HOT NEWS

Ratusan Pelajar Mojokerto Siap Jadi Generasi Peduli dan Tangguh



LINTAS6.com, MOJOKERTO – Orientasi PMR Madya Mojokerto menjadi wadah penting dalam membentuk karakter generasi muda yang peduli terhadap sesama. Sebanyak 287 calon anggota Palang Merah Remaja (PMR) Tingkat Madya dari berbagai sekolah di Kota Mojokerto mengikuti kegiatan Orientasi Kepalangmerahan yang diselenggarakan oleh PMI Kota Mojokerto di SMKN 1 Mojokerto, Sabtu (17/10/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari proses pembinaan anggota PMR sebelum mereka terlibat lebih aktif dalam berbagai program kemanusiaan, pelayanan kesehatan, maupun kegiatan sosial di lingkungan sekolah dan masyarakat.

Para peserta yang berasal dari jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) mendapatkan pembekalan mengenai dasar-dasar kepalangmerahan, sejarah Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional, prinsip-prinsip dasar gerakan kemanusiaan, pertolongan pertama, serta peran remaja dalam mendukung kesiapsiagaan bencana.

Sejak awal kegiatan, suasana orientasi berlangsung penuh semangat. Ratusan peserta mengikuti setiap sesi dengan antusias, baik saat penyampaian materi maupun ketika terlibat dalam diskusi dan praktik kepalangmerahan.

Data kegiatan menunjukkan sebanyak 287 calon anggota PMR Madya hadir mengikuti orientasi. Angka tersebut menggambarkan tingginya minat pelajar Kota Mojokerto untuk bergabung dalam gerakan kepalangmerahan dan kegiatan kemanusiaan.

Humas PMI Kota Mojokerto sekaligus Plt. Subag Relawan, Pelayanan Kesehatan (Yankes), dan Penanggulangan Bencana (PB), Dimas Hariadi, menjelaskan bahwa orientasi merupakan tahap awal yang sangat penting dalam membentuk karakter anggota PMR.

"Melalui kegiatan orientasi ini, kami ingin menanamkan nilai-nilai kemanusiaan, kedisiplinan, serta kepedulian antar sesama sejak tingkatan Madya. Antusiasme 287 peserta calon PMR Madya yang hadir hari ini menunjukkan tingginya minat generasi muda Kota Mojokerto untuk berkontribusi positif dalam gerakan kepalangmerahan," ujar Dimas Hariadi.

Menurutnya, pendidikan kepalangmerahan tidak hanya berisi materi teknis mengenai pertolongan pertama atau kesehatan. Lebih dari itu, PMR merupakan sarana pendidikan karakter yang mengajarkan kepedulian, tanggung jawab, disiplin, kerja sama, dan semangat sukarela.

Dalam perspektif pendidikan modern, kemampuan sosial dan kecerdasan emosional menjadi salah satu kebutuhan penting bagi generasi muda. Pelajar tidak hanya dituntut berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap lingkungan sekitar.

Melalui PMR, para siswa diajak memahami berbagai persoalan kemanusiaan yang terjadi di sekitar mereka. Mulai dari membantu teman yang sakit di sekolah, mendukung kegiatan donor darah, kampanye hidup sehat, hingga terlibat dalam kegiatan sosial dan kebencanaan.

Dimas Hariadi menambahkan bahwa peran PMR sangat strategis dalam membentuk generasi muda yang mampu memberikan pengaruh positif di lingkungan sekitarnya.

"Keterlibatan aktif para siswa dalam wadah PMR diharapkan tidak hanya membentuk anggota yang terampil dalam pertolongan pertama, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan serta sebaya yang saling mendukung di lingkungan sekolah maupun masyarakat," katanya.

Dari perspektif pengembangan sumber daya manusia, orientasi seperti ini memiliki manfaat jangka panjang. Peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga dilatih untuk mengambil keputusan cepat, bekerja dalam tim, serta memahami pentingnya aksi kemanusiaan.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta mendapatkan materi dari fasilitator dan relawan PMI Kota Mojokerto yang telah memiliki pengalaman dalam berbagai kegiatan pelayanan kemanusiaan. Materi disampaikan secara komunikatif sehingga mudah dipahami oleh peserta.

Sesi praktik menjadi salah satu bagian yang paling menarik perhatian peserta. Dalam sesi tersebut, mereka diperkenalkan pada teknik dasar pertolongan pertama serta simulasi sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

SMKN 1 Mojokerto sebagai tuan rumah turut memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan orientasi. Kerja sama yang baik antara sekolah dan PMI Kota Mojokerto membantu seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan tertib.

Manfaat kegiatan ini tidak hanya dirasakan oleh peserta secara individu. Dalam jangka panjang, kehadiran anggota PMR yang aktif akan mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang lebih sehat, peduli, dan siap menghadapi berbagai situasi darurat.

PMR juga menjadi sarana bagi pelajar untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan, komunikasi, dan kerja sama. Nilai-nilai tersebut merupakan bekal penting yang akan berguna dalam kehidupan mereka di masa depan.

PMI Kota Mojokerto berharap seluruh calon anggota PMR Madya yang mengikuti orientasi dapat segera dilantik dan berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan kemanusiaan.

Di tengah tantangan sosial yang terus berkembang, kehadiran generasi muda yang memiliki jiwa kemanusiaan menjadi kebutuhan yang sangat penting. Melalui orientasi kepalangmerahan ini, PMI Kota Mojokerto berupaya menyiapkan pelajar yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga peduli, tangguh, dan siap membantu sesama ketika dibutuhkan.

Penulis: Nur A
Editor: Redaksi

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image