Warga Nagekeo Dapat Air Bersih, Pengobatan dan Bantuan Logistik Pascagempa
LINTAS6.com, NAGEKEO – Pemulihan masyarakat pascagempa bumi tidak hanya bergantung pada pembangunan kembali rumah yang rusak. Ketersediaan air bersih, akses layanan kesehatan, dan bantuan logistik menjadi kebutuhan penting yang harus dipenuhi agar warga dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan baik.
Karena itu, berbagai layanan kemanusiaan terus dilakukan di Kabupaten Nagekeo untuk membantu masyarakat yang masih merasakan dampak Gempa Flores. Dalam beberapa hari terakhir, warga di Desa Aeramo, Kelurahan Danga, dan Desa Nangadhero mendapatkan layanan berupa bantuan logistik, distribusi air bersih, serta pemeriksaan kesehatan.
Bantuan Logistik untuk 45 Kepala Keluarga
Pada 4 Oktober 2026, bantuan logistik disalurkan kepada 45 kepala keluarga di Desa Aeramo RT 29. Total penerima manfaat mencapai 120 jiwa yang terdiri dari 50 laki-laki dan 70 perempuan, termasuk 45 warga lanjut usia.
Bantuan yang diberikan berupa 90 lembar sarung, 45 gamis, dan 45 jersey untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat pascabencana.
Selain memberikan bantuan, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi kepada masyarakat bahwa layanan kemanusiaan tidak hanya berfokus pada satu bidang, tetapi mencakup berbagai kebutuhan masyarakat saat menghadapi bencana.
Salah seorang warga penerima bantuan, Adolpus Jawa, mengaku selama ini hanya mengenal PMI melalui kegiatan donor darah.
“Selama ini kami tidak pernah tahu tugas lain dari PMI. Kami hanya mengetahui PMI itu donor darah. Kami mengucapkan terima kasih karena sudah membantu masyarakat yang terdampak,” ujarnya.
Air Bersih Jadi Kebutuhan Utama Pascabencana
Selain logistik, kebutuhan yang paling banyak dirasakan masyarakat adalah air bersih. Dalam kondisi pascabencana, akses air bersih sangat berpengaruh terhadap kesehatan lingkungan dan pencegahan penyakit.
Di RT 04 Kolikapa, Kelurahan Danga, sebanyak 5.000 liter air bersih didistribusikan untuk 38 kepala keluarga dengan total 120 jiwa. Penerima manfaat terdiri dari 68 orang dewasa, 28 remaja, 21 anak-anak, dan tiga balita.
Air bersih tersebut berasal dari sumur bor Lape dan disalurkan langsung ke tempat penampungan milik warga karena belum tersedia tandon bersama di lokasi tersebut.
Secara keseluruhan, sejak 25 Agustus hingga 4 Oktober 2026 telah didistribusikan sekitar 345.000 liter air bersih kepada masyarakat terdampak di berbagai wilayah Kabupaten Nagekeo.
Ketersediaan air bersih memiliki manfaat besar bagi masyarakat karena digunakan untuk minum, memasak, mandi, mencuci, dan menjaga kebersihan lingkungan.
Dalam situasi darurat, akses air bersih juga menjadi faktor penting untuk mencegah munculnya penyakit yang dapat memperburuk kondisi masyarakat terdampak bencana.
Pemeriksaan Kesehatan untuk Kelompok Rentan
Tidak hanya memenuhi kebutuhan dasar, perhatian terhadap kesehatan masyarakat juga terus dilakukan.
Pada 5 Oktober 2026, layanan kesehatan diberikan kepada 19 warga di Desa Nangadhero. Penerima manfaat terdiri dari lima laki-laki dan 14 perempuan, termasuk satu balita, satu ibu menyusui, serta enam lanjut usia.
Hasil pemeriksaan menunjukkan beberapa keluhan yang cukup sering ditemukan, yaitu nyeri otot (myalgia), hipertensi, dan gastritis.
Dokter Brenda menjelaskan bahwa kondisi kesehatan masyarakat setelah bencana perlu mendapat perhatian karena berbagai faktor seperti kelelahan, stres, perubahan pola hidup, dan keterbatasan fasilitas dapat memicu gangguan kesehatan.
“Keluhan seperti nyeri otot, hipertensi, dan gastritis perlu diperiksa dan ditangani agar tidak berkembang menjadi masalah kesehatan yang lebih serius,” katanya.
Menurutnya, kelompok rentan seperti balita, ibu menyusui, dan lansia membutuhkan pemantauan kesehatan secara berkala karena memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan kesehatan.
Pemulihan Membutuhkan Pendekatan Terpadu
Pengalaman di Nagekeo menunjukkan bahwa pemulihan pascabencana membutuhkan pendekatan yang terpadu. Bantuan logistik membantu memenuhi kebutuhan dasar keluarga. Distribusi air bersih menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan. Sementara pelayanan kesehatan memastikan warga mendapatkan penanganan medis sejak dini.
Ketiga layanan tersebut saling berkaitan dan menjadi fondasi penting dalam proses pemulihan masyarakat terdampak Gempa Flores.
Dengan dukungan berbagai pihak dan pelayanan yang terus berjalan, diharapkan masyarakat Nagekeo dapat melewati masa pemulihan dengan lebih baik serta kembali menjalankan aktivitas sosial dan ekonomi secara normal.
Penulis: Wemin Wuda/Adrian Jr.
Editor: Redaksi
