HOT NEWS

63 Keluarga Terdampak Gempa Terima Bantuan, Ini Layanan yang Diberikan


LINTAS6.com, MANGGARAI BARAT – Sebanyak 63 kepala keluarga atau 218 jiwa terdampak gempa di Desa Beo Sepang, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat mendapatkan sejumlah bentuk dukungan, mulai bantuan kebutuhan dasar hingga pelayanan kesehatan gratis.

Bantuan itu disalurkan dalam kegiatan PMI Kabupaten Manggarai Barat bersama Human Initiative (HI) di Dusun Golo Kaca pada 4 Oktober 2026. Selain bantuan barang, masyarakat mendapatkan layanan Pemulihan Hubungan Keluarga atau RFL.

Rangkaian pelayanan tersebut membuat penanganan kebutuhan masyarakat tidak hanya berorientasi pada satu jenis bantuan. Warga memperoleh dukungan untuk kebutuhan rumah tangga dan perlengkapan, sementara akses pelayanan kesehatan dan dukungan komunikasi keluarga juga tersedia.

Bantuan yang diberikan berasal dari dukungan Freeport yang dipercayakan kepada Human Initiative bersama PMI untuk disalurkan kepada masyarakat terdampak.

Dalam menentukan penerima, distribusi dilakukan berdasarkan data yang dihimpun Pemerintah Desa Beo Sepang. Kategori kerusakan rumah masyarakat menjadi pertimbangan dalam proses penyaluran.

Empat kelompok bantuan diberikan dalam kegiatan tersebut, yakni Paket Sembako, Hygiene Kit, Bedding Kit, dan Shelter Kit.

Ketua PMI Kabupaten Manggarai Barat, Yosef Suhardi, SH, menjelaskan dasar penyaluran serta bentuk bantuan yang dibagikan kepada masyarakat.

“Bantuan ini berasal dari Freeport dan dipercayakan kepada Human Initiative dan PMI untuk disalurkan kepada masyarakat terdampak di Desa Beo Sepang. Kami menyalurkannya berdasarkan data dari Pemerintah Desa Beo Sepang sesuai kategori kerusakan rumah. Bantuan yang kami salurkan berupa Paket Sembako, Hygiene Kit, Bedding Kit, dan Shelter Kit,” ungkap Yosef Suhardi, SH.

Penggunaan data pemerintah desa memberikan konteks penting terhadap distribusi tersebut. Penyaluran diarahkan dengan mengacu pada pendataan masyarakat terdampak dan kategori kerusakan rumah, bukan semata membagikan bantuan secara umum.

Bagi keluarga terdampak, masing-masing bentuk bantuan mempunyai fungsi dalam proses pemulihan. Paket sembako berkaitan dengan kebutuhan konsumsi rumah tangga. Hygiene Kit menunjang kebutuhan kebersihan, sementara Bedding Kit dan Shelter Kit merupakan bentuk dukungan perlengkapan bagi warga setelah bencana.

Namun dukungan yang dibawa ke Beo Sepang tidak berhenti pada bantuan berbentuk barang.

Pelayanan kesehatan gratis turut dihadirkan bagi masyarakat terdampak. Layanan kesehatan menjadi salah satu unsur yang dibutuhkan dalam fase pemulihan karena dampak sebuah bencana dapat bersinggungan dengan kondisi kesehatan masyarakat.

Selain itu, PMI menyediakan layanan RFL. Layanan ini ditujukan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan dukungan dalam pemulihan hubungan dan komunikasi keluarga setelah terjadinya bencana.

Pemerintah Desa Beo Sepang menyambut positif dukungan tersebut. Bernadus Burman, yang mewakili Pemerintah Desa Beo Sepang, menyampaikan apresiasi terhadap bantuan dan pelayanan kesehatan yang diberikan.

“Atas nama Pemerintah Desa Beo Sepang dan masyarakat, kami merasa bersyukur dan berterima kasih kepada Tim PMI Manggarai Barat yang sudah tulus dan peduli terhadap masyarakat Desa Beo Sepang yang terdampak bencana gempa bumi, melalui bantuan sembako dan pelayanan kesehatan gratis. Semoga PMI Manggarai Barat terus berkarya dan jaya selalu,” ungkapnya.

Manfaat kegiatan turut disampaikan dari sisi masyarakat penerima. Kosmas Jalang, yang mewakili masyarakat Desa Beo Sepang, mengaitkan bantuan dengan kebutuhan rumah tangga sekaligus proses pemulihan kondisi warga.

“Atas nama masyarakat Desa Beo Sepang, kami menyampaikan terima kasih yang berlimpah atas bantuan dari PMI yang sudah peduli kepada kami masyarakat yang terdampak gempa. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami demi pemulihan situasi dan kondisi, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun pemulihan psikis dan kesehatan masyarakat terdampak gempa,” tutur Kosmas.

Pernyataan tersebut memberi gambaran mengenai relevansi bantuan dari sudut pandang warga. Selepas bencana, kebutuhan masyarakat tidak berdiri sendiri. Pemenuhan kebutuhan sehari-hari berlangsung bersamaan dengan upaya mengembalikan kondisi kesehatan dan kehidupan keluarga.

Karena itu, kombinasi bantuan barang, pelayanan kesehatan dan RFL membuat dukungan mempunyai cakupan manfaat yang berbeda.

Bagi 218 warga terdampak, kegiatan ini merupakan akses terhadap bantuan yang bersentuhan dengan beberapa kebutuhan sekaligus. Sedangkan bagi proses penanganan pascabencana, pemanfaatan data pemerintah desa menjadi bagian penting dalam mengarahkan distribusi kepada masyarakat terdampak.

Penulis: Fili Agung 
Editor: Redaksi
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image