HOT NEWS

Belajar Budaya dan Bahasa, 12 Pelajar Jakarta Bersiap ke Jepang

LINTAS86.com, JAKARTA - Pertukaran pelajar ke Jepang menjadi kesempatan berharga bagi generasi muda Jakarta untuk mengembangkan wawasan internasional sekaligus memperkenalkan budaya Indonesia kepada dunia.

Sebanyak 16 peserta yang terdiri dari 12 pelajar dan empat pendamping menjalani pemusatan pelatihan sebelum mengikuti program pertukaran bersama Palang Merah Jepang yang akan berlangsung pada 5-11 November mendatang.

Pelatihan digelar untuk memastikan seluruh peserta memiliki kesiapan pengetahuan, keterampilan komunikasi, dan pemahaman budaya sebelum berangkat.

Ketua Bidang Anggota dan Relawan PMI Provinsi DKI Jakarta, Maeza Angga Rizki, mengatakan program ini merupakan bagian dari kerja sama internasional yang telah terjalin antara PMI DKI Jakarta dan Palang Merah Jepang.

“Teman-teman PMR ini nantinya akan melakukan kunjungan ke Palang Merah Jepang untuk bertukar budaya. Yang kita bawa adalah budaya Jakarta, seninya Jakarta, makanan-makanan khas Jakarta dan akan kita presentasikan di Jepang nanti,” kata Maeza.

Menurutnya, budaya Betawi menjadi salah satu materi utama yang akan diperkenalkan kepada masyarakat Jepang. Para peserta akan berperan sebagai duta budaya yang memperkenalkan identitas Jakarta kepada dunia internasional.

Selain itu, peserta juga dibekali berbagai materi penunjang selama pelatihan.

“Kegiatan ini akan berlangsung di tanggal 5 sampai dengan 11 November. Dan pemusatan pelatihan hari pertama ini kita memiliki pembahasan terkait tentang kepalangmerahan, kegiatan-kegiatan keseharian PMR dan juga membahas tentang bagaimana kita belajar kosa kata atau percakapan Jepang sehari-hari sehingga teman-teman PMR ini bisa mempresentasikannya dengan lebih baik ketika nanti waktu pelaksanannya,” jelasnya.

Program pertukaran pelajar dinilai memiliki manfaat besar bagi pengembangan karakter generasi muda. Selain belajar budaya baru, peserta juga memperoleh pengalaman komunikasi lintas budaya, kerja sama internasional, serta peningkatan rasa percaya diri.

“Pelaksanaan pertukaran pelajar ini menjadi bagian dari upaya membentuk generasi muda PMR yang tidak hanya memiliki kepedulian terhadap sesama, tetapi juga mampu beradaptasi dan berkontribusi dalam lingkungan global,” ujar Maeza.

Salah satu peserta, Windaru Naina Nindiasyam dari SMPN 95 Jakarta, mengaku masih tidak percaya ketika mengetahui dirinya lolos seleksi.

“Awalnya saya benar-benar tidak percaya dengan hasilnya. Saya juga tidak pernah membayangkan bisa sampai terbang ke Jepang. Bagi saya, ini merupakan pengalaman yang sangat bermakna sekaligus penuh perjuangan hingga akhirnya saya bisa terpilih menjadi salah satu perwakilan,” katanya.

Windaru mengatakan selama pelatihan dirinya fokus memperdalam pengetahuan mengenai Jepang sekaligus mempersiapkan materi budaya Betawi.

“Persiapan pertama yang saya lakukan adalah mempelajari berbagai pengetahuan yang nantinya bisa berguna selama berada di Jepang. Kemudian, saya juga mempersiapkan materi tentang kebudayaan Betawi yang akan saya perkenalkan di sana,” imbuhnya.

Selain itu, ia sangat tertarik mempelajari sistem kesiapsiagaan bencana yang diterapkan Jepang sejak usia dini.

Menurutnya, pengalaman tersebut akan menjadi ilmu yang bermanfaat untuk dibagikan kepada teman-teman di sekolah maupun lingkungan sekitar ketika kembali ke Indonesia.

“Harapan terbesar saya adalah budaya Indonesia yang sangat beragam bisa semakin dikenal secara internasional. Saya ingin teman-teman dari negara lain bisa mengenal Indonesia lebih dekat melalui budaya yang kita miliki,” tuturnya.

Penulis: Benhil M. 
Editor: Redaksi
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image