lintas6.com, Grobogan – Sebanyak 137 siswa dari Sekolah Dasar Negeri 2 Kenteng antusias mengikuti pembekalan penting tentang Pertolongan Pertama yang digelar di ruang kelas 4 SD N 2 Kenteng. Kamis, 27 November 2025.
Kegiatan ini merupakan inisiatif dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Grobogan untuk menanamkan keterampilan dasar pertolongan pertama sejak dini.
Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (27/11) ini melibatkan siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 dan bertujuan membekali mereka dengan kemampuan tanggap darurat yang sangat dibutuhkan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (27/11) ini melibatkan siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 dan bertujuan membekali mereka dengan kemampuan tanggap darurat yang sangat dibutuhkan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Dengan bekal ini, para siswa diharapkan menjadi agen perubahan yang peduli dan empati terhadap sesama.
Kepala Sekolah SD N 2 Kenteng, Suwiknyo, menyatakan bahwa pembekalan ini sangat penting untuk membentuk karakter remaja yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial.
Kepala Sekolah SD N 2 Kenteng, Suwiknyo, menyatakan bahwa pembekalan ini sangat penting untuk membentuk karakter remaja yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial.
“Kegiatan ini menjadi bekal penting dalam membentuk karakter remaja yang peduli, empati, dan tanggap terhadap sesama, serta memiliki keterampilan memberikan pertolongan pertama saat keadaan darurat,” ujarnya.
Suwiknyo juga menyampaikan rasa bangganya atas perhatian yang diberikan PMI Grobogan yang datang langsung ke sekolah untuk memberikan ilmu pertolongan pertama serta pengenalan ambulance kepada para siswa.
Suwiknyo juga menyampaikan rasa bangganya atas perhatian yang diberikan PMI Grobogan yang datang langsung ke sekolah untuk memberikan ilmu pertolongan pertama serta pengenalan ambulance kepada para siswa.
“Ini adalah pengalaman berharga bagi kami semua,” tambahnya.
Kesan positif juga datang dari salah satu siswa kelas VI yang menjadi admin kegiatan.
Kesan positif juga datang dari salah satu siswa kelas VI yang menjadi admin kegiatan.
Ia mengaku ini adalah pengalaman pertamanya mengikuti pelatihan seperti ini dan merasa sangat bermanfaat, terutama saat praktek pertolongan pertama.
Ketua PMI Grobogan, Sumarsono, menegaskan bahwa sekolah merupakan tempat strategis untuk memberikan edukasi tentang pentingnya pertolongan pertama.
Ketua PMI Grobogan, Sumarsono, menegaskan bahwa sekolah merupakan tempat strategis untuk memberikan edukasi tentang pentingnya pertolongan pertama.
“Kecelakaan di lingkungan sekolah, mulai dari luka ringan hingga kondisi darurat, bisa terjadi kapan saja dan menimpa siapa saja. Oleh karena itu, perlu adanya pembekalan sejak dini,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, PMI Grobogan berharap dapat mencetak kader remaja yang tidak hanya cerdas, tetapi juga siap menjadi penyelamat di lingkungan sekolah dan masyarakat sekitar.
Dengan semangat belajar dan kepedulian tinggi, 137 siswa SDN 2 Kenteng kini siap menjadi agen penyelamat yang tanggap dan peduli. Ini bukan sekadar pelajaran, tapi bekal hidup yang sangat berharga!
Melalui kegiatan ini, PMI Grobogan berharap dapat mencetak kader remaja yang tidak hanya cerdas, tetapi juga siap menjadi penyelamat di lingkungan sekolah dan masyarakat sekitar.
Dengan semangat belajar dan kepedulian tinggi, 137 siswa SDN 2 Kenteng kini siap menjadi agen penyelamat yang tanggap dan peduli. Ini bukan sekadar pelajaran, tapi bekal hidup yang sangat berharga!
Penulis: Nur A.
Editor: Redaksi

