” ujarnya.

Evaluasi Jadi Dasar Penguatan Kapasitas

Dalam rapat tersebut, pengurus dan relawan juga membahas kapasitas sumber daya manusia yang dimiliki PMI Manggarai Timur. Sekretaris PMI Manggarai Timur, Robertus Alang, menegaskan bahwa setiap pengalaman selama operasi kemanusiaan harus menjadi bahan pembelajaran untuk meningkatkan kualitas layanan.

Ia mengakui belum seluruh relawan memiliki keterampilan yang sama dalam menjalankan berbagai layanan kemanusiaan. Namun, melalui pendekatan pendampingan dan On The Job Training (OJT), relawan mampu beradaptasi dan menjalankan tugas secara optimal.

Selain meningkatkan kemampuan teknis, evaluasi juga bertujuan memastikan aspek keselamatan relawan tetap menjadi perhatian utama selama menjalankan misi kemanusiaan.

“Kita membantu orang lain, tetapi keselamatan diri sendiri juga harus menjadi perhatian. Kapasitas layanan dan SDM perlu dievaluasi agar efektivitas kerja organisasi dapat terus ditingkatkan,” katanya.

Tiga Wilayah Prioritas Pemulihan

Kepala Markas PMI Manggarai Timur, Alfred Tuname, menjelaskan bahwa hasil evaluasi menjadi dasar dalam menyusun strategi masa transisi menuju pemulihan hingga Desember 2026.

Berdasarkan hasil pemetaan, PMI Manggarai Timur menetapkan tiga wilayah prioritas, yakni Kecamatan Lamba Leda Utara, Kecamatan Lamba Leda Selatan, dan Kecamatan Sambi Rampas.

Ketiga wilayah tersebut dipilih berdasarkan tingkat kerusakan, jumlah masyarakat terdampak, serta kebutuhan pemulihan yang masih memerlukan perhatian khusus.

Menurut Alfred, fokus wilayah diperlukan agar keterbatasan sumber daya yang dimiliki organisasi dapat digunakan secara lebih efektif dan tepat sasaran.

“Kita harus menentukan lokasi intervensi yang lebih spesifik dan layanan yang benar-benar dibutuhkan masyarakat pada masa transisi ini,” ujar Alfred.

Tujuh Layanan Utama untuk Warga

Selain menetapkan wilayah sasaran, PMI Manggarai Timur juga menyepakati tujuh layanan prioritas yang akan menjadi fokus program pemulihan.

Ketujuh layanan tersebut meliputi:

  1. WASH (air bersih dan sanitasi)
  2. Pelayanan kesehatan (Yankes)
  3. Dukungan psikososial (PSS)
  4. Promosi kesehatan (Promkes)
  5. Distribusi logistik
  6. Shelter atau hunian sementara
  7. Dapur umum

Aktivasi posko tetap dipertahankan sebagai pusat koordinasi, pengelolaan data, dan informasi terpadu dalam mendukung seluruh layanan tersebut.

Dari sisi manfaat, penetapan layanan prioritas ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara lebih terarah. Ketersediaan air bersih dan sanitasi misalnya, berperan penting mencegah munculnya penyakit pascabencana. Begitu juga layanan psikososial yang membantu masyarakat mengurangi dampak trauma akibat gempa.

Sementara penyediaan shelter dan dapur umum menjadi bagian dari upaya memenuhi kebutuhan dasar kelompok rentan yang masih mengalami kesulitan dalam proses pemulihan.

Perbaikan Pelaporan Jadi Perhatian

Koordinator Posko PMI Manggarai Timur, Ori Bomo, menekankan pentingnya administrasi dan pelaporan dalam setiap layanan kemanusiaan. Menurutnya, selama masa tanggap darurat sebagian petugas masih lebih fokus pada pelayanan sehingga dokumentasi kegiatan belum berjalan optimal.

Padahal data yang diperbarui secara berkala sangat dibutuhkan untuk mendukung pengambilan kebijakan dan koordinasi dengan PMI Provinsi maupun PMI Pusat.

Karena itu, setiap koordinator layanan didorong untuk memperkuat sistem pelaporan, memperbarui data secara real time, serta memastikan dokumen kegiatan tersusun dengan baik.

Fokus pada Layanan Berdampak Nyata

Perwakilan PMI Provinsi NTT, Adrian Jeharun, memberikan apresiasi atas dedikasi relawan PMI Manggarai Timur yang bekerja di tengah keterbatasan kapasitas dan medan yang cukup berat.

Menurutnya, masa transisi pemulihan harus menjadi momentum untuk menghadirkan layanan yang lebih terfokus dan memberikan dampak yang nyata bagi masyarakat.

Dengan pemetaan wilayah prioritas dan penentuan layanan utama, PMI Manggarai Timur diharapkan tidak hanya menjangkau masyarakat terdampak, tetapi juga mampu mempercepat proses pemulihan sosial, kesehatan, dan kesejahteraan warga pascagempa.

Lebih dari itu, evaluasi tersebut menunjukkan bahwa organisasi kemanusiaan tidak hanya dituntut cepat dalam merespons bencana, tetapi juga mampu belajar dari pengalaman untuk meningkatkan kualitas pelayanan secara berkelanjutan. Itulah yang menjadi modal utama PMI Manggarai Timur dalam mengawal pemulihan masyarakat Flores setelah bencana.

Penulis: Adrian Jr.
Editor: Redaksi
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image