lintas6.com, Lumajang - Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, menjadi saksi nyata dari dedikasi tiada henti Palang Merah Indonesia (PMI) Lumajang dalam menghadapi tantangan berat pasca erupsi. Dengan penuh semangat, PMI bergerak cepat untuk memastikan kebutuhan dasar air bersih terpenuhi bagi masyarakat yang terdampak. Dalam misi ini, yang berlangsung pada akhir November 2025, PMI menunjukkan upaya vital yang menjawab tantangan lingkungan yang semakin kompleks.
Pada Selasa, 25 November 2025, Dusun Gumuk Mas, Desa Supiturang, menjadi pusat kegiatan krusial bagi PMI Lumajang. Di tengah keterbatasan akses yang padat karena kehadiran kendaraan TNI/POLRI serta relawan, PMI berhasil menyalurkan kebutuhan dasar air bersih dan melakukan pembersihan sumur bagi warga setempat. Laporan menyebutkan keberhasilan distribusi ribuan liter air bersih ke sejumlah rumah dan fasilitas umum, seperti Musholla Al-Mutaqin, melalui berbagai tandon yang disiapkan.
Petugas PMI, dengan gesit mengantarkan pasokan air bersih menggunakan armada truk tangki. Sebanyak 1200 hingga 2400 liter air berhasil disalurkan ke titik-titik penting. Selain itu, kegiatan pengurasan sumur turut dilakukan di beberapa rumah warga, seperti rumah Ponimah, Saminah, Mukmin, dan Tohari, yang sebelumnya terhambat akses sanitasi akibat dampak lingkungan dari lahar dingin.
Langkah strategis ini bukan kali pertama dilakukan PMI. Sebelumnya, pada Minggu, 23 November 2025, mereka juga menyelenggarakan kegiatan serupa di Desa Oro-Oro Ombo. Fokus kegiatan saat itu adalah pada SMP Nusantara dan warga Dusun Gumukmas, walau menemui kendala teknis seperti selang alkon yang retak dan kurangnya peralatan maintenance. Namun, berkat dedikasi dan kerja keras tim PMI, lebih dari 5.000 liter air berhasil dialirkan, memberikan kelegaan bagi lebih dari 45 Kepala Keluarga serta institusi pendidikan yang terdampak.
Tidak berhenti sampai di situ, PMI meneruskan aksinya pada Senin, 24 November 2025, di Desa Supiturang dan Desa Oro-Oro Ombo meski diselimuti cuaca hujan. Target kali ini meliputi pembersihan fasilitas umum, termasuk Masjid Al-Muttaqin, serta menyediakan air bagi SMPN 2 Pronojiwo. Dengan segala keterampilan tim dan dukungan armada, PMI menyuplai hingga 14.400 liter air dalam waktu singkat, sebuah pencapaian luar biasa yang mencerminkan profesionalisme mereka.
Ketua PMI Lumajang, melalui Dwi Endah, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam penanggulangan bencana dan pemulihan pasca bencana. Kontribusi yang datang dari relawan dan komunitas lokal memainkan peran penting dalam kelancaran operasi di lapangan, mencerminkan sinergi yang kuat dalam misi kemanusiaan ini.
Dedikasi PMI Lumajang dalam perannya sebagai penyedia bantuan kemanusiaan dan perwujudan pemenuhan kebutuhan air bersih secara berkelanjutan merupakan bukti nyata komitmen mereka terhadap kemanusiaan tanpa batas. Dengan pandangan ke depan, PMI Lumajang terus berupaya memperkuat misi mereka dengan menambah armada dan meningkatkan kapasitas teknis. Tujuannya adalah memastikan bahwa setiap lapisan masyarakat menerima bantuan yang layak di saat-saat paling sulit. Melalui upaya berkelanjutan ini, PMI bertujuan untuk menjadi kontributor utama dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Lumajang dan sekitarnya.
Penulis: Nur A.
Editor: Redaksi

