• Jelajahi

    Copyright © lintas6
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    PMI Bangun 3 Unit MCK untuk Penyintas Bencana di Aceh Tamiang

    Redaksi
    12 Januari 2026 18.24.00 WIB

    lintas6.com, Aceh Tamiang — Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Aceh Tamiang bekerja sama dengan PMI Jakarta Barat meluncurkan program pembangunan tiga unit fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) bagi para penyintas banjir bandang. Program ini difokuskan di Desa Menanggini dan Desa Bandar Khalifah, dua kawasan yang paling terdampak oleh bencana.

    Pembangunan fasilitas MCK ini menjadi langkah penting untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat pascabanjir, khususnya dalam menyediakan akses sanitasi yang layak dan aman. Irwan Pane, S.Sos, Koordinator Operasi Pemulihan Pasca Bencana PMI Aceh Tamiang, menegaskan, 
    "Sanitasi adalah kebutuhan utama. Dengan pembangunan tiga unit MCK ini, kami berharap penyintas dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih layak dan sehat."

    Kerusakan infrastruktur sanitasi akibat banjir tidak hanya menyulitkan kehidupan sehari-hari, tetapi juga meningkatkan risiko gangguan kesehatan di lingkungan permukiman dan pengungsian. Oleh karena itu, program ini mendapat dukungan kuat dari warga, terutama kelompok rentan seperti perempuan, anak-anak, dan lansia.

    PMI Jakarta Barat turut mendukung penuh program ini, mulai dari tahap asesmen lokasi hingga pembangunan fasilitas di lapangan. 
    "Sinergi antardaerah ini mencerminkan solidaritas dan komitmen PMI dalam membantu masyarakat terdampak bencana lintas wilayah," ujar perwakilan PMI Jakarta Barat.

    Program ini juga didukung oleh JEC Grup sebagai mitra kemanusiaan, yang memastikan fasilitas sanitasi dibangun sesuai standar kesehatan dan dapat digunakan secara berkelanjutan.

    Kehadiran tiga unit MCK di Desa Menanggini dan Desa Bandar Khalifah diharapkan membawa perubahan signifikan dalam pemulihan pascabanjir. 

    Seorang warga setempat menyatakan rasa syukurnya atas keberadaan fasilitas yang sangat dibutuhkan, terutama bagi kelompok rentan yang selama ini kesulitan akses sanitasi.

    "Keberadaan fasilitas sanitasi yang layak sangat penting, terutama bagi kami yang mengalami keterbatasan akses pascabencana."

     

    Melalui kolaborasi ini, PMI Aceh Tamiang dan PMI Jakarta Barat menegaskan komitmen mereka untuk mendampingi penyintas banjir tidak hanya selama masa tanggap darurat, tetapi juga dalam tahap pemulihan, dengan mengedepankan prinsip kemanusiaan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

    Irwan Pane juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Indonesia dan para donatur yang telah peduli dan mendukung korban bencana di Aceh Tamiang. 
    "Dukungan ini menjadi kekuatan bagi masyarakat Aceh Tamiang untuk bangkit dan memulai kehidupan yang lebih sehat dan bermartabat," tutupnya.

    Program pembangunan MCK ini menjadi bukti nyata pentingnya solidaritas dan empati dalam menghadapi bencana, serta diharapkan menjadi inspirasi bagi daerah terdampak lainnya untuk melakukan langkah serupa demi kesejahteraan masyarakat.

    Penulis: Nur A. 
    Editor: Redaksi
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini