Sinergi PMI dan Universitas Borobudur: Upaya Bersama dalam Penanganan Bencana di Sumbar
0 menit baca
Langkah ini menunjukkan betapa krusialnya kolaborasi berbagai pihak untuk memberikan kontribusi terbaik dalam membantu masyarakat terdampak bencana.
Ahmad Jais, Koordinator Pos Lapangan PMI di Toboh, Malalak, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pihak Universitas Borobudur.
Dalam keterangannya, Jais menekankan bahwa PMI terus menjalin hubungan dengan berbagai instansi tanpa batasan apapun untuk mencapai tujuan kemanusiaan yang lebih besar.
Ia mengapresiasi kolaborasi Universitas Borobudur, yang bergerak cepat dan efisien dalam upaya penanganan bencana ini.
Partisipasi akut dari perguruan tinggi ini menjadi cermin bahwa pendidikan tinggi tidak hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga memiliki peran bagi masyarakat.
"Kami sampaikan terima kasih kepada kawan-kawan dari Universitas Borobudur Jakarta Timur yang telah bergerak bersama dan turun membantu masyarakat pasca bencana di beberapa pelayanan,” kata Jais.
Tidak hanya terhenti pada ucapan terima kasih, Ahmad Jais juga menyoroti kemitraan strategis yang dibentuk bersama Universitas Borobudur sebagai model kolaborasi institusi pendidikan dengan organisasi kemanusiaan. Universitas Borobudur, menurutnya, telah menunjukkan kepedulian mendalam terhadap situasi darurat dengan memobilisasi sumber dayanya, baik manusia maupun materi.
Dari pihak Universitas Borobudur, Asep Faturohman yang juga turut hadir di lokasi bencana menyatakan bahwa tim relawannya terdiri dari sepuluh mahasiswa yang berasal dari berbagai fakultas.
Keikutsertaan fakultas kesehatan, psikologi, teknik, petanian, komputer, dan hukum dalam misi ini menandakan pendekatan multidisiplin dalam penanganan bencana sekaligus memberikan pengalaman langsung yang sangat berharga bagi para mahasiswa.
“Kami dijadwalkan berada di Sumatera Barat selama sepuluh hari dengan menjangkau beberapa titik sekaligus mendistribusikan bantuan hasil donasi yang kami himpun dari berbagai pihak,” jelas Asep.
Bantuan yang disalurkan oleh Universitas Borobudur sangat beragam dan mencakup kebutuhan dasar hingga psikologis, mulai dari perlengkapan dan seragam sekolah, selimut serta bantal, paket beras, karpet, hingga cat masjid. Ini menunjukkan bahwa selain memenuhi kebutuhan fisik, mereka juga perhatian pada aspek sosial dan emosional masyarakat terdampak.
Asep menilai, keterlibatan ini tidak hanya membantu masyarakat, tetapi juga memberikan nilai-nilai penting tentang kemanusiaan dan kerja tim kepada para mahasiswa.
“Kami berharap, meski tak seberapa, momentum ini sekaligus sebagai upaya memberikan nilai-nilai kemanusiaan dan kebersamaan bagi mahasiswa,” tegasnya.
Inisiatif seperti yang dilakukan oleh PMI dan Universitas Borobudur ini harus menjadi teladan bagi instansi lain untuk tidak segan berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan. Sebagai upaya untuk menjaga komunikasi dan layanan, PMI membuka akses layanan hotline atau WhatsApp di wilayah Sumatera Barat melalui nomor 0813 5617 0153. Hal ini diharapkan dapat menjadi jembatan antara PMI dan masyarakat untuk saling memberikan masukan, saran, maupun kritik yang membangun guna meningkatkan kualitas layanan kemanusiaan.
Penulis: Nur A.
Editor: Redaksi
