Notification

×

Iklan

Iklan

Kebersihan Penting! PMI Berikan Edukasi PHBS untuk Penyintas Semeru

26 November 2025 | November 26, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-11-26T22:55:28Z
PMI Berikan Edukasi PHBS untuk Penyintas Semeru


lintas6.com, Lumajang - Dalam upaya untuk mengurangi dampak kesehatan pascabencana yang menimpa masyarakat Lumajang akibat erupsi Gunung Semeru, Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Lumajang bekerja sama dengan berbagai pihak terus berkomitmen memberikan edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) kepada para penyintas di wilayah tersebut. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat akan pentingnya kebersihan diri guna mencegah penyebaran penyakit menular di tengah situasi darurat.

Kegiatan yang berlangsung pada Rabu, 26 November 2025, di Sekolah Darurat SDN 2 Supiturang ini dihadiri oleh siswa-siswi yang menjadi bagian dari komunitas pengungsian di Kecamatan Pronojiwo. 

PMI menggelar sesi edukasi yang berfokus pada praktik kebersihan diri yang esensial dalam kondisi pascabencana. Dalam acara ini, PMI menggandeng elemen TNI dan MDMC untuk memfasilitasi jalannya kegiatan serta memastikan bahwa informasi tersebut dapat tersampaikan dengan baik kepada para peserta.

Ketua PMI Lumajang, H. Budi Santoso, SH, MSI, menyampaikan bahwa kebersihan diri merupakan aspek vital dalam pemulihan pascabencana dan mencegah masalah kesehatan lebih lanjut di kalangan penyintas. 

"Edukasi kesehatan seperti ini sangat penting bagi masyarakat yang tinggal di daerah terdampak. Dengan pemahaman dan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat, kita bisa meminimalisir risiko penyakit menular, seperti diare dan infeksi kulit, yang sering muncul setelah bencana," ujar Budi Santoso.

Dalam pelaksanaannya, tim relawan PMI memberikan pelatihan kepada siswa mengenai cara mencuci tangan dengan benar menggunakan sabun dan air bersih, pentingnya mandi teratur meskipun fasilitas terbatas, dan manajemen kebersihan menstruasi untuk para siswi. Semua ini diharapkan dapat menjadi pertahanan utama dalam melawan penyebaran penyakit yang kerap kali mengintai di tempat-tempat pengungsian.

Tidak hanya itu, PMI juga memastikan ketersediaan fasilitas air bersih dan tempat sanitasi sementara guna memastikan akses kebersihan bagi semua penyintas.

Meski kegiatan berlangsung dengan lancar, sempat terjadi insiden yang sedikit mengganggu jalannya program, yaitu pertengkaran antar murid yang menyebabkan trauma pada salah satu siswa. Berkat respons cepat dari tim medis PMI, insiden tersebut dapat segera tertangani dan siswa yang terdampak mendapatkan bantuan psikologis. Setelah situasi terkendali, kegiatan dilanjutkan tanpa hambatan lebih lanjut.

Kolaborasi apik antara PMI, TNI, MDMC, serta dukungan penuh dari pihak sekolah dan instansi terkait menjadi bukti kuatnya sinergi yang terbentuk dalam menghadapi tantangan kesehatan pascabencana. Sinergi ini diharapkan dapat menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi komunitas penyintas.

PMI Lumajang bertekad untuk konsisten melanjutkan program edukasi dan promosi kesehatan serupa di wilayah-wilayah terdampak lainnya. Dengan harapan, inisiatif ini akan memperkuat daya tahan masyarakat dan membangun lingkungan yang lebih sehat bagi para penyintas, sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat menghadapi tantangan pascabencana yang mungkin muncul di masa depan.

Penulis: Nur A. 
Editor: Redaksi
close