Fokus utama pendampingan adalah kelompok rentan seperti anak-anak, remaja, dan ibu-ibu di sejumlah lokasi pengungsian.
Pada hari pertama, tim PMI hadir di Desa Jamur Ujung, Kecamatan Wih Pesam, dengan layanan ekspresif kreatif yang melibatkan permainan dan sesi berbagi pengalaman. Enam remaja laki-laki mendapat pendampingan khusus.
Pada hari pertama, tim PMI hadir di Desa Jamur Ujung, Kecamatan Wih Pesam, dengan layanan ekspresif kreatif yang melibatkan permainan dan sesi berbagi pengalaman. Enam remaja laki-laki mendapat pendampingan khusus.
Salah satu remaja yang kehilangan rumah akibat bencana mengungkapkan,
Selain itu, PMI mendampingi 29 anak-anak yang sebagian besar rumahnya ikut hanyut dan kini mengungsi. Anak-anak sangat antusias mengikuti aktivitas bermain, berbagi cerita, dan menerima makanan ringan yang dirancang untuk memberikan rasa aman dan kenyamanan di tengah situasi pascabencana.
Di lokasi yang sama, sembilan ibu-ibu berkumpul di sekitar Masjid At-Taqwa untuk mengikuti diskusi kelompok terarah (FGD). Bersamaan dengan layanan kesehatan, para ibu mengungkapkan kecemasan yang memengaruhi kondisi fisik seperti peningkatan tekanan darah.
“Meskipun rumah saya hanyut terbawa banjir, saya bersyukur bisa kembali bersekolah dan bertemu teman-teman. PMI membantu saya merasa lebih kuat dan tidak sendiri.”
Selain itu, PMI mendampingi 29 anak-anak yang sebagian besar rumahnya ikut hanyut dan kini mengungsi. Anak-anak sangat antusias mengikuti aktivitas bermain, berbagi cerita, dan menerima makanan ringan yang dirancang untuk memberikan rasa aman dan kenyamanan di tengah situasi pascabencana.
Di lokasi yang sama, sembilan ibu-ibu berkumpul di sekitar Masjid At-Taqwa untuk mengikuti diskusi kelompok terarah (FGD). Bersamaan dengan layanan kesehatan, para ibu mengungkapkan kecemasan yang memengaruhi kondisi fisik seperti peningkatan tekanan darah.
Kepala Tim PSS PMI Provinsi DKI Jakarta, Sari Wulandari, menyatakan,
Hari kedua pendampingan berlangsung di Desa Uning Emas, dengan 33 anak mengikuti kegiatan psikoedukasi dan ekspresif kreatif yang melibatkan panggung boneka serta aktivitas mewarnai dan menggambar.
“Kami memberikan dukungan emosional dan penguatan mental untuk membantu para ibu mengelola stres dan menjaga kesehatan mereka selama masa sulit ini.”
Hari kedua pendampingan berlangsung di Desa Uning Emas, dengan 33 anak mengikuti kegiatan psikoedukasi dan ekspresif kreatif yang melibatkan panggung boneka serta aktivitas mewarnai dan menggambar.
Meski beberapa anak masih menunjukkan rasa takut, kegiatan ini berhasil mendorong mereka berinteraksi positif dan membangun rasa percaya diri.
Sementara itu, 17 ibu-ibu, termasuk kelompok lanjut usia, mengikuti sesi FGD dan latihan pengelolaan emosi menggunakan teknik butterfly hug.
Sementara itu, 17 ibu-ibu, termasuk kelompok lanjut usia, mengikuti sesi FGD dan latihan pengelolaan emosi menggunakan teknik butterfly hug.
Teknik ini membantu para penyintas mengatasi stres dan kecemasan pascabencana.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim gabungan PMI Provinsi DKI Jakarta dan PMI Kabupaten Bener Meriah. PMI berkomitmen untuk terus memberikan pendampingan sesuai kebutuhan lapangan sebagai bagian dari upaya pemulihan masyarakat terdampak bencana.
Dengan semangat yang tak pernah padam, PMI terus hadir di tengah masyarakat, membantu mereka bangkit dari keterpurukan dan menatap masa depan dengan penuh harapan.
“Latihan ini sangat bermanfaat bagi saya. Saya merasa lebih tenang dan mampu mengendalikan emosi,” ungkap salah satu peserta.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim gabungan PMI Provinsi DKI Jakarta dan PMI Kabupaten Bener Meriah. PMI berkomitmen untuk terus memberikan pendampingan sesuai kebutuhan lapangan sebagai bagian dari upaya pemulihan masyarakat terdampak bencana.
“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat yang terdampak tidak hanya mendapatkan bantuan fisik, tetapi juga dukungan psikologis yang sangat penting untuk pemulihan jangka panjang,” ujar Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI Provinsi DKI Jakarta, Budhi Pranoto.
Dengan semangat yang tak pernah padam, PMI terus hadir di tengah masyarakat, membantu mereka bangkit dari keterpurukan dan menatap masa depan dengan penuh harapan.
Penulis: Nur A.
Editor: Redaksi


