![]() |
| SIBAT PMI Bojonegoro Saat Latihan Siaga Bencana |
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam meningkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan para relawan SIBAT dalam menghadapi berbagai situasi darurat bencana. Selain sebagai ajang silaturahmi antar SIBAT yang telah dilatih PMI, acara ini juga menjadi wadah pembelajaran dan latihan bersama berbagai materi penting yang sangat dibutuhkan saat bencana.
Pada acara pembukaan, hadir Pengurus PMI Kabupaten Bojonegoro, Pengurus PMI Kecamatan Bojonegoro, staf, relawan PMI, serta perwakilan dari BPBD dan Damkarmat Bojonegoro.
Ketua Harian PMI Kabupaten Bojonegoro, M. Yazid, S.PdI, menyampaikan bahwa kondisi Indonesia saat ini penuh dengan ancaman bencana, termasuk di Bojonegoro yang rawan banjir akibat Bengawan Solo.
“Keberadaan SIBAT yang dilatih PMI menjadi ujung tombak pemerintah kabupaten dalam menghadapi bencana. SIBAT tidak hanya berperan saat bencana terjadi, tapi juga aktif dalam mitigasi dan kesiapsiagaan masyarakat,” ujarnya.
SIBAT PMI Bojonegoro memiliki keunggulan strategis karena mampu mendampingi masyarakat pada tiga fase bencana: pra, saat, dan pasca bencana. Mereka juga mampu menggerakkan masyarakat untuk menghadapi ancaman bencana secara terencana dan terorganisir.
Sebanyak 55 personil dari berbagai desa dan kelurahan terlibat aktif dalam latihan gabungan ini, antara lain dari Desa Sumbangtimun, Tulungrejo, Ngablak, Sumberarum, Kunci, Mulyorejo, Sarirejo, Pilanggede, Kedungdowo, dan Kelurahan Banjarejo.
Materi yang diberikan sangat komprehensif, meliputi SAR dan Rescue dari BPBD Bojonegoro, manajemen camp, diskusi dan refleksi SIBAT, pertolongan pertama, dapur umum, shelter fasilitator dari PMI, serta materi pemadam kebakaran dari Damkarmat Bojonegoro. Semua materi tersebut dirancang untuk meningkatkan kemampuan teknis dan koordinasi para relawan dalam penanganan bencana.
Dengan pelatihan dan kesiapsiagaan seperti ini, SIBAT PMI Bojonegoro siap menjadi garda terdepan yang dapat menyelamatkan ribuan nyawa saat bencana melanda. Keberadaan mereka bukan hanya sekadar relawan, tetapi pahlawan kesiapsiagaan yang menguatkan ketahanan masyarakat Bojonegoro.
PMI Kabupaten Bojonegoro terus berkomitmen mengembangkan SIBAT sebagai kekuatan masyarakat dalam menghadapi bencana, demi terciptanya Bojonegoro yang tangguh dan siap siaga.
“Keberadaan SIBAT yang dilatih PMI menjadi ujung tombak pemerintah kabupaten dalam menghadapi bencana. SIBAT tidak hanya berperan saat bencana terjadi, tapi juga aktif dalam mitigasi dan kesiapsiagaan masyarakat,” ujarnya.
SIBAT PMI Bojonegoro memiliki keunggulan strategis karena mampu mendampingi masyarakat pada tiga fase bencana: pra, saat, dan pasca bencana. Mereka juga mampu menggerakkan masyarakat untuk menghadapi ancaman bencana secara terencana dan terorganisir.
Sebanyak 55 personil dari berbagai desa dan kelurahan terlibat aktif dalam latihan gabungan ini, antara lain dari Desa Sumbangtimun, Tulungrejo, Ngablak, Sumberarum, Kunci, Mulyorejo, Sarirejo, Pilanggede, Kedungdowo, dan Kelurahan Banjarejo.
Materi yang diberikan sangat komprehensif, meliputi SAR dan Rescue dari BPBD Bojonegoro, manajemen camp, diskusi dan refleksi SIBAT, pertolongan pertama, dapur umum, shelter fasilitator dari PMI, serta materi pemadam kebakaran dari Damkarmat Bojonegoro. Semua materi tersebut dirancang untuk meningkatkan kemampuan teknis dan koordinasi para relawan dalam penanganan bencana.
Dengan pelatihan dan kesiapsiagaan seperti ini, SIBAT PMI Bojonegoro siap menjadi garda terdepan yang dapat menyelamatkan ribuan nyawa saat bencana melanda. Keberadaan mereka bukan hanya sekadar relawan, tetapi pahlawan kesiapsiagaan yang menguatkan ketahanan masyarakat Bojonegoro.
PMI Kabupaten Bojonegoro terus berkomitmen mengembangkan SIBAT sebagai kekuatan masyarakat dalam menghadapi bencana, demi terciptanya Bojonegoro yang tangguh dan siap siaga.
Penulis: Nur A.
Editor: Redaksi

