Kegiatan rutin Mujahadah Dzikrul Ghofilin ini dipimpin oleh Gus Mik dari Ponpes Darul Huda Mayak Ponorogo dan dihadiri oleh ratusan jamaah dari berbagai kalangan masyarakat setempat.
Bima Romadiansyah, S.H, panitia sekaligus Ketua Pemuda Krajan Paju, menjelaskan bahwa Mujahadah Dzikrul Ghofilin merupakan tradisi rutin yang dilaksanakan setiap Jumat Wage sebagai bentuk penguatan spiritual dan kerukunan umat.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Mik mengajak seluruh jamaah untuk mengikuti rangkaian acara dengan khidmat dan penuh kesungguhan.
Bima Romadiansyah, S.H, panitia sekaligus Ketua Pemuda Krajan Paju, menjelaskan bahwa Mujahadah Dzikrul Ghofilin merupakan tradisi rutin yang dilaksanakan setiap Jumat Wage sebagai bentuk penguatan spiritual dan kerukunan umat.
“Mujahadah Dzikrul Ghofilin adalah kegiatan spiritual bersungguh-sungguh (mujahadah) dalam membaca dzikir (dzikrul ghofilin) yang berarti ‘dzikir bagi orang-orang yang lalai’,” ujar Bima.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Mik mengajak seluruh jamaah untuk mengikuti rangkaian acara dengan khidmat dan penuh kesungguhan.
Beliau juga menekankan pentingnya menjaga kerukunan antar sesama warga sebagai bagian dari nilai-nilai yang diajarkan dalam Islam.
Bima Romadiansyah, S.H yang juga advokat muda ini menambahkan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk membangkitkan kesadaran umat yang sering lupa kepada Allah SWT, mengingatkan diri agar selalu mendekatkan diri kepada Tuhan, serta mengendalikan hawa nafsu yang dapat menjerumuskan pada perbuatan negatif.
Acara yang berlangsung di Masjid Krajan ini tidak hanya menjadi momen untuk memperkuat ibadah dan dzikir, tetapi juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antar warga Kelurahan Paju.
Bima Romadiansyah, S.H yang juga advokat muda ini menambahkan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk membangkitkan kesadaran umat yang sering lupa kepada Allah SWT, mengingatkan diri agar selalu mendekatkan diri kepada Tuhan, serta mengendalikan hawa nafsu yang dapat menjerumuskan pada perbuatan negatif.
“Tujuan dari kegiatan Mujahadah ini adalah untuk membangkitkan kesadaran umat yang sering lupa pada Allah SWT, mengingatkan diri untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, dan mengendalikan hawa nafsu, sehingga tercipta suasana religius yang menyejukkan dan membentengi diri dari kemudharatan modernisasi,” tutup Bima Romadiansyah, S.H dengan penuh harap.
Acara yang berlangsung di Masjid Krajan ini tidak hanya menjadi momen untuk memperkuat ibadah dan dzikir, tetapi juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antar warga Kelurahan Paju.
Dengan semangat kebersamaan, mereka berharap tradisi ini dapat terus lestari dan menjadi pengingat bagi seluruh umat untuk selalu dekat dengan Sang Pencipta di tengah arus perubahan zaman.
Penulis: Nur A.
Editor: Redaksi

