HOT NEWS

Sambut JOTA-JOTI 2026, Penegak Ponorogo Dilatih Etika Mengudara Global


LINTAS6.com, PONOROGO - Pendidikan kepramukaan di era modern dituntut untuk senantiasa menyajikan materi pembelajaran yang adaptif, inovatif, dan aplikatif. Menjawab tantangan tersebut, rangkaian pembekalan intensif mengenai komunikasi radio siber (radio internet scouting) resmi digulirkan bagi Pramuka Penegak di Kabupaten Ponorogo. Program edukatif yang dilaksanakan pada hari Sabtu (03/10/2026) ini memfokuskan pada transfer pengetahuan taktis mengenai operasional stasiun radio amatir serta tata cara menjelajahi ruang siber internasional secara aman dan produktif. Langkah ini menjadi instrumen pendidikan nonformal yang strategis untuk membekali generasi muda dengan kecakapan digital abad ke-21.
Perspektif penanganan pendidikan berbasis teknologi harus diletakkan pada penguatan etika berkomunikasi publik. Anggota Gerakan Pramuka tidak hanya dilatih cara memutar tombol frekuensi atau menyambungkan koneksi internet, tetapi ditanamkan pemahaman mendalam tentang Kode Etik Amatir Radio internasional. Instruktur pelatihan, Febri Weli Daini, menekankan bahwa ruang udara dan pelantar siber global memiliki aturan komunikasi yang ketat. Kepatuhan terhadap tata cara memanggil stasiun lain, penghormatan terhadap hak guna frekuensi bersama, serta penerapan aspek keselamatan siber (safe from harm) menjadi poin materi yang diajarkan secara berulang selama simulasi penanganan perangkat berlangsung.
"Pembekalan ini memberikan pemahaman komprehensif bahwa mengudara di stasiun internasional memerlukan kedisiplinan tinggi dalam menerapkan kode etik amatir radio yang berlaku di seluruh dunia," ungkap Febri Weli Daini di sela pelatihan.
Ia menerangkan bahwa penguasaan aspek teknis indrawi seperti artikulasi suara menjadi penentu kualitas pancaran di ruang digital.
"Penggunaan alfabet fonetik internasional dari Alpha hingga Omega bukan sekadar hafalan, melainkan kunci keselamatan informasi agar tidak terjadi bias komunikasi di tengah distorsi sinyal udara," tambahnya memaparkan detail materi pendidikan.
Manfaat konkret dari kegiatan bimbingan teknis ini dirasakan langsung oleh puluhan utusan Kwartir Ranting se-Kabupaten Ponorogo yang bersiap menyongsong gelaran akbar JOTA-JOTI 2026. Para peserta kini memiliki bekal kemampuan taktis dalam melakukan pencatatan dokumen komunikasi (log sheet) serta mekanisme pertukaran kartu konfirmasi kontak amatir (QSL Card). Peningkatan kapasitas ini secara otomatis menaikkan standar kualitas keikutsertaan delegasi daerah di ajang internasional, sekaligus membuktikan bahwa sistem pendidikan kepanduan di Ponorogo berjalan dinamis dan relevan terhadap perkembangan teknologi komunikasi siber mutakhir.
 "Selamat belajar dan berproses bagi adik-adikku. Jadikan momentum kerjasama hebat dengan rekan-rekan Dewan Kerja Cabang (DKC) Ponorogo ini sebagai wadah memperkaya kompetensi diri," tutur Retno memberikan motivasi kepada para peserta.
Dukungan penuh dari unsur pimpinan kwartir diharapkan mampu meluaskan dampak kebermanfaatan pelatihan ini ke gugus depan terjauh.
 "Titip diajari dan dibimbing adik-adik penegak kita di pangkalan masing-masing. Pastikan ilmu komunikasi udara ini menyebar rata sebagai bekal masa depan mereka," tegas Retno mengakhiri sesi wawancara.

 


Melalui pendekatan edukasi publik yang terstruktur, Gerakan Pramuka Ponorogo optimis mampu melahirkan operator-operator radio kepanduan masa depan yang cerdas siber, berkarakter kuat, serta siap berkontribusi dalam mendukung sistem komunikasi cadangan nasional saat dibutuhkan.
Penulis: Nur A. 
Editor: Redaksi
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image