PMI Sumut Hadirkan Senyum Ceria untuk Anak-anak Tapanuli Tengah Pasca Banjir dan Longsor




lintas6.com, Tapanuli Tengah –
Senyum ceria kembali menghiasi wajah anak-anak di Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah, setelah Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Sumatera Utara memberikan bantuan berupa 300 paket tas dan alat tulis sekolah. Bantuan ini merupakan bagian dari upaya mendukung kelangsungan pendidikan anak-anak pasca bencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah tersebut.

Penyaluran bantuan dilakukan langsung oleh PMI Sumut sebagai wujud kepedulian terhadap generasi muda yang kehilangan perlengkapan sekolah akibat bencana. Selain bantuan materi, PMI juga menghadirkan tim khusus untuk memberikan Dukungan Psikososial (PSS) melalui sesi trauma healing, guna membantu pemulihan kesehatan mental anak-anak.



Wakil Ketua PMI Sumatera Utara, Dr. H. Sakhyan Asmara, MSP., menegaskan bahwa kehadiran PMI adalah untuk memastikan semangat belajar anak-anak di Tapanuli Tengah tidak padam meski menghadapi kesulitan.

"Kami hadir di Kecamatan Badiri dengan membawa pesan bahwa pendidikan tidak boleh terhenti meski dalam kondisi sulit. Distribusi 300 paket sekolah ini kami harapkan dapat meringankan beban orang tua dan memotivasi anak-anak agar kembali bersemangat masuk sekolah di tahun ajaran baru ini," ujar Dr. Sakhyan.

Lebih lanjut, beliau menekankan pentingnya pemulihan psikis anak-anak.

"Selain tas dan buku, kami memberikan dukungan psikososial. Anak-anak harus dibantu untuk melupakan ketakutan saat bencana terjadi agar mereka bisa kembali beraktivitas dengan ceria dan fokus mengejar cita-cita."



Kegiatan bantuan yang berpusat di Desa Lopian ini mendapat sambutan hangat dari perangkat desa dan warga sekitar. Kepala Lingkungan 2 Desa Lopian, Meizar Ahmad Siregar, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas perhatian cepat dari PMI Sumut.

"Kami sangat berterima kasih kepada PMI Sumatera Utara, khususnya Sakhyan dan tim. Bantuan ini sangat tepat sasaran karena banyak anak-anak di lingkungan kami yang alat tulisnya rusak atau hilang terbawa banjir. Dengan adanya bantuan tas dan alat tulis ini, orang tua merasa sangat terbantu, dan anak-anak pun tampak senang mengikuti kegiatan trauma healing tadi," ungkap Meizar.


Melalui langkah nyata ini, PMI Sumatera Utara berharap proses pemulihan pasca-bencana di Tapanuli Tengah dapat berjalan lebih cepat, khususnya bagi kelompok rentan seperti anak-anak. Dengan perlengkapan sekolah yang lengkap dan dukungan psikososial, anak-anak diharapkan dapat menyambut tahun ajaran baru dengan penuh kesiapan dan semangat baru.


Penulis: Nur A. 
Editor: Redaksi
Baca Juga
Lebih baru Lebih lama

Template Code (Do not disable)

close