lintas6.com, Pidie Jaya – Palang Merah Indonesia (PMI) terus berupaya membantu pemerintah dalam masa pemulihan pasca bencana banjir bandang yang terjadi pada 26 November 2025 lalu. PMI memberikan berbagai layanan penting seperti penyediaan air bersih (WASH), dukungan psikososial, promosi kesehatan, pelayanan kesehatan, serta distribusi bantuan kepada masyarakat terdampak.
Azwar, Pengurus Bidang Humas PMI Kabupaten Pidie Jaya, saat ditemui pada Sabtu (10/1/2026) menyampaikan bahwa masa pemulihan belum sepenuhnya selesai, terutama di rumah-rumah penduduk yang masih berlumpur. Oleh karena itu, PMI terus menurunkan relawan-relawan yang siap bekerja membantu masyarakat.
Menurut Azwar, jumlah rumah terdampak mencapai 155 Desa. Pelayanan kesehatan menjadi perhatian utama karena masyarakat mengeluhkan hilangnya lapangan kerja dan kondisi tempat tidur yang penuh lumpur.
Ibrahim, Kepala Desa Gampong Meunasah Bueng, Pidie Jaya, mengapresiasi bantuan yang telah disalurkan PMI. Di wilayahnya, sebanyak 125 rumah terdampak banjir bandang dengan jumlah jiwa mencapai 517 jiwa. Lumpur yang menutupi rumah-rumah ini sangat tebal, berbeda dengan banjir tahunan biasa.
Ibrahim berharap bantuan dari PMI dapat memberikan manfaat besar dan dibagi secara adil kepada seluruh warga terdampak.
Koordinasi antara PMI dan pemerintah masih terus dilakukan, terutama terkait kebutuhan alat berat untuk membersihkan jalan dan lorong yang masih tertutup lumpur. PMI Pidie Jaya tetap berkomitmen memberikan pelayanan terbaik demi mempercepat pemulihan masyarakat pasca bencana banjir bandang ini.
Azwar, Pengurus Bidang Humas PMI Kabupaten Pidie Jaya, saat ditemui pada Sabtu (10/1/2026) menyampaikan bahwa masa pemulihan belum sepenuhnya selesai, terutama di rumah-rumah penduduk yang masih berlumpur. Oleh karena itu, PMI terus menurunkan relawan-relawan yang siap bekerja membantu masyarakat.
"Masa pemulihan belum sepenuhnya selesai, terutama di rumah-rumah penduduk yang masih berlumpur. Oleh karena itu, kami terus menurunkan relawan-relawan yang siap bekerja. Banyak sumur yang belum bisa digunakan, dan kondisi masyarakat di wilayah terdampak, terutama di Kecamatan Muara Dua dan Merdu, masih memprihatinkan," ujar Azwar.
Menurut Azwar, jumlah rumah terdampak mencapai 155 Desa. Pelayanan kesehatan menjadi perhatian utama karena masyarakat mengeluhkan hilangnya lapangan kerja dan kondisi tempat tidur yang penuh lumpur.
"Pelayanan kesehatan juga menjadi perhatian kami karena masyarakat mengeluhkan hilangnya lapangan kerja dan kondisi tempat tidur yang penuh lumpur. Kami berharap dengan aksi yang telah dilakukan oleh PMI, masyarakat bisa merasakan manfaatnya," tambahnya.
Ibrahim, Kepala Desa Gampong Meunasah Bueng, Pidie Jaya, mengapresiasi bantuan yang telah disalurkan PMI. Di wilayahnya, sebanyak 125 rumah terdampak banjir bandang dengan jumlah jiwa mencapai 517 jiwa. Lumpur yang menutupi rumah-rumah ini sangat tebal, berbeda dengan banjir tahunan biasa.
"Kami sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan. Lumpur yang menutupi rumah-rumah ini sangat tebal, berbeda dengan banjir tahunan biasa," ujar Ibrahim.
Ibrahim berharap bantuan dari PMI dapat memberikan manfaat besar dan dibagi secara adil kepada seluruh warga terdampak.
"Kami akan membagi bantuan ini secara adil kepada seluruh warga yang terkena musibah. Semoga bantuan ini bisa meringankan beban mereka," tutupnya.
Koordinasi antara PMI dan pemerintah masih terus dilakukan, terutama terkait kebutuhan alat berat untuk membersihkan jalan dan lorong yang masih tertutup lumpur. PMI Pidie Jaya tetap berkomitmen memberikan pelayanan terbaik demi mempercepat pemulihan masyarakat pasca bencana banjir bandang ini.
Penulis: Nur A.
Editor: Redaksi


