![]() |
| PMI Pusat Tugaskan Tim Jatim di Provinsi Aceh saat diberangkatkan bersama Kapal Kemanusiaan Kalla Lines dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta |
Sebagai bagian dari respons bencana ini, PMI Pusat menginisiasi pengiriman Kapal Kemanusiaan dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, menuju wilayah terdampak di Sumatera dengan membawa truk 60 truk tangki air bersih dan bantuan. Sabtu, 06 Desember 2025.
Tak hanya itu, PMI Jawa Timur juga mengerahkan Tim Tanggap Darurat dalam merespon Bencana alam ini oleh Pusat ditugaskan ke Provinsi Aceh untuk mendukung proses pemulihan masyarakat yang tengah berjuang di tengah krisis.
Kapal Kemanusiaan ini merupakan simbol kolaborasi inklusif antara PMI dan mitra logistik, seperti Kalla Lines, yang bersama-sama mengantarkan bantuan vital ke daerah terdampak. PMI Jawa Timur menambah kekuatan misi kemanusiaan ini dengan memberangkatkan 18 relawan terlatih dan sembilan truk tangki air bersih yang sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Kapal Kemanusiaan ini merupakan simbol kolaborasi inklusif antara PMI dan mitra logistik, seperti Kalla Lines, yang bersama-sama mengantarkan bantuan vital ke daerah terdampak. PMI Jawa Timur menambah kekuatan misi kemanusiaan ini dengan memberangkatkan 18 relawan terlatih dan sembilan truk tangki air bersih yang sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Ahmad Rifai, Staf Sub Penanggulangan Bencana PMI Jawa Timur, menegaskan bahwa pengiriman air bersih ini merupakan komitmen PMI untuk meringankan beban penderitaan warga terdampak.
"Keberangkatan sembilan truk tangki air bersih ini adalah upaya kami memastikan pasokan air yang cukup bagi masyarakat yang dilanda bencana," ujar Ahmad Rifai.
Tantangan di lapangan tidak mudah. Krisis air bersih, kesehatan, dan logistik menjadi masalah utama yang harus dihadapi. Oleh sebab itu, pengiriman 31 tangki air bersih dan stok yang sudah tersedia di lokasi diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga.
"Keberangkatan sembilan truk tangki air bersih ini adalah upaya kami memastikan pasokan air yang cukup bagi masyarakat yang dilanda bencana," ujar Ahmad Rifai.
Tantangan di lapangan tidak mudah. Krisis air bersih, kesehatan, dan logistik menjadi masalah utama yang harus dihadapi. Oleh sebab itu, pengiriman 31 tangki air bersih dan stok yang sudah tersedia di lokasi diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga.
Sinergi kuat antara PMI Pusat dan daerah juga terlihat dari kesiapan mereka menyediakan 40 unit alat komunikasi, 200 tandon air, ribuan kompor dan regulator, serta bahan pangan penting untuk mendukung keberlangsungan hidup masyarakat terdampak.
Selain itu, PMI juga mengirimkan 1.500 kantong darah melalui transportasi udara sebagai dukungan medis yang sangat krusial.
Selain itu, PMI juga mengirimkan 1.500 kantong darah melalui transportasi udara sebagai dukungan medis yang sangat krusial.
Misi kemanusiaan ini akan berlangsung selama setahun ke depan, memastikan bantuan terus mengalir dan masyarakat dapat pulih serta mandiri.
Pengiriman Tim Tanggap Darurat Bencana Sumatera ini dilakukan dengan arahan ketat dari PMI Pusat, dipimpin oleh Wakil Kepala Markas PMI Pusat, Puji Astuti.
Pengiriman Tim Tanggap Darurat Bencana Sumatera ini dilakukan dengan arahan ketat dari PMI Pusat, dipimpin oleh Wakil Kepala Markas PMI Pusat, Puji Astuti.
Prioritas utama adalah menjaga kesehatan, etika, dan keselamatan tim selama bertugas.
Kapten Kapal Arina juga memberikan arahan teknis untuk memastikan kesiapan tim dalam menghadapi perjalanan dan kondisi kapal.
Dengan kekuatan kolaborasi antara PMI Pusat dan daerah, PMI membuktikan bahwa solidaritas dan kerja sama dapat menggerakkan roda kemanusiaan menuju hasil yang lebih besar dan bermakna.
Dengan kekuatan kolaborasi antara PMI Pusat dan daerah, PMI membuktikan bahwa solidaritas dan kerja sama dapat menggerakkan roda kemanusiaan menuju hasil yang lebih besar dan bermakna.
Dalam situasi sulit ini, PMI menegaskan bahwa setiap bantuan harus memberikan dampak positif nyata bagi masyarakat terdampak. Semangat solidaritas ini diharapkan menjadi inspirasi bagi banyak pihak dalam misi kemanusiaan yang lebih luas di masa depan.
Penulis: Nur A.
Editor: Redaksi

