Dari Padang hingga Gucialit, 590.500 Liter Air Menjangkau Warga
LINTAS6.com, LUMAJANG – Lima perjalanan dilakukan untuk membawa 17.500 liter air bersih menuju Dusun Ngesong, Desa Barat, Kecamatan Padang, Kabupaten Lumajang, Jumat (2/10/2026).
Di wilayah tersebut, pasokan air menjangkau 232 kepala keluarga atau 813 jiwa. Mereka terdiri atas 375 laki-laki dan 438 perempuan.
Pengiriman menggunakan truk engkel dengan tiga tandon. Satu tandon memiliki kapasitas 2.400 liter, sementara dua lainnya masing-masing mampu menampung 550 liter.
Dengan kapasitas total 3.500 liter sekali angkut, armada harus melakukan perjalanan berulang untuk memenuhi jumlah distribusi hari itu.
Distribusi tersebut menjadi bagian dari pelayanan air bersih yang telah berjalan di tengah kekeringan. Hingga 2 Oktober, akumulasi air yang disalurkan ke Dusun Ngesong telah mencapai 416.500 liter.
Besarnya jumlah itu memperlihatkan bahwa kebutuhan warga tidak bisa dipenuhi melalui satu kali pengiriman.
Dari Padang hingga Gucialit
Distribusi air bersih juga menjangkau wilayah lain di Kabupaten Lumajang.
Di Desa Wonokerto, Kecamatan Gucialit, pasokan telah diterima warga Dusun Wonoasih dan Dusun Wonosari. Total air yang disalurkan ke wilayah tersebut mencapai 174.000 liter.
Kepala Desa Wonokerto, Tupin, menyampaikan apresiasinya atas bantuan kepada masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air saat musim kemarau.
"Terima kasih kepada PMI Lumajang yang sudah membantu warga di Dusun Wonoasih. Selama musim kemarau kami sangat sulit mendapatkan air bersih. Bantuan ini sangat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air bersih," katanya.
Jangkauan pelayanan yang semula berada di Wonoasih kemudian bertambah hingga Wonosari.
Bila digabungkan dengan penyaluran di Ngesong, akumulasi distribusi air bersih di wilayah yang tercatat telah mencapai 590.500 liter.
Dekat dengan Kebutuhan Setiap Keluarga
Distribusi air mempunyai relevansi langsung dengan kehidupan masyarakat karena air digunakan dalam hampir seluruh kebutuhan dasar rumah tangga.
Bukan hanya untuk diminum. Air juga diperlukan untuk memasak, mandi, mencuci dan menjaga kebersihan.
Karena itu, keterbatasan akses air pada musim kemarau tidak hanya menjadi persoalan ketersediaan sumber daya, tetapi juga memengaruhi bagaimana keluarga memenuhi rutinitas dasarnya.
Data distribusi memberikan gambaran mengenai skala pelayanan tersebut.
Sebanyak 17.500 liter yang dibawa ke Ngesong pada Jumat merupakan bagian dari 416.500 liter yang telah disalurkan ke dusun tersebut. Sementara penyaluran di Wonoasih dan Wonosari telah mencapai 174.000 liter.
Totalnya kini mencapai 590.500 liter.
Di balik catatan volume tersebut terdapat kebutuhan masyarakat yang sederhana tetapi tidak dapat ditunda: memastikan air tersedia untuk kehidupan sehari-hari.
Penulis: Nur A.
Editor: Redaksi
