HOT NEWS

Puluhan Pelajar Resmi Bergabung, Siap Belajar Kepemimpinan dan Kepedulian



LINTAS6.com, SUMENEP – Sebanyak 30 anggota baru PMR WIRA resmi dilantik dalam kegiatan yang berlangsung di lapangan upacara SMKN 1 Kalianget, Jumat (9/10/2026). Pelantikan tersebut menjadi bagian dari proses regenerasi organisasi sekaligus langkah strategis dalam membangun karakter, kepemimpinan, dan kepedulian sosial generasi muda.

Jumlah anggota yang dilantik mencapai 30 orang. Data tersebut menunjukkan tingginya minat pelajar untuk terlibat dalam kegiatan kepalangmerahan yang tidak hanya memberikan pengalaman organisasi, tetapi juga menanamkan nilai kemanusiaan sejak dini.

Pelantikan dipimpin langsung oleh Kepala SMKN 1 Kalianget, Zainul Sahari. Seluruh anggota baru mengikuti prosesi pengucapan Tri Bakti PMR sebagai bentuk komitmen untuk mengamalkan nilai-nilai kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari.

Selain pengucapan ikrar, prosesi juga diwarnai penyiraman air kepada perwakilan anggota baru. Simbol tersebut melambangkan awal tanggung jawab baru yang harus dijalankan dengan penuh kesungguhan.

Kepala SMKN 1 Kalianget, Zainul Sahari, menjelaskan bahwa PMR menjadi salah satu organisasi yang memiliki peran penting dalam membentuk karakter peserta didik.

“Harapannya, seluruh pengurus dan anggota baru PMR mampu dan tetap eksis dalam menjalankan tugas-tugas kemanusiaan. Melalui organisasi ini, para anggota juga diharapkan dapat meningkatkan akhlakul karimah serta menumbuhkan kepedulian terhadap sesama di masyarakat,” katanya.

Menurutnya, pembelajaran di sekolah tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik. Aspek karakter dan kepedulian sosial juga harus menjadi perhatian serius agar siswa tumbuh sebagai pribadi yang utuh.

Melalui PMR, siswa memperoleh kesempatan untuk memahami nilai gotong royong, kerja sama, disiplin, serta semangat melayani sesama.

Pembina PMR WIRA Unit SMKN 1 Kalianget, Achmad Basri, menilai organisasi PMR merupakan wadah yang mampu mengembangkan berbagai potensi siswa secara bersamaan.

Selain melatih keterampilan pertolongan pertama, anggota PMR juga dibekali kemampuan kepemimpinan, komunikasi, pemecahan masalah, dan pengambilan keputusan dalam berbagai situasi.

“PMR menjadi wadah bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi diri, melatih kedisiplinan, membangun jiwa kepemimpinan, serta menanamkan nilai-nilai kemanusiaan,” ujarnya.

Manfaat tersebut menjadi modal penting bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan kehidupan di masa depan. Pengalaman berorganisasi membantu siswa belajar bekerja dalam tim sekaligus memahami pentingnya tanggung jawab terhadap tugas yang diberikan.

Dalam berbagai kegiatan sosial, anggota PMR juga belajar mengenali kebutuhan masyarakat serta cara memberikan bantuan yang tepat dan bermanfaat.

Regenerasi organisasi melalui pelantikan anggota baru menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan program-program kemanusiaan. Kehadiran anggota baru memberi energi baru sekaligus memastikan berbagai kegiatan organisasi dapat terus berjalan secara optimal.

Ke depan, para anggota PMR diharapkan semakin aktif mengikuti pelatihan, pendidikan kepalangmerahan, kegiatan pertolongan pertama, kampanye kesehatan, hingga aksi sosial yang melibatkan masyarakat.

Dengan bekal tersebut, mereka tidak hanya menjadi siswa yang aktif berorganisasi, tetapi juga mampu berkembang sebagai generasi muda yang peduli, bertanggung jawab, dan siap memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

Penulis: Siti Maulidatun Nisa'
Editor: Redaksi

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image