lintas6.com, Bireuen - Pada tanggal 26 November 2026, wilayah Kabupaten Bireuen mengalami bencana banjir bandang dan longsor yang menyebabkan kerusakan luas di sejumlah kecamatan.
Sebagai respon cepat terhadap bencana tersebut, Palang Merah Indonesia (PMI) menyerahkan bantuan berupa excavator mini yang diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan dan penanganan dampak bencana di daerah terdampak.
Penyerahan alat berat ini berlangsung di Markas PMI Kabupaten Bireuen dan dilakukan langsung oleh Ketua PMI setempat, Edi Saputra, didampingi Kepala Markas PMI Provinsi Aceh, Surya.
Penyerahan alat berat ini berlangsung di Markas PMI Kabupaten Bireuen dan dilakukan langsung oleh Ketua PMI setempat, Edi Saputra, didampingi Kepala Markas PMI Provinsi Aceh, Surya.
Bantuan excavator mini ini didistribusikan ke tiga kecamatan yang terkena dampak parah, serta satu unit tambahan diberikan kepada pemerintah Kabupaten Bireuen sebagai dukungan operasional.
Edi Saputra, S.H., dalam sambutannya, menyampaikan terima kasih kepada para donatur, terutama PT Astra, yang telah berpartisipasi dalam membantu masyarakat terdampak.
Excavator mini dianggap lebih efektif dalam kondisi geografis Bireuen yang banyak daerah terpencil dan penuh tantangan akses.
Edi berharap bantuan ini dapat mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, membantu masyarakat kembali menjalani kehidupan normal dengan lebih cepat.
Edi Saputra, S.H., dalam sambutannya, menyampaikan terima kasih kepada para donatur, terutama PT Astra, yang telah berpartisipasi dalam membantu masyarakat terdampak.
“Bantuan ini sangat penting karena excavator mini lebih sesuai untuk medan di daerah kami yang sulit dijangkau oleh alat berat besar. Selain itu, kami juga menyalurkan perlengkapan dapur, rumah tangga, dan selimut untuk memenuhi kebutuhan dasar warga,” ujarnya.
Excavator mini dianggap lebih efektif dalam kondisi geografis Bireuen yang banyak daerah terpencil dan penuh tantangan akses.
Zulkarnaini, Ketua Kecamatan PMI Peusangan Selatan, menjelaskan bahwa alat ini akan difokuskan untuk membersihkan fasilitas umum seperti sekolah dan tempat ibadah, yang menjadi prioritas utama dalam pemulihan.
Dari 21 desa di kecamatannya, 13 desa mengalami kerusakan parah akibat endapan lumpur setinggi dua meter.
“Besok kami akan memulai operasional dengan satu operator dan lima relawan pendukung,” tambahnya.
Edi berharap bantuan ini dapat mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, membantu masyarakat kembali menjalani kehidupan normal dengan lebih cepat.
Kolaborasi antara PMI, pemerintah daerah, dan sektor swasta menjadi contoh nyata sinergi dalam penanggulangan bencana di Indonesia.
"Semangat gotong royong dan solidaritas kemanusiaan kembali ditunjukkan oleh masyarakat dan berbagai pihak yang peduli. Dengan dukungan yang terus mengalir, Kabupaten Bireuen diharapkan dapat bangkit kembali dan menghadapi masa depan dengan penuh harapan dan optimisme,". Tutup Edi
Penulis: Nur A.
Editor: Redaksi


