HOT NEWS

Tausiyah KH Zainal Arifin Ma'shum di Haul Syekh Abdul Qodir Demak


lintas6.com, DEMAK – Pengasuh Pondok Pesantren Fathul Huda, KH Zainal Arifin Ma'shum, menjabarkan secara mendalam tentang 5 Sifat Wali dari Karakter Masa Kecil yang patut diteladani oleh masyarakat luas. Penjelasan tersebut disampaikan saat dirinya memberikan Mauidhoh Hasanah dalam acara Haul Syekh Abdul Qodir Al-Jailani yang bertempat di Pendopo Kabupaten Demak, Jumat malam (2/10/2026). Tausiyah edukatif ini memberikan perspektif baru bagi ratusan jemaah mengenai konsep kesalehan beragama.
Sifat pertama yang melekat pada karakter masa kecil seorang kekasih Allah adalah kemampuan menjaga kemurnian hati secara total. Anak-anak dikenal tidak memiliki tabiat menyimpan dendam, rasa benci, ataupun penyakit hati berupa iri dengki kepada sesama manusia. Perspektif ini memberikan manfaat edukasi spiritual yang sangat besar bagi orang dewasa, di mana kebersihan hati merupakan fondasi utama dalam menciptakan tatanan hubungan sosial yang harmonis dan bebas dari gesekan egoisme pribadi di kehidupan sehari-hari.
Sifat kedua adalah ketawakalan yang mutlak dalam urusan pembagian rezeki dari Allah SWT. Karakter masa kecil menunjukkan kepasrahan yang alami tanpa rasa khawatir berlebih, karena mereka meyakini sepenuhnya bahwa Allah SWT telah memberikan jaminan rezeki yang adil untuk setiap hamba yang bergerak di muka bumi. Manfaat dari penanaman sifat ini adalah melatih mentalitas manusia dewasa agar tidak terjebak dalam kecemasan finansial yang destruktif, melainkan tetap bekerja keras diiringi kepasrahan batin yang tinggi.
Sifat ketiga berkaitan dengan pola hubungan manusia terhadap materi, yaitu tidak memiliki keterikatan berlebihan terhadap harta benda keduniawian maupun jabatan struktural. Kehidupan dunia beserta segala pernak-pernik kemewahannya tidak sepatutnya membuat seorang mukmin menjadi rakus, haus akan popularitas, ataupun gila kekuasaan. Melalui penjelasan poin ini, KH Zainal Arifin mendidik para jemaah untuk memandang dunia hanya sebagai sarana ibadah jangka pendek, bukan tujuan akhir yang harus dikejar dengan menghalalkan segala cara.
Dalam penyampaian ceramahnya secara lisan di hadapan mimbar, KH Zainal Arifin Ma'shum merangkum dua poin akhlak krusial terakhir yang menutup pemaparan kelima sifat wali tersebut.
"Keempat, memiliki kepolosan dan kejujuran dalam perilaku tanpa kepura-puraan. Kelima, mempunyai hati yang lembut, mudah tersentuh oleh ayat-ayat Allah SWT serta memiliki rasa takut dan rindu kepada Sang Pencipta," bebernya.
Karakter tersebut memunculkan kombinasi rasa takut sekaligus kerinduan yang mendalam kepada Sang Pencipta, yang menjadi modal utama dalam meningkatkan kualitas ketakwaan seorang hamba di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks. Dengan memahami kelima unsur karakter dasar wali ini, jemaah diharapkan bisa menerapkannya dalam kehidupan sosial bermasyarakat.
Penulis: A. Delano
Editor: Redaksi
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image