Bustami: Dari Keterpurukan Menuju Harapan - lintas6
HOT NEWS

Bustami: Dari Keterpurukan Menuju Harapan



lintas6.com, Aceh Timur - Bencana alam merupakan cobaan yang sering kali datang tanpa diduga, menguji ketabahan jiwa dan kolektivitas sebuah komunitas. Dalam kondisi yang menantang ini, terpencil di Dusun Kesehatan Desa Lhok Dalam, Kecamatan Perlak, Aceh Timur, muncul sebuah kisah inspiratif dari seorang pria bernama Bustami, yang mengubah derita menjadi kekuatan untuk memberi harapan bagi orang-orang di sekelilingnya.

Pada akhir November 2025, saat hujan lebat mengguyur Aceh Timur hingga menembus batas waktu malam dan melewati fajar baru, bahaya mulai mengintai. Sungai yang meluap telah menjadikan desa Bustami lautan air yang mengancam kehidupan. 

Situasi itu membuat Bustami, pria paruh baya berusia 43 tahun yang juga menjabat sebagai wakil ketua bidang relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Aceh Timur, terdorong untuk mengambil tindakan cepat dan tepat.


 "Walau kami disarankan tetap di rumah, saya merasa keadaan sudah sangat berbahaya. Saya harus memastikan keselamatan keluarga dan tetangga," tegasnya dalam suasana genting tersebut.

Ketika kegelapan malam menyelimuti, dengan air sudah setinggi dada dan dingin yang menggigit, Bustami berjuang melawan arus. 

Ia mengimprovisasi tali jemuran menjadi jembatan penyelamat menuju tempat aman, menghubungkan tiang listrik dan pagar rumah tetangga.

 Berkat inisiatif cerdas ini, 57 nyawa, termasuk ibu hamil dan anak-anak, berhasil dievakuasi ke tempat yang lebih aman, membuktikan kekompakan dalam menjalani musibah.

Seiring fajar menyingsing, tantangan baru muncul dalam bentuk perut yang lapar dan keterbatasan logistik. 

Menolak menyerah pada keadaan, Bustami membelah derasnya arus menuju kota Perlak untuk mencari pasokan sembako. 

"Saya tahu kami butuh makanan dan air bersih. Saya harus terus berusaha walau lelah," kenangnya, menjelaskan tekad baja yang mengantarnya hingga ke pantai untuk mendapatkan pangan setelah perjuangan panjang.

Bustami tidak hanya berhenti sebagai penyelamat, ia juga berperan penting dalam proses pemulihan. 

Bersama relawan PMI lainnya, ia bergerak untuk membersihkan rumah dan memperbaiki kerusakan, termasuk mendirikan posko darurat yang menjadi simbol solidaritas dan awal dari harapan baru.

Melihat kembali peristiwa tersebut, Bustami menggugah kesadaran akan pentingnya kesiapsiagaan.

 "Bencana ini bukan hanya ujian, tapi pelajaran berharga. Jangan pernah menyepelekan bahaya. Saat bencana datang, bertindaklah cepat untuk menyelamatkan diri dan barang berharga," pesannya menghunjam penuh makna dan harapan, menekankan pentingnya tanggung jawab dan kesiapan sejak dini.

Kisah Bustami mengingatkan kita akan nilai keberanian dan kepedulian, menciptakan gelombang inspirasi yang mendorong kita untuk bangkit bersama, menghadapi tantangan dengan solidaritas dan antisipasi yang bijak. 

Dalam setiap kesulitan, selalu ada pelajaran dan peluang untuk membangun harapan baru, menjadikan keterpurukan sebagai jembatan menuju kehidupan yang lebih baik.

Penulis: Nur A.  
Editor: Redaksi
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image