PMI Cek Kesehatan Pengungsi Pasca Banjir Kota Padang
0 menit baca
Ketua PMI Kota Padang, Zulhardi Z Latif, SH, MM, juga hadir memberikan arahan dan dukungan penuh selama pelaksanaan kegiatan ini.
Dalam kegiatan ini, PMI Kota Padang berhasil menjangkau 22 Kepala Keluarga (KK) dengan total 26 jiwa yang mengungsi akibat bencana banjir bandang. Dari jumlah tersebut, terdapat 8 laki-laki dengan rincian 7 orang berusia 18-60 tahun dan 1 orang berusia lebih dari 60 tahun, sementara data untuk usia di bawah 5 tahun dan 5-17 tahun belum tercatat. Sedangkan untuk perempuan, tercatat sebanyak 18 orang, dengan 15 orang berusia 18-60 tahun dan 4 orang berusia lebih dari 60 tahun, juga belum ada pencatatan untuk usia di bawah 5 tahun dan 5-17 tahun.
Data ini menjadi dasar bagi tim untuk menyesuaikan jenis pelayanan kesehatan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan tiap kelompok umur dan gender.
Selain melakukan pemeriksaan kesehatan menyeluruh, PMI juga memberikan edukasi kesehatan kepada para pengungsi. Edukasi ini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran warga tentang cara menjaga kebersihan diri dan lingkungan, pentingnya konsumsi air bersih, serta langkah-langkah pencegahan penyakit yang mudah menular di lingkungan pengungsian.
Dengan kondisi darurat dan keterbatasan fasilitas, edukasi ini diharapkan dapat membantu pengungsi menjaga kesehatan secara mandiri dan mengurangi risiko penyebaran penyakit.
Tidak hanya kesehatan fisik, PMI juga memberikan layanan psikosial untuk membantu mengurangi trauma dan stres yang dialami oleh para pengungsi. Pendekatan yang humanis dan konseling ringan menjadi bagian penting dari layanan ini agar para pengungsi bisa merasa lebih tenang dan kuat menghadapi masa sulit.
Selain itu, PMI mendistribusikan air bersih dan kebutuhan pokok lainnya sebagai bentuk dukungan dasar yang sangat dibutuhkan selama masa pengungsian.
Ketua PMI Kota Padang, Zulhardi Z Latif, SH, MM, menegaskan komitmen PMI untuk terus hadir memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat terdampak bencana.
Dalam kegiatan ini, PMI Kota Padang berhasil menjangkau 22 Kepala Keluarga (KK) dengan total 26 jiwa yang mengungsi akibat bencana banjir bandang. Dari jumlah tersebut, terdapat 8 laki-laki dengan rincian 7 orang berusia 18-60 tahun dan 1 orang berusia lebih dari 60 tahun, sementara data untuk usia di bawah 5 tahun dan 5-17 tahun belum tercatat. Sedangkan untuk perempuan, tercatat sebanyak 18 orang, dengan 15 orang berusia 18-60 tahun dan 4 orang berusia lebih dari 60 tahun, juga belum ada pencatatan untuk usia di bawah 5 tahun dan 5-17 tahun.
Data ini menjadi dasar bagi tim untuk menyesuaikan jenis pelayanan kesehatan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan tiap kelompok umur dan gender.
Selain melakukan pemeriksaan kesehatan menyeluruh, PMI juga memberikan edukasi kesehatan kepada para pengungsi. Edukasi ini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran warga tentang cara menjaga kebersihan diri dan lingkungan, pentingnya konsumsi air bersih, serta langkah-langkah pencegahan penyakit yang mudah menular di lingkungan pengungsian.
Dengan kondisi darurat dan keterbatasan fasilitas, edukasi ini diharapkan dapat membantu pengungsi menjaga kesehatan secara mandiri dan mengurangi risiko penyebaran penyakit.
Tidak hanya kesehatan fisik, PMI juga memberikan layanan psikosial untuk membantu mengurangi trauma dan stres yang dialami oleh para pengungsi. Pendekatan yang humanis dan konseling ringan menjadi bagian penting dari layanan ini agar para pengungsi bisa merasa lebih tenang dan kuat menghadapi masa sulit.
Selain itu, PMI mendistribusikan air bersih dan kebutuhan pokok lainnya sebagai bentuk dukungan dasar yang sangat dibutuhkan selama masa pengungsian.
Ketua PMI Kota Padang, Zulhardi Z Latif, SH, MM, menegaskan komitmen PMI untuk terus hadir memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat terdampak bencana.
“Kami tidak hanya memberikan pertolongan pertama, tetapi juga memastikan pengungsi mendapatkan layanan yang menyeluruh, mulai dari kesehatan fisik hingga dukungan psikologis. Kami akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mempercepat pemulihan masyarakat pasca bencana,” ujarnya.
Kegiatan layanan kesehatan pasca banjir bandang ini merupakan wujud nyata kepedulian dan tanggung jawab PMI Kota Padang dalam menghadapi bencana alam. Sinergi antara tim medis, relawan, dan berbagai pihak terkait menjadi kunci keberhasilan dalam membantu pengungsi melewati masa sulit dengan lebih sehat dan berdaya.
PMI mengajak seluruh masyarakat untuk turut peduli dan membantu sesama yang terkena dampak bencana, serta selalu waspada dan siap siaga menghadapi potensi bencana di masa depan.
Kegiatan layanan kesehatan pasca banjir bandang ini merupakan wujud nyata kepedulian dan tanggung jawab PMI Kota Padang dalam menghadapi bencana alam. Sinergi antara tim medis, relawan, dan berbagai pihak terkait menjadi kunci keberhasilan dalam membantu pengungsi melewati masa sulit dengan lebih sehat dan berdaya.
PMI mengajak seluruh masyarakat untuk turut peduli dan membantu sesama yang terkena dampak bencana, serta selalu waspada dan siap siaga menghadapi potensi bencana di masa depan.
Penulis: Nur A.
Editor: Redaksi
