Bantuan Kemanusiaan PMI Pusat Tiba di Sumatera
0 menit baca
lintas6.com, Medan – Di tengah situasi darurat bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah Sumatera, gelombang solidaritas kemanusiaan mengalir deras melalui bantuan yang disalurkan oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat. Bantuan tersebut tiba di Pelabuhan Belawan pada Kamis dini hari menggunakan kapal Kalla Line milik Ketua Umum PMI, H.M. Jusuf Kalla.
Setelah kapal merapat, proses pembongkaran bantuan berlangsung cepat dan efisien, menandai dimulainya distribusi ratusan ton bantuan untuk masyarakat terdampak bencana. Bantuan diterima langsung oleh Wakil Ketua PMI Sumatera Utara, Dr. H. Sakhyan Asmara, MSP, bersama Wakil Ketua Bidang Penanggulangan Bencana, Prof. Dr. Bahdin Nur Tanjung, yang memimpin koordinasi lapangan.
Rangkaian bantuan yang tiba sangat beragam, mencakup kebutuhan dasar dan peralatan khusus seperti 2.000 unit kompor beserta regulator, 10.000 lembar sarung, 1.000 lembar kaos, beras, mie instan, roti, pampers, susu UHT, air mineral, dan ikan kaleng. Untuk mendukung kebutuhan air bersih, dikirimkan pula 13 unit truk tangki air serta 500 Family Kit sebagai respons cepat bagi penyintas.
Distribusi bantuan akan menjangkau wilayah terdampak seperti Tapanuli Tengah, Sibolga, Tapanuli Selatan, Padang Sidempuan, Mandailing Natal, Langkat, dan Kota Medan. Selain itu, distribusi juga menyasar wilayah penyangga logistik PMI Sumatera Utara seperti Pelabuhan Batu Bara, Deli Serdang, dan Binjai.
Pendistribusian air bersih menjadi prioritas utama dengan pengiriman truk tangki ke beberapa daerah yang aksesnya terganggu akibat lumpur, termasuk Tapanuli Tengah, Sibolga, Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, dan Langkat.
Seluruh proses distribusi berlangsung hingga menjelang subuh dengan dukungan ratusan relawan yang bekerja tertib di bawah komando Sakhyan Asmara dan Prof. Bahdin Nur Tanjung. Operasional PT Indonesia Kendaraan Terminal Satelit Belawan serta perwakilan PMI Pusat turut membantu kelancaran kegiatan ini.
Dr. H. Sakhyan Asmara menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan hasil donasi dari berbagai pihak yang secara sukarela memberikan dukungan bagi korban bencana di Sumut, Sumbar, dan Aceh. Meski PMI Sumut tidak menerima dana hibah dari Pemprov Sumut tahun ini, semangat dan dedikasi dalam membantu tidak pernah surut.
Markas PMI Sumut di Medan terus beroperasi tanpa henti, dengan pengurus, staf, dan relawan yang memastikan bantuan sampai langsung ke lokasi yang membutuhkan. Keberhasilan distribusi ini merupakan hasil koordinasi lintas daerah yang baik sehingga penanganan bencana berjalan lancar.
Prof. Bahdin Nur Tanjung berharap bantuan cepat sampai ke tangan masyarakat yang membutuhkan.
Setelah menyelesaikan pembongkaran bantuan di Sumatera Utara, kapal Kalla Line melanjutkan perjalanan ke Provinsi Aceh dan Sumatera Barat untuk menyalurkan lebih banyak bantuan kemanusiaan. Langkah ini mencerminkan semangat kemanusiaan yang terus berlanjut, memastikan korban bencana tidak merasa sendiri dalam menghadapi kesulitan.
Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat dan mempercepat proses pemulihan di wilayah terdampak bencana.
Setelah kapal merapat, proses pembongkaran bantuan berlangsung cepat dan efisien, menandai dimulainya distribusi ratusan ton bantuan untuk masyarakat terdampak bencana. Bantuan diterima langsung oleh Wakil Ketua PMI Sumatera Utara, Dr. H. Sakhyan Asmara, MSP, bersama Wakil Ketua Bidang Penanggulangan Bencana, Prof. Dr. Bahdin Nur Tanjung, yang memimpin koordinasi lapangan.
Rangkaian bantuan yang tiba sangat beragam, mencakup kebutuhan dasar dan peralatan khusus seperti 2.000 unit kompor beserta regulator, 10.000 lembar sarung, 1.000 lembar kaos, beras, mie instan, roti, pampers, susu UHT, air mineral, dan ikan kaleng. Untuk mendukung kebutuhan air bersih, dikirimkan pula 13 unit truk tangki air serta 500 Family Kit sebagai respons cepat bagi penyintas.
Distribusi bantuan akan menjangkau wilayah terdampak seperti Tapanuli Tengah, Sibolga, Tapanuli Selatan, Padang Sidempuan, Mandailing Natal, Langkat, dan Kota Medan. Selain itu, distribusi juga menyasar wilayah penyangga logistik PMI Sumatera Utara seperti Pelabuhan Batu Bara, Deli Serdang, dan Binjai.
Pendistribusian air bersih menjadi prioritas utama dengan pengiriman truk tangki ke beberapa daerah yang aksesnya terganggu akibat lumpur, termasuk Tapanuli Tengah, Sibolga, Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, dan Langkat.
Seluruh proses distribusi berlangsung hingga menjelang subuh dengan dukungan ratusan relawan yang bekerja tertib di bawah komando Sakhyan Asmara dan Prof. Bahdin Nur Tanjung. Operasional PT Indonesia Kendaraan Terminal Satelit Belawan serta perwakilan PMI Pusat turut membantu kelancaran kegiatan ini.
Dr. H. Sakhyan Asmara menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan hasil donasi dari berbagai pihak yang secara sukarela memberikan dukungan bagi korban bencana di Sumut, Sumbar, dan Aceh. Meski PMI Sumut tidak menerima dana hibah dari Pemprov Sumut tahun ini, semangat dan dedikasi dalam membantu tidak pernah surut.
“Ketua PMI Sumut bahkan banyak menggunakan dana pribadi agar operasional tanggap darurat bencana tetap dapat berjalan,” ujar Sakhyan.
Markas PMI Sumut di Medan terus beroperasi tanpa henti, dengan pengurus, staf, dan relawan yang memastikan bantuan sampai langsung ke lokasi yang membutuhkan. Keberhasilan distribusi ini merupakan hasil koordinasi lintas daerah yang baik sehingga penanganan bencana berjalan lancar.
Prof. Bahdin Nur Tanjung berharap bantuan cepat sampai ke tangan masyarakat yang membutuhkan.
"Semoga distribusi ini dimudahkan dan seluruh bantuan dapat segera dirasakan manfaatnya oleh mereka yang terdampak banjir dan longsor di Sumatera."
Setelah menyelesaikan pembongkaran bantuan di Sumatera Utara, kapal Kalla Line melanjutkan perjalanan ke Provinsi Aceh dan Sumatera Barat untuk menyalurkan lebih banyak bantuan kemanusiaan. Langkah ini mencerminkan semangat kemanusiaan yang terus berlanjut, memastikan korban bencana tidak merasa sendiri dalam menghadapi kesulitan.
Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat dan mempercepat proses pemulihan di wilayah terdampak bencana.
Penulis: Nur A.
Editor: Redaksi
