lintas6.com, Malang - Palang Merah Indonesia (PMI) Jawa Timur aktif mengikuti kegiatan Konsolidasi Program 2026 dan Penguatan Kemitraan Penanggulangan Bencana yang diselenggarakan oleh Program SIAP SIAGA, kerja sama antara Pemerintah Australia dan Pemerintah Indonesia.
Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Selasa-Rabu, 13-14 Januari 2026, di HARRIS Hotel and Conventions Malang.
Ahmad Rifai, staf bidang penanggulangan bencana PMI Jawa Timur, mewakili PMI dalam pertemuan tersebut.
Ahmad Rifai, staf bidang penanggulangan bencana PMI Jawa Timur, mewakili PMI dalam pertemuan tersebut.
Dalam kesempatan ini, Drs. Pangarso Suryotomo, M.M.B., menyampaikan tiga aspek penting terkait kelanjutan program SIAP SIAGA, yaitu keberlanjutan program, penguatan kemitraan, dan pemberdayaan multipihak serta kolaborasi.
Selain itu, penguatan kemitraan antara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), lembaga terkait, dan mitra pembangunan pentahelix menjadi fokus utama agar perencanaan penanggulangan bencana semakin efektif dan terkoordinasi dengan baik.
Ahmad Rifai menambahkan,
Kepala BNPB Jawa Timur, yang turut hadir dalam kegiatan ini, menyampaikan dukungannya terhadap upaya penguatan kemitraan tersebut.
Kegiatan ini dihadiri oleh puluhan peserta dari berbagai instansi dan organisasi terkait, termasuk BNPB, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Jatim, Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) Jawa Timur, MDMC Jawa Timur, PMI Jawa Timur, dan mitra lainnya.
“Program SIAP SIAGA harus memberikan dampak yang berkelanjutan dan menjadi acuan pengembangan penanggulangan bencana yang adaptif dengan kondisi lapangan saat ini,” ujar Pangarso.
Selain itu, penguatan kemitraan antara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), lembaga terkait, dan mitra pembangunan pentahelix menjadi fokus utama agar perencanaan penanggulangan bencana semakin efektif dan terkoordinasi dengan baik.
Ahmad Rifai menambahkan,
“PMI Jawa Timur berkomitmen untuk terus memperkuat sistem penanggulangan bencana yang inklusif dan berkelanjutan melalui kolaborasi multipihak. Keterlibatan berbagai elemen seperti forum, lembaga, dan unit layanan disabilitas menjadi sangat penting dalam membangun sinergi yang efektif.”
Kepala BNPB Jawa Timur, yang turut hadir dalam kegiatan ini, menyampaikan dukungannya terhadap upaya penguatan kemitraan tersebut.
“Sinergi antara pemerintah, organisasi kemasyarakatan, dan mitra pembangunan adalah kunci utama dalam menghadapi tantangan bencana yang semakin kompleks,” katanya.
Kegiatan ini dihadiri oleh puluhan peserta dari berbagai instansi dan organisasi terkait, termasuk BNPB, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Jatim, Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) Jawa Timur, MDMC Jawa Timur, PMI Jawa Timur, dan mitra lainnya.
"Konsolidasi ini diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkokoh kemitraan dan sinergi antar pemangku kepentingan, sehingga penanggulangan bencana di Jawa Timur dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan ke depannya,". Tutup Ahmad Rifai
Penulis: Nur A.
Editor: Redaksi


