Kegiatan ini melibatkan sebanyak 50 anak dari wilayah yang mengalami dampak langsung banjir.
Banjir yang melanda Aceh Tamiang belum lama ini tidak hanya meninggalkan kerusakan fisik dan kerugian materi, tetapi juga luka psikologis yang mendalam, terutama pada anak-anak yang merupakan kelompok paling rentan.
Banjir yang melanda Aceh Tamiang belum lama ini tidak hanya meninggalkan kerusakan fisik dan kerugian materi, tetapi juga luka psikologis yang mendalam, terutama pada anak-anak yang merupakan kelompok paling rentan.
Menyadari hal tersebut, PMI Aceh mengambil langkah cepat dengan menyelenggarakan layanan psikososial yang bertujuan memulihkan kondisi mental dan emosional anak-anak pascabencana.
Layanan psikososial ini dirancang sebagai upaya membantu anak-anak mengekspresikan perasaan mereka, mengurangi rasa trauma, serta membangun kembali rasa aman yang sempat hilang akibat bencana.
Layanan psikososial ini dirancang sebagai upaya membantu anak-anak mengekspresikan perasaan mereka, mengurangi rasa trauma, serta membangun kembali rasa aman yang sempat hilang akibat bencana.
Dalam kegiatan tersebut, relawan PMI mengajak anak-anak untuk mengikuti berbagai aktivitas yang ramah anak, seperti permainan kelompok yang menyenangkan, menggambar, bernyanyi, serta edukasi sederhana yang mudah dipahami.
Reyhan Sabyna, petugas layanan psikososial PMI yang bertugas di lokasi, menjelaskan pentingnya perhatian khusus bagi anak-anak pascabencana.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen PMI Aceh dalam memberikan perlindungan dan pendampingan berkelanjutan bagi kelompok rentan, khususnya anak-anak, tidak hanya selama masa tanggap darurat tetapi juga pada fase pascabencana.
Reyhan Sabyna, petugas layanan psikososial PMI yang bertugas di lokasi, menjelaskan pentingnya perhatian khusus bagi anak-anak pascabencana.
“Anak-anak merupakan kelompok yang sangat rentan terhadap dampak psikologis bencana. Mereka sering kali mengalami perasaan takut, cemas, dan kebingungan yang dapat mengganggu perkembangan mental mereka. Melalui layanan psikososial ini, kami berupaya memberikan ruang bagi mereka untuk mengekspresikan perasaan, kembali ceria, dan mempercepat proses pemulihan mental,” ujarnya dengan penuh empati.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen PMI Aceh dalam memberikan perlindungan dan pendampingan berkelanjutan bagi kelompok rentan, khususnya anak-anak, tidak hanya selama masa tanggap darurat tetapi juga pada fase pascabencana.
PMI Aceh bertekad terus mendampingi dan memberikan dukungan psikososial guna memastikan anak-anak yang terdampak banjir dapat pulih secara menyeluruh, baik secara fisik maupun mental.
Selain layanan psikososial, PMI Aceh juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah, lembaga sosial, dan komunitas setempat untuk menyediakan bantuan lanjutan yang dibutuhkan masyarakat terdampak banjir. Dukungan ini mencakup pemenuhan kebutuhan dasar, penyediaan fasilitas kesehatan, serta program pemulihan lainnya yang menyeluruh.
Melalui inisiatif ini, PMI Aceh berharap dapat memulihkan senyum dan semangat anak-anak di Aceh Tamiang, memberikan mereka harapan baru, dan membangun ketahanan mental yang kuat agar siap menghadapi masa depan setelah melewati masa sulit akibat bencana.
PMI Aceh mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung dan memperhatikan kebutuhan psikososial anak-anak terdampak bencana, karena masa depan bangsa sangat bergantung pada kesehatan mental dan kesejahteraan generasi penerus.
Selain layanan psikososial, PMI Aceh juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah, lembaga sosial, dan komunitas setempat untuk menyediakan bantuan lanjutan yang dibutuhkan masyarakat terdampak banjir. Dukungan ini mencakup pemenuhan kebutuhan dasar, penyediaan fasilitas kesehatan, serta program pemulihan lainnya yang menyeluruh.
Melalui inisiatif ini, PMI Aceh berharap dapat memulihkan senyum dan semangat anak-anak di Aceh Tamiang, memberikan mereka harapan baru, dan membangun ketahanan mental yang kuat agar siap menghadapi masa depan setelah melewati masa sulit akibat bencana.
PMI Aceh mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung dan memperhatikan kebutuhan psikososial anak-anak terdampak bencana, karena masa depan bangsa sangat bergantung pada kesehatan mental dan kesejahteraan generasi penerus.
Penulis: Nur A.
Editor: Redaksi


