lintas6.com, Aceh Besar - Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat melakukan pengecekan langsung ke gudang logistik PMI Provinsi Aceh Jumat (09/01/2026) sebagai bagian dari persiapan penerimaan bantuan kemanusiaan tahap kedua yang dijadwalkan tiba pagi ini di gnffg.
Kegiatan ini bertujuan memastikan manajemen logistik berjalan efisien dan bantuan dapat segera didistribusikan ke masyarakat terdampak bencana di Aceh dan wilayah Sumatera lainnya.
Rafik Ansori dari PMI Pusat menjelaskan, selain meninjau lokasi gudang, pihaknya juga membantu memisahkan stok buffer sebelum kejadian dengan barang-barang bantuan yang baru datang. Langkah ini penting agar pengelolaan logistik lebih terorganisir dan memudahkan proses pendistribusian.
Pemisahan barang-barang ini diharapkan menghindari kekacauan saat distribusi dan mempercepat bantuan sampai ke tangan korban bencana.
Sementara itu, Surya Candra Nasution, Kepala Markas PMI Provinsi Aceh, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan pembersihan dan penataan gudang logistik agar tempat penyimpanan barang bantuan memadai dan proses penerimaan berjalan lancar.
Setelah barang bantuan tiba dan tersimpan rapi, PMI Provinsi Aceh akan segera mendistribusikan bantuan ke kabupaten dan kota terdampak bencana dengan fokus utama memastikan bantuan cepat sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.
PMI juga mengapresiasi dukungan besar dari masyarakat Indonesia yang terus memberikan perhatian dan bantuan untuk meringankan beban korban bencana di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.
Dengan koordinasi intensif antara PMI Pusat dan PMI Provinsi Aceh, harapan besar tertuju pada kelancaran distribusi bantuan kemanusiaan tahap kedua yang akan memberikan bantuan nyata bagi masyarakat terdampak bencana.
PMI tetap berkomitmen hadir sebagai garda terdepan dalam penanganan bencana dan bantuan kemanusiaan di Indonesia.
Rafik Ansori dari PMI Pusat menjelaskan, selain meninjau lokasi gudang, pihaknya juga membantu memisahkan stok buffer sebelum kejadian dengan barang-barang bantuan yang baru datang. Langkah ini penting agar pengelolaan logistik lebih terorganisir dan memudahkan proses pendistribusian.
“Kami sudah meninjau lokasi gudang dan membantu memisahkan stok buffer sebelum kejadian dengan barang-barang bantuan yang baru datang. Hal ini penting agar manajemen logistik berjalan efisien dan terorganisir,” ujar Rafik.
Pemisahan barang-barang ini diharapkan menghindari kekacauan saat distribusi dan mempercepat bantuan sampai ke tangan korban bencana.
Sementara itu, Surya Candra Nasution, Kepala Markas PMI Provinsi Aceh, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan pembersihan dan penataan gudang logistik agar tempat penyimpanan barang bantuan memadai dan proses penerimaan berjalan lancar.
“Alhamdulillah, dari sisi kebersihan dan penataan sudah kami lakukan hari ini. Bantuan ini merupakan bantuan kemanusiaan kedua yang datang malam ini, dan kami sudah menyiapkan tempat yang memadai agar proses penerimaan barang berjalan lancar,” ujar Surya.
Setelah barang bantuan tiba dan tersimpan rapi, PMI Provinsi Aceh akan segera mendistribusikan bantuan ke kabupaten dan kota terdampak bencana dengan fokus utama memastikan bantuan cepat sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Kami fokus untuk memastikan barang-barang ini tersimpan dengan rapi dan siap didistribusikan kepada masyarakat ke Kabupaten/Kota terdampak bencana yang membutuhkan,” tambah Surya.
PMI juga mengapresiasi dukungan besar dari masyarakat Indonesia yang terus memberikan perhatian dan bantuan untuk meringankan beban korban bencana di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.
“Terima kasih kepada masyarakat Indonesia atas dukungan dan bantuan yang terus mengalir. Ini sangat berarti bagi kami di lapangan,” ungkap Surya penuh rasa syukur.
Dengan koordinasi intensif antara PMI Pusat dan PMI Provinsi Aceh, harapan besar tertuju pada kelancaran distribusi bantuan kemanusiaan tahap kedua yang akan memberikan bantuan nyata bagi masyarakat terdampak bencana.
PMI tetap berkomitmen hadir sebagai garda terdepan dalam penanganan bencana dan bantuan kemanusiaan di Indonesia.
Penulis: Nur A.
Editor: Redaksi

