Bawa 2500 Ton Bantuan, Kapal Kemanusiaan PMI Gelombang Kedua Tiba di Lhokseumawe


lintas6.com, Lhokseumawe – Palang Merah Indonesia (PMI) kembali mencatatkan sejarah dalam misi kemanusiaan dengan kedatangan Kapal Kemanusiaan gelombang kedua yang membawa 2500 ton bantuan bagi masyarakat terdampak banjir di Sumatera Utara dan Aceh. 

Kapal ini tiba dengan selamat di pelabuhan Krueng Geukuh, Lhokseumawe Jumat, 9 Januari 2026 sebagai jawaban atas kebutuhan mendesak akibat bencana banjir besar yang melanda sejak November 2025.

Kedatangan kapal disambut hangat oleh pejabat daerah, termasuk Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, S.E., Ketua PMI Provinsi Aceh Murdani Yusuf, serta ketua PMI dari berbagai kabupaten dan kota seperti Aceh Utara, Lhokseumawe, Bireuen, Aceh Timur, dan Langsa dan DMI.

Kehadiran mereka menegaskan solidaritas dan kerja sama yang kuat dalam penanganan bencana.

Banjir yang terjadi sejak 26 November 2025 telah menyebabkan ribuan warga kehilangan tempat tinggal, menuntut respons cepat dan distribusi bantuan yang tepat sasaran. Untuk kapal kemanusiaan kedua ini PMI mengirimkan berbagai bantuan penting mulai dari kebutuhan pokok, alat berat seperti ekskavator, hingga genset untuk mendukung pemulihan masyarakat.

Ketua PMI Provinsi Aceh, Murdani, S.E., menyatakan,

“Bantuan ini adalah bagian dari tanggung jawab kemanusiaan kita. Hingga kini, logistik terus berangsur tiba di lokasi. Kami berterima kasih kepada para pengusaha dan perusahaan serta seluaruh masyarakat Indonesia yang telah menyalurkan bantuan ini secara langsung maupun melalui PMI.”

Distribusi bantuan direncanakan melalui sembilan titik kumpul di wilayah seperti Bener Meriah, Sriwijaya, dan Banda Aceh, sebelum didistribusikan ke kabupaten lain yang terdampak. 

PMI Pusat juga menyiapkan alat berat dan tenaga relawan terlatih untuk memastikan distribusi berjalan efektif.

Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, S.E., menambahkan,

“Stok bahan pokok saat ini cukup memadai, termasuk ketersediaan beras. Kami juga memberikan perhatian khusus pada distribusi kebutuhan bagi perempuan terdampak. Kondisi wilayah yang sulit dijangkau terus kami pantau, dan jika diperlukan, kami akan menggunakan jalur udara untuk pengiriman bantuan.”

Pemerintah daerah berkoordinasi erat dengan PMI dan berbagai pihak untuk menjangkau seluruh daerah terdampak, memperpanjang masa tanggap darurat, serta fokus pada pemulihan fasilitas umum. 

Kapten kapal PMI menegaskan keberhasilan distribusi ini berkat koordinasi lintas sektor yang solid bersama BNPB, BPBD, dan TNI/Polri.

Ketua PMI Aceh menegaskan komitmen,

“Kami berkomitmen untuk terus membantu masyarakat tanpa memandang latar belakang, sesuai dengan prinsip-prinsip dasar kemanusiaan.”

Kehadiran Kapal Kemanusiaan PMI ini menjadi simbol optimisme dan semangat baru bagi warga yang tengah berjuang pulih dari bencana, membawa harapan dan energi positif menuju pemulihan yang berkelanjutan.

Penulis: Nur A.
Editor: Redaksi
Baca Juga

Posting Komentar

Please Select Embedded Mode To Show The Comment System.*

Lebih baru Lebih lama
close