Menanggapi kondisi ini, Palang Merah Indonesia (PMI) Banten segera mengerahkan Tim Mobile Klinik Layanan Kesehatan untuk memberikan pelayanan medis langsung kepada warga terdampak. Kamis, (08/01/2026)
Kegiatan pelayanan kesehatan berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 15.00 WIB. Tim medis fokus menangani berbagai keluhan kesehatan yang muncul akibat bencana, seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), febris, dermatitis, common cold, dan myalgia.
Banjir bandang yang terjadi pada 26 November 2025 memaksa banyak warga mengungsi dari rumah mereka. Setelah air surut, masyarakat mulai kembali ke rumah meski kondisi belum ideal dan mulai membersihkan tempat tinggal.
Kegiatan pelayanan kesehatan berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 15.00 WIB. Tim medis fokus menangani berbagai keluhan kesehatan yang muncul akibat bencana, seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), febris, dermatitis, common cold, dan myalgia.
Banjir bandang yang terjadi pada 26 November 2025 memaksa banyak warga mengungsi dari rumah mereka. Setelah air surut, masyarakat mulai kembali ke rumah meski kondisi belum ideal dan mulai membersihkan tempat tinggal.
Dalam situasi pascabencana ini, risiko penyakit meningkat sehingga penanganan medis sangat dibutuhkan.
Tim Mobile Klinik PMI Banten yang diterjunkan terdiri dari dokter, perawat, dan bidan berpengalaman. Salah satu dokter, dr. Eling Andyani, menyampaikan,
Selain dr. Eling, tim juga diisi oleh dr. Ulfa Yani, perawat Syehan Albi Maulana Hendra dan Siti Maesaroh, serta bidan Elsa Nabila dan Rita Amelia, yang bekerja sama memberikan layanan kesehatan langsung di lokasi.
Kepala Desa Blang Panjoe, M Ruslan Abdul Gani, memberikan apresiasi tinggi atas kehadiran Tim PMI.
Dalam masa pemulihan yang penuh tantangan ini, kolaborasi antara PMI, pemerintah desa, dan masyarakat sangat krusial. Pemerintah desa telah mendirikan dapur umum mandiri dan menginstruksikan evakuasi sementara untuk melindungi warga dari bahaya lanjutan. Namun, bantuan dari masyarakat luas juga sangat dibutuhkan, baik dalam bentuk donasi maupun dukungan moral.
dr. Eling Andyani mengajak semua pihak untuk berpartisipasi,
Penanganan kesehatan pascabencana oleh Tim Mobile Klinik PMI Banten di Desa Blang Panjoe menjadi contoh nyata kepedulian dan profesionalisme dalam menghadapi situasi kritis.
Tim Mobile Klinik PMI Banten yang diterjunkan terdiri dari dokter, perawat, dan bidan berpengalaman. Salah satu dokter, dr. Eling Andyani, menyampaikan,
"Kami dari tim berfokus pada penanganan penyakit yang paling banyak ditemukan pascabencana. Dari satu desa ini, kami melayani 29 orang yang membutuhkan bantuan medis."
Selain dr. Eling, tim juga diisi oleh dr. Ulfa Yani, perawat Syehan Albi Maulana Hendra dan Siti Maesaroh, serta bidan Elsa Nabila dan Rita Amelia, yang bekerja sama memberikan layanan kesehatan langsung di lokasi.
Kepala Desa Blang Panjoe, M Ruslan Abdul Gani, memberikan apresiasi tinggi atas kehadiran Tim PMI.
"Layanan kesehatan ini sangat penting bagi masyarakat kami yang masih dalam masa pemulihan pascabencana. Kami berterima kasih kepada PMI dan semua pihak yang telah berkontribusi," ujarnya. Ia juga menekankan bahwa kehadiran tim medis tidak hanya membantu pemulihan fisik warga, tetapi juga membangkitkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial di antara masyarakat.
Dalam masa pemulihan yang penuh tantangan ini, kolaborasi antara PMI, pemerintah desa, dan masyarakat sangat krusial. Pemerintah desa telah mendirikan dapur umum mandiri dan menginstruksikan evakuasi sementara untuk melindungi warga dari bahaya lanjutan. Namun, bantuan dari masyarakat luas juga sangat dibutuhkan, baik dalam bentuk donasi maupun dukungan moral.
dr. Eling Andyani mengajak semua pihak untuk berpartisipasi,
"Kami mengajak semua pihak untuk turut serta membantu masyarakat Blang Panjoe. Bantuan sekecil apapun sangat berarti dan dapat mempercepat proses pemulihan."
Penanganan kesehatan pascabencana oleh Tim Mobile Klinik PMI Banten di Desa Blang Panjoe menjadi contoh nyata kepedulian dan profesionalisme dalam menghadapi situasi kritis.
Diharapkan upaya ini dapat terus berlanjut dan menginspirasi banyak pihak untuk bersama-sama membantu mereka yang membutuhkan.
Penulis: Nur A.
Editor: Redaksi


