Mengenali Risiko Sejak Dini, Peserta Belajar Cara Tepat Hadapi Bencana
LINTAS6.com, SUMENEP – Edukasi kebencanaan menjadi salah satu langkah penting untuk membangun masyarakat yang lebih tangguh menghadapi risiko bencana. Upaya tersebut dilakukan PMI Kabupaten Sumenep melalui kegiatan Ayo Siaga Bencana (ASB) yang diselenggarakan di SMP Negeri 1 Dasuk.
Kegiatan ini diikuti para siswa dan siswi dengan antusias. Mereka mendapatkan materi mengenai pengenalan potensi bahaya, langkah-langkah mitigasi, hingga tindakan yang tepat ketika menghadapi situasi darurat.
Selain menyampaikan teori, fasilitator PMI juga mengajak peserta berdiskusi secara aktif sehingga materi yang diberikan lebih mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Fasilitator kegiatan, Puspita, menyampaikan materi mengenai kesiapsiagaan bencana dengan pendekatan edukatif dan interaktif. Metode tersebut membantu peserta memahami bahwa kesiapan menghadapi bencana bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga setiap individu.
Plt. Kepala SMPN 1 Dasuk, Eka Yuniarti, S.Psi., menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Edukasi kebencanaan merupakan hal penting bagi peserta didik agar memiliki pengetahuan dan kesiapan dalam menghadapi situasi darurat, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.”
Menurutnya, pendidikan kebencanaan memberikan manfaat besar karena mampu meningkatkan kesadaran peserta didik terhadap pentingnya keselamatan diri dan lingkungan sekitar.
Dari perspektif pendidikan, kegiatan ini tidak hanya menambah wawasan peserta, tetapi juga membantu membentuk karakter siswa yang lebih peduli, tanggap, dan bertanggung jawab.
Sementara itu, Affan selaku perwakilan peserta mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru dari kegiatan tersebut.
“Pengetahuan yang diperoleh tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri, tetapi juga dapat dibagikan kepada teman, keluarga, dan lingkungan sekitar.”
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa manfaat edukasi kebencanaan dapat menjangkau lebih luas melalui para peserta yang menjadi agen penyebar informasi di lingkungannya masing-masing.
Staf PMI Kabupaten Sumenep, Riski Yuli Andini, berharap kegiatan ini mampu meningkatkan pemahaman peserta terhadap berbagai potensi risiko yang ada di sekitar mereka.
“Melalui kegiatan tersebut peserta diharapkan memperoleh pengetahuan baru mengenai pentingnya mengenali potensi bahaya, memahami langkah-langkah kesiapsiagaan, serta mengetahui tindakan yang tepat saat terjadi bencana.”
Menurut Riski, semakin dini seseorang memahami mitigasi bencana, semakin besar peluang untuk mengurangi risiko ketika menghadapi kondisi darurat.
Melalui kegiatan ASB, PMI Kabupaten Sumenep berupaya membangun budaya sadar risiko dan kesiapsiagaan di kalangan generasi muda. Pengetahuan yang diperoleh peserta diharapkan menjadi bekal penting yang bermanfaat sepanjang hayat.
