Mengapa Kesehatan Usus Bisa Memengaruhi Hormon dan Produktivitas?
LINTAS6.com, SURABAYA - Kesehatan pencernaan menjadi salah satu isu yang semakin mendapat perhatian dalam dunia kesehatan modern. Tidak lagi sekadar berkaitan dengan proses pencernaan makanan, kondisi saluran cerna kini diketahui memiliki hubungan erat dengan kesehatan mental, keseimbangan hormon, sistem kekebalan tubuh, hingga kualitas hidup seseorang.
Pemahaman itulah yang menjadi fokus seminar bertajuk Beyond the Gut: The Hidden Connection Between Hormones & Food yang diselenggarakan PMI Kota Surabaya bersama Yayasan Amway Peduli di Auditorium Maleo Kampus B Universitas Airlangga, Surabaya, Senin (19/10/2026).
Kegiatan tersebut diikuti mahasiswa, anggota Korps Sukarela (KSR), relawan, dan masyarakat umum yang ingin memahami lebih dalam hubungan antara pola makan, kesehatan pencernaan, dan berbagai fungsi penting dalam tubuh manusia.
Bagi PMI Kota Surabaya, kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari edukasi kesehatan masyarakat, tetapi juga upaya membangun kesadaran preventif sejak usia muda. Semakin dini seseorang memahami pentingnya menjaga kesehatan, semakin besar peluang untuk mencegah berbagai gangguan kesehatan di masa depan.
Kesehatan Pencernaan Masih Sering Diabaikan
Dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang lebih memperhatikan kesehatan ketika sudah mengalami keluhan atau penyakit tertentu. Sementara upaya menjaga kesehatan sejak dini masih sering terabaikan.
Ketua Bidang Pelayanan Kesehatan dan Relawan PMI Kota Surabaya, Rahmat Hidayat, menilai kondisi tersebut terjadi karena kurangnya edukasi kesehatan yang berkelanjutan.
“Banyak orang baru menyadari kesalahan pola makan dan gaya hidupnya ketika sudah berusia lanjut karena kurangnya edukasi berkelanjutan. Padahal, sistem pencernaan ibarat ‘otak kedua’ manusia. Jika pencernaan terganggu, pola pikir, emosi, hingga kesehatan organ lainnya ikut terganggu,” ujar Rahmat.
Menurutnya, pemahaman mengenai kesehatan pencernaan harus diperkenalkan lebih awal kepada generasi muda agar mereka memiliki bekal pengetahuan yang cukup dalam menjalani gaya hidup sehat.
Pernyataan tersebut mendapat perhatian peserta karena kesehatan pencernaan selama ini sering kali hanya dikaitkan dengan gangguan lambung atau usus. Padahal dampaknya dapat menjangkau berbagai aspek kesehatan lainnya.
Hubungan Pencernaan dengan Keseimbangan Hormon
Salah satu materi utama dalam seminar adalah keterkaitan antara saluran pencernaan dan sistem hormonal.
Dokter spesialis obstetri dan ginekologi, dr. Dendy Dwi Kurniaputra, Sp.O.G., M.Ked.Klin., menjelaskan bahwa pola makan yang tidak terjaga dapat memengaruhi berbagai fungsi metabolisme tubuh.
Kondisi tersebut pada akhirnya berpotensi memengaruhi keseimbangan hormon, termasuk hormon yang berhubungan dengan sistem reproduksi.
Dalam pemaparannya, dr. Dendy juga menjelaskan hubungan antara faktor gaya hidup dengan gangguan hormonal seperti Polycystic Ovary Syndrome (PCOS). Kondisi tersebut menjadi salah satu isu kesehatan yang perlu dipahami terutama oleh perempuan usia produktif.
Materi yang disampaikan memberikan gambaran bahwa kesehatan reproduksi tidak berdiri sendiri. Pola makan, kualitas tidur, aktivitas fisik, dan kesehatan pencernaan menjadi faktor yang saling memengaruhi.
Melalui pemahaman tersebut, peserta memperoleh perspektif baru bahwa kesehatan tubuh harus dijaga secara menyeluruh, bukan hanya fokus pada satu organ tertentu.
