90 Warga Aeramo Terima Bantuan, Lansia Jadi Fokus Dukungan Pascagempa
LINTAS6.com, NAGEKEO – Sebanyak 90 warga terdampak gempa bumi di Desa Aeramo, RT 02, Kabupaten Nagekeo menerima bantuan logistik dalam kegiatan kemanusiaan yang berlangsung pada Sabtu (3/10/2026).
Penerima manfaat berasal dari 29 kepala keluarga yang terdiri atas 42 laki-laki dan 48 perempuan. Dari total penerima bantuan, sebanyak 36 orang merupakan warga lanjut usia atau lansia.
Data tersebut menunjukkan bahwa kelompok rentan menjadi bagian penting yang mendapat perhatian dalam proses pemulihan pascabencana.
Bantuan yang diberikan berupa 40 sarung, 20 gamis, dan 20 jersey. Distribusi dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat yang masih menjalani masa pemulihan setelah gempa.
Dalam situasi pascabencana, kelompok lansia sering menghadapi tantangan yang lebih besar dibandingkan kelompok usia produktif. Selain memiliki keterbatasan fisik, mereka juga lebih rentan terhadap perubahan kondisi lingkungan.
Karena itu, perhatian terhadap lansia menjadi salah satu aspek penting dalam setiap program kemanusiaan.
Ketua PMI Kabupaten Nagekeo, Kristianus Pantaleon Jogo, mengatakan bahwa bantuan yang diberikan bukan sekadar menyalurkan barang kepada masyarakat.
“Bagi PMI, bantuan bukan hanya tentang apa yang diberikan, tetapi juga tentang kepedulian dan kehadiran bersama masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, setiap respons kemanusiaan harus mempertimbangkan kebutuhan masyarakat yang ada di lapangan sehingga bantuan yang diberikan benar-benar bermanfaat.
Selain membantu memenuhi kebutuhan dasar, bantuan logistik juga memiliki dampak sosial yang penting. Kehadiran relawan di tengah masyarakat membantu membangun semangat dan optimisme warga untuk kembali bangkit.
Manfaat tersebut dirasakan langsung oleh masyarakat Aeramo.
Salah seorang warga, Gaudensius Rangga, menyampaikan bahwa bantuan yang diberikan sangat berarti bagi warga yang masih berupaya menata kembali kehidupan mereka.
“Kami sangat berterima kasih kepada PMI yang sudah datang dan membantu kami. Bantuan ini sangat berarti bagi warga,” katanya.
Dalam perspektif edukasi kebencanaan, distribusi bantuan merupakan bagian dari proses pemulihan yang lebih luas. Bantuan tidak hanya membantu kebutuhan jangka pendek, tetapi juga menjaga stabilitas sosial masyarakat selama masa transisi menuju kondisi yang lebih baik.
Masyarakat yang memperoleh dukungan memiliki peluang lebih besar untuk memulihkan aktivitas ekonomi, sosial, dan kehidupan keluarga secara bertahap.
Karena itu, kegiatan kemanusiaan seperti yang berlangsung di Aeramo memiliki relevansi yang penting, khususnya bagi daerah yang masih menjalani proses pemulihan setelah bencana.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat memperoleh bantuan nyata sekaligus dukungan moral yang dibutuhkan untuk menghadapi berbagai tantangan pascagempa.
