Kegiatan ini berlangsung dengan suasana demokratis dan penuh antusiasme di kalangan anggota PMR. Tiga pasangan calon mengikuti tahapan pemilihan yang meliputi penyampaian visi-misi dan debat kandidat sebelum pemungutan suara.
Kegiatan ini berjalan tertib dan penuh kebersamaan, menandai regenerasi kepemimpinan yang kuat dan inovatif demi kemajuan PMR di sekolah.
Pada sesi debat, para kandidat mengemukakan gagasan mereka terkait penguatan Tri Bakti PMR, peningkatan keterampilan kepalangmerahan, kesiapsiagaan bencana, dan peran PMR Wira sebagai peer educator. Mereka sepakat bahwa peran peer educator sangat strategis dalam memberikan edukasi kesehatan, pertolongan pertama, dan menanamkan nilai kemanusiaan di kalangan pelajar.
Pembina PMR, Oktavia Ratna, Amd.Kep, menegaskan bahwa pemilihan ini tidak hanya soal memilih pemimpin, tetapi juga bagian dari pembinaan karakter anggota PMR.
“Calon pemimpin harus menjadi teladan dan mampu mengajak teman sebaya hidup sehat serta peduli kemanusiaan,” ujarnya.
Fasilitator PMR, Hafid Julianto, S.Pd., menambahkan bahwa kepemimpinan PMR harus mampu mendorong anggota aktif sebagai agen perubahan di sekolah. “PMR Wira harus menjadi garda terdepan dalam edukasi kesehatan dan kesiapsiagaan bencana,” katanya.
Hasil pemungutan suara menetapkan Rosita Nur Aulia sebagai Ketua PMR, didampingi Claudea Baroro sebagai Wakil Ketua. Pasangan terpilih diharapkan membawa semangat baru untuk meningkatkan aktivitas, solidaritas, dan prestasi PMR SMA Negeri 1 Jatiroto.
Penulis: Nur A.
Editor: Redaksi