Pengalaman Nyata Perubahan Gaya Hidup
Selain mendapatkan penjelasan medis, peserta juga memperoleh gambaran praktis mengenai perubahan gaya hidup sehat.
Health & Wellness Enthusiast Vina Rosadia membagikan pengalaman pribadinya dalam menerapkan kebiasaan hidup yang lebih sehat.
Ia menjelaskan bahwa perubahan tidak harus dilakukan secara ekstrem. Langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten justru lebih mudah dipertahankan dalam jangka panjang.
Mulai dari memperbaiki pola makan, meningkatkan konsumsi makanan bergizi, memperbanyak aktivitas fisik, hingga memperhatikan waktu istirahat yang cukup dapat membawa perubahan positif terhadap kesehatan.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu bagian yang menarik perhatian peserta karena memberikan contoh nyata bahwa hidup sehat dapat dimulai dari kebiasaan sehari-hari.
Pemeriksaan Gratis Tingkatkan Kesadaran Kesehatan
Tidak hanya menghadirkan materi edukasi, seminar ini juga dilengkapi layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi seluruh peserta.
Layanan tersebut meliputi:
- Pemeriksaan tanda-tanda vital
- Pemeriksaan kadar gula darah
- Konsultasi kesehatan langsung dengan dokter
Program ini menjadi sarana bagi peserta untuk mengetahui kondisi kesehatan mereka secara lebih awal.
Banyak peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi mengenai kondisi kesehatan yang selama ini mereka alami. Dengan demikian, kegiatan seminar tidak hanya memberikan wawasan teoritis, tetapi juga manfaat praktis yang dapat langsung dirasakan.
Pendekatan seperti ini dinilai efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini dan pencegahan penyakit.
Edukasi Kesehatan untuk Generasi Muda
Bagi PMI Kota Surabaya dan Yayasan Amway Peduli, generasi muda merupakan kelompok strategis yang dapat menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing.
Pengetahuan yang diperoleh dari seminar tidak berhenti pada peserta yang hadir. Informasi tersebut berpotensi disebarkan kembali kepada keluarga, teman, komunitas kampus, maupun masyarakat yang lebih luas.
Karena itu, edukasi kesehatan yang menyasar anak muda memiliki dampak yang lebih panjang dibandingkan sekadar kegiatan seremonial.
Ketika generasi muda memahami pentingnya menjaga kesehatan pencernaan, mereka akan lebih sadar dalam memilih makanan, mengatur pola hidup, dan memperhatikan kondisi tubuhnya.
Dalam jangka panjang, kebiasaan tersebut dapat membantu menciptakan masyarakat yang lebih sehat dan produktif.
Kesehatan dan Kemanusiaan yang Berjalan Beriringan
Selain menyelenggarakan seminar kesehatan, PMI Kota Surabaya juga menyampaikan perkembangan program kemanusiaan yang dijalankan bersama berbagai mitra, termasuk Yayasan Amway Peduli.
Dalam kesempatan tersebut disampaikan bahwa PMI Kota Surabaya berhasil menggalang dana lebih dari Rp150 juta yang disalurkan dalam bentuk school kit dan baby kit bagi korban bencana di Nusa Tenggara Timur.
Bantuan tersebut diberikan untuk membantu masyarakat yang masih bertahan di tenda pengungsian, terutama anak-anak dan keluarga terdampak.
Program tersebut menunjukkan bahwa kepedulian terhadap kesehatan dan kemanusiaan memiliki tujuan yang sama, yaitu meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, PMI Kota Surabaya berharap semakin banyak pihak yang terlibat dalam upaya membangun masyarakat yang sehat, tangguh, dan peduli sesama.
Seminar ini menjadi salah satu contoh bahwa edukasi kesehatan dapat menjadi pintu masuk untuk membangun kesadaran yang lebih luas mengenai pentingnya menjaga diri sekaligus membantu orang lain.
Bagi para peserta, pelajaran yang dibawa pulang tidak hanya berupa pengetahuan mengenai pencernaan dan hormon. Lebih dari itu, mereka mendapatkan pemahaman bahwa kesehatan merupakan investasi yang harus dijaga sejak dini agar manfaatnya dapat dirasakan sepanjang hayat.
Penulis: Intan Mauludi Lestari
Editor: Redaksi
