HOT NEWS

Apa yang Akan Berubah di PMI Kota Pasuruan di Era Imam Subekti?

LINTAS6.com, PASURUAN - Ketua PMI Kota Pasuruan periode 2026–2031 resmi dipercayakan kepada H. Imam Subekti, S.Sos., M.M. melalui Musyawarah Kota PMI Kota Pasuruan yang digelar Sabtu (17/10/2026).

Keputusan tersebut menjadi bagian penting dari proses regenerasi organisasi sekaligus memastikan keberlanjutan program kemanusiaan yang selama ini dilaksanakan PMI Kota Pasuruan.

Muskot menjadi agenda strategis karena tidak hanya memilih pemimpin baru, tetapi juga menentukan arah kebijakan organisasi selama lima tahun mendatang.

Forum Evaluasi dan Arah Baru Organisasi

Dalam struktur PMI, Musyawarah Kota merupakan forum tertinggi organisasi di tingkat kota.

Forum ini berfungsi mengevaluasi kinerja kepengurusan sebelumnya, menyampaikan laporan pertanggungjawaban, serta menyusun program kerja dan kebijakan baru.

Melalui forum tersebut, seluruh unsur organisasi memiliki kesempatan untuk menyampaikan pandangan dan masukan terkait pengembangan PMI di masa depan.

Fokus Program Lima Tahun Mendatang

Di bawah kepemimpinan Imam Subekti, sejumlah bidang diproyeksikan tetap menjadi prioritas organisasi.

Bidang tersebut meliputi:

  • Kesiapsiagaan dan penanggulangan bencana.
  • Pelayanan kesehatan masyarakat.
  • Pelayanan darah.
  • Pembinaan relawan.
  • Penguatan kelembagaan.

Kelima sektor tersebut menjadi fondasi utama pelayanan PMI yang langsung bersentuhan dengan kebutuhan masyarakat.

Pentingnya Kolaborasi

Keberhasilan program kemanusiaan tidak dapat dilakukan oleh PMI sendiri.

Karena itu, penguatan kolaborasi dengan Pemerintah Kota Pasuruan, PMI Provinsi Jawa Timur, dunia usaha, kampus, komunitas, serta masyarakat menjadi kebutuhan yang terus ditingkatkan.

Kolaborasi memungkinkan program kemanusiaan berjalan lebih efektif dan menjangkau penerima manfaat yang lebih luas.

Dampak bagi Masyarakat

Pergantian kepemimpinan di tubuh PMI memiliki dampak langsung terhadap kualitas pelayanan publik.

Masyarakat membutuhkan organisasi yang mampu bergerak cepat dalam kondisi bencana, menyediakan dukungan kesehatan, dan membangun kesiapsiagaan berbasis komunitas.

Karena itu, keberlanjutan organisasi yang kuat menjadi kepentingan bersama, bukan hanya urusan internal PMI.

Penulis: Mabruri
Editor: Redaksi

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image