Targetkan Total 1,2 Juta Liter se-Jatim, Dropping Air Bersih BAZNAS di Ponorogo Mulai Berjalan
0 menit baca
Dalam pelaksanaan operasi lapangan ini, data dan informasi utama mengenai volume bantuan menjadi indikator keberhasilan program. Total volume pasokan air bersih BAZNAS yang dikerahkan mencapai angka 50.000 liter. Seluruh pasokan air diangkut memanfaatkan armada tangki berkapasitas masing-masing 5.000 liter melalui skema 10 ritase pengiriman maraton. Langkah taktis ini diambil untuk merespons kebutuhan mendesak bagi 657 Kepala Keluarga (KK) dengan total akumulasi penerima manfaat mencapai 1.789 jiwa yang tersebar di lima kecamatan terdampak kekeringan ekstrem di Ponorogo.
Dari perspektif kebencanaan daerah, intervensi logistik air bersih ini menjadi sarana edukasi publik mengenai pentingnya manajemen mitigasi bencana berbasis kemitraan umat. Kekeringan di Kabupaten Ponorogo bukan lagi sekadar isu musiman, melainkan tantangan struktural yang membutuhkan solusi cepat. Ketika sumur-sumur gali pedesaan mengalami penurunan debit air secara drastis, stabilitas hidup masyarakat pedesaan langsung terancam. Penyaluran air bersih yang dilakukan secara sistematis oleh BAZNAS memberikan pandangan bahwa sinergi lembaga amil dapat menjadi pilar pendukung pemerintah daerah dalam mengatasi kedaruratan iklim.
Ketua BAZNAS Kabupaten Ponorogo, Sukarni, menegaskan signifikansi program penanggulangan ini dalam skala provinsi.
"Air Bersih ini merupakan bantuan 1,2 juta air bersih dari BAZNAS Jatim untuk 25 Kabupaten terdampak kekeringan di Jawa Timur salah satunya Ponorogo. Kami berupaya agar alokasi ini tepat sasaran dan segera terdistribusi ke bak penampungan warga tanpa penundaan," kata Sukarni saat memimpin langsung koordinasi teknis di lapangan pada Senin (5/10/2026).
Pentingnya kehadiran pasokan air ini divalidasi langsung oleh testimoni penerima manfaat yang merasakan dampak penurunan debit air sumur. Suyahmi, warga yang menetap di Desa Gelangkulon, Kecamatan Sampung, mengekspresikan rasa leganya atas kehadiran truk tangki air di lingkungannya.
"Bantuan air bersih ini sangat membantu kami untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari seperti minum. Saya mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Provinsi Jawa Timur yang telah peduli kepada kami dengan memberi bantuan air bersih," papar Suyahmi dengan penuh rasa syukur.
Relevansi jangka panjang dari program ini menyentuh aspek perlindungan kesehatan masyarakat pedesaan. Tanpa adanya pasokan air bersih yang higienis, warga rentan mengalami penularan penyakit kulit dan pencernaan akibat terpaksa mengonsumsi air yang tidak layak. Dengan intervensi pasokan 50.000 liter air ini, indeks kesehatan lingkungan di lima kecamatan terkritis dapat dipertahaman pada level aman. Manfaat langsungnya adalah warga kini dapat menghemat pengeluaran harian dan mengalokasikannya untuk kebutuhan pemenuhan gizi keluarga di tengah himpitan kemarau.
Secara rinci, sebaran manfaat dari aksi tanggap darurat ini menjangkau lima titik lokasi dusun terparah di Kabupaten Ponorogo. Lokasi penerima bantuan meliputi wilayah Dusun Dungus di Desa Karangpatihan (Kecamatan Pulung), Dusun Kroyo di Desa Gelangkulon (Kecamatan Sampung), Dusun Bungur di Desa Munggu (Kecamatan Bungkal), Dusun Sidowayah di Desa Sidoharjo (Kecamatan Jambon), serta Dusun Gondang di Desa Tumpuk (Kecamatan Sawoo). Skema penjadwalan yang tertata membuat penumpukan antrean jeriken di lapangan dapat diminimalkan.
BAZNAS Ponorogo berkomitmen memperkuat sinergi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat guna menyusun peta jalan jangka panjang penanganan kekeringan. Rencana pembuatan sumur bor dalam (artesis) di titik-titik mati air menjadi agenda diskusi lanjutan agar masyarakat tidak melulu bergantung pada dropping air tangki di masa-masa mendatang, melainkan memiliki kemandirian air bersih yang berkelanjutan.
Penulis: Nur A.
Editor: Redaksi
