![]() |
| Tarmin (Foto Istimewa) |
lintas6.com, Ponorogo - Dalam perjalanan hidup seseorang, pendidikan sering kali menjadi kunci utama bagi keberhasilan dan transformasi sosial. Tarmin, seorang guru Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) di SMK Negeri 2 Ponorogo, adalah contoh nyata dari transformasi yang luar biasa ini.
Beliau tidak hanya berhasil mengubah hidupnya dari seorang anak desa sederhana menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), tetapi juga menginspirasi banyak orang melalui perjuangan dan dedikasinya.
Dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional, mari kita telusuri kisah inspiratif Tarmin yang berawal dari Slogoretno, sebuah desa kecil di Jatipurno, Wonogiri, Jawa Tengah.
Tahun 1995 menjadi awal dari perjalanan pendidikan Tarmin yang penuh tantangan. Dia menempuh pendidikan di SMP Terbuka, yang menginduk pada SMP Negeri 2 Jatipurno, dengan fasilitas belajar yang serba terbatas. Proses belajar mengajar berlangsung di sebuah SD, dan para siswa hanya bertemu guru dua kali seminggu, sedangkan selebihnya waktu dihabiskan dengan belajar mandiri.
"Kami belajar dari modul-modul yang dibagikan guru. Ada juga rekaman pembelajaran yang diputar lewat kaset tape recorder bantuan pemerintah. Kami mendengarkannya bersama-sama sebagai panduan belajar," kenangnya dengan penuh haru.
Seiring dengan keterbatasan fasilitas pendidikan, Tarmin harus menghadapi realitas ekonomi yang menantang. Setiap pagi, sebelum berangkat ke sekolah, ia membantu keluarganya mencari rumput untuk pakan ternak. Kondisi ini memaksanya untuk disiplin membagi waktu antara bekerja dan belajar.
Di samping itu, jalan panjang menuju sekolah ditempuhnya dengan berjalan kaki tanpa seragam atau sepatu yang layak, sebuah gambaran nyata dari tekadnya untuk meraih pendidikan di tengah kondisi serba sulit.
Namun, keberanian dan semangat belajar yang tidak pernah padam inilah yang membedakan Tarmin dari kebanyakan anak seusianya.
Tekanan ekonomi bukanlah satu-satunya tantangan yang dihadapi Tarmin. Siswa SMP Terbuka sering kali harus menghadapi stigma dari masyarakat sekitar.
Banyak teman-teman seangkatannya yang akhirnya berhenti sekolah karena berbagai alasan. Tarmin bercerita, "Dari ratusan siswa yang mendaftar, hanya tinggal puluhan yang bertahan. Banyak yang menikah muda, merantau, atau berhenti begitu saja." Namun, Tarmin memilih untuk bertahan dan berusaha membuktikan bahwa jalan pendidikan yang ditempuhnya bukanlah penghalang bagi prestasi.
Dengan kerja keras dan keteguhan hati, Tarmin berhasil mewakili sekolahnya dalam Lomba Motivasi Belajar Mandiri tingkat provinsi (Lomojari). Prestasinya tidak berhenti di situ; nilai ujian akhir SMP-nya melampaui banyak siswa dari sekolah reguler.
Dorongan dari guru pamong membuatnya melanjutkan pendidikan ke SMK dan kemudian ke perguruan tinggi.
Menghadapi keterbatasan finansial, ia bekerja paruh waktu di jasa pengetikan, rental komputer, hingga servis komputer untuk membiayai kebutuhannya selama kuliah. Jerih payah tersebut berbuah manis ketika Tarmin berhasil meraih gelar Sarjana Komputer (S.Kom) pada tahun 2008.
Tidak berselang lama setelah kelulusannya, pada tahun 2009 Tarmin mendapatkan kesempatan besar dalam hidupnya. Ia lolos seleksi CPNS dan ditempatkan di Ponorogo, Jawa Timur.
Saat ini, ia mengabdikan diri sebagai seorang guru yang dipercayai mendidik generasi muda dan berbagi pengalaman maupun ilmu di SMK Negeri 2 Ponorogo.
Melalui kisah hidupnya, Tarmin ingin menyampaikan sebuah pesan penting bagi para pelajar yang menempuh pendidikan non-formal atau jalur alternatif.
"Jangan pernah berkecil hati. Status sekolah bukan penentu masa depan. Fasilitas yang terbatas justru bisa menjadi pemicu untuk membuktikan diri. Yang menentukan adalah tekad, semangat belajar, dan keberanian untuk terus melangkah," ungkapnya penuh inspirasi.
Di penghujung kisahnya, Tarmin tidak lupa menyampaikan rasa terima kasih kepada para guru yang telah membimbingnya, memberikan motivasi serta semangat di sepanjang perjalanannya menggapai cita-cita.
"Selamat Hari Guru," ucapnya dengan penuh hormat. "Semoga setiap kebaikan dan dedikasi para pendidik mendapat balasan terbaik dari Allah SWT."
Kisah inspiratif Tarmin adalah bukti bahwa kesuksesan dapat diraih oleh siapa saja yang mau berusaha dan berjuang tanpa kenal lelah. Dari seorang "tukang ngarit" menjadi guru hebat, Tarmin telah menunjukkan bahwa pendidikan adalah jalan menuju kehidupan yang lebih baik dan membuka pintu-pintu kesuksesan yang tidak terbayangkan sebelumnya.
Penulis: Nur A.
Editor: Redaksi

