PMI Aceh Utara Terus Gerak Atasi Krisis Air Bersih Pascabanjir Bandang
0 menit baca
lintas6.com, Aceh Utara - Bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Aceh Utara telah menimbulkan kerusakan besar dan membuat ribuan warga kehilangan akses terhadap kebutuhan dasar, terutama air bersih. Dalam situasi darurat ini, Palang Merah Indonesia (PMI) Aceh Utara mengambil peran vital dengan memastikan pasokan air bersih terus mengalir ke masyarakat terdampak.
Menurut Achmad Yani, Kepala Divisi Penanggulangan Bencana PMI Aceh Utara, setiap hari timnya mendistribusikan rata-rata 30 ribu liter air bersih ke berbagai desa yang terkena dampak banjir. Proses distribusi ini merupakan hasil kerja sama erat antara tim WASH (Water, Sanitation, and Hygiene) PMI dengan berbagai instansi terkait.
“Setiap hari, enam relawan bekerja tanpa henti, menargetkan sekitar enam desa di satu kecamatan,” jelas Achmad Yani.
PMI Aceh Utara mengerahkan tiga unit tangki air untuk mendukung kegiatan ini. Dua tangki diprioritaskan untuk menyediakan air bersih bagi warga yang tinggal di tempat pengungsian, sementara satu tangki lainnya digunakan untuk membersihkan fasilitas umum yang terdampak banjir.
Distribusi air bersih tidak hanya terpaku di Kecamatan Langkahan, tetapi juga menjangkau kecamatan lain seperti Baktiya, Baktiya Barat, Samudera, Lapang, Dewantara, Muara Batu, dan Sawang. Hingga Senin, 26 Januari 2026, PMI telah menyalurkan air bersih ke 41 desa di delapan kecamatan tersebut.
Dalam beberapa kasus, ketika tangki air tidak dapat menjangkau desa-desa yang terpencil, PMI menyediakan alat penjernih air elektrik agar warga tetap mendapatkan air bersih yang aman untuk dikonsumsi. Hal ini dilakukan di beberapa kecamatan seperti Sawang dan Baktiya.
Tantangan berat dihadapi tim relawan, mulai dari jarak tempuh yang jauh, medan sulit, hingga cuaca yang tidak menentu. Namun, semangat para relawan tetap tinggi.
“Relawan berangkat pagi dan pulang petang demi memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat,” kata Achmad Yani.
Warga yang menerima bantuan juga sangat mengapresiasi kehadiran PMI. Nurbayami, warga Desa Alue Krak Kayee, Kecamatan Langkahan, menyampaikan rasa syukurnya,
“Kami sangat bersyukur atas bantuan air bersih yang diberikan. Bantuan PMI selalu dinanti oleh warga.”
PMI Aceh Utara berkomitmen untuk terus membantu masyarakat hingga kondisi kembali normal. Dedikasi para relawan menjadi bukti nyata tanggung jawab kemanusiaan dalam menghadapi bencana kapanpun dan dimanapun.
Dengan dukungan berbagai pihak, PMI optimis dapat terus memenuhi kebutuhan air bersih warga terdampak banjir bandang, memastikan mereka tetap sehat dan selamat di tengah masa sulit ini.
Penulis: Nur A.
Editor: Redaksi
