PMI Kirim 2.500 Ton Bantuan untuk Pemulihan Bencana di Sumatera dan Aceh



lintas6.com, Jakarta – Palang Merah Indonesia (PMI) mengumumkan pengiriman bantuan kemanusiaan besar-besaran ke wilayah Sumatera dan Aceh yang terdampak bencana. Bantuan dengan total berat sekitar 2.500 ton ini akan diberangkatkan melalui Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, pada Sabtu (3/1) menggunakan kapal Kalla Lines.

Proses pemuatan bantuan telah berlangsung intensif sejak Jumat (2/1) untuk memastikan keberangkatan tepat waktu. Fokus utama bantuan ini adalah mendukung tahap pemulihan dan rehabilitasi, khususnya operasi pembersihan pascabencana agar masyarakat dapat kembali ke rumah dan memulai kehidupan sehari-hari secepat mungkin.

Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla, menekankan pentingnya operasi pembersihan ini menjelang Bulan Ramadhan. 
“Operasi pembersihan ini perlu segera dilakukan karena menjelang Bulan Ramadhan, seluruh masjid dan rumah masyarakat harus bersih. Dengan begitu, masyarakat dapat kembali ke rumah dan memulai kehidupan yang baru dengan lebih layak dan bermartabat,” ujar Kalla.

Bantuan yang dikirim meliputi berbagai alat pembersihan seperti 41 unit mini ekskavator, 200 jet cleaner, 20 ribu cleaning kit, 20 ribu pacul, dan 20 ribu sekop. Peralatan ini difokuskan untuk mempercepat pembersihan lumpur dan material sisa bencana di daerah terdampak.

Selain itu, PMI juga memberikan perhatian khusus pada pendidikan anak-anak terdampak bencana dengan mengirimkan 1,5 juta buku tulis, 20 ribu paket sekolah berisi buku tulis, pulpen, dan pensil warna, serta 5 ribu tas sekolah. 
Menurut Jusuf Kalla, 
“Saat banjir bandang terjadi, banyak buku sekolah anak-anak yang hanyut dan rusak. Karena itu, PMI fokus membantu anak-anak sekolah dengan menyediakan buku dan paket sekolah agar mereka bisa kembali belajar dan bersekolah seperti biasa.”

Untuk menjaga martabat dan kenyamanan masyarakat selama masa pemulihan, PMI juga mengirimkan 20 ribu paket bantuan bermartabat yang berisi pakaian pria dan wanita, pakaian dalam, sarung, serta perlengkapan ibadah.

Di fase transisi dari tanggap darurat ke pemulihan awal, bantuan logistik tambahan berupa 2 ribu paket sembako, 1.259 dus mi instan, 812 unit kompor lengkap dengan regulator, dan 1.000 peralatan dapur juga turut diberangkatkan.

Operasi kemanusiaan PMI ini direncanakan berlangsung selama satu tahun, mencakup pemulihan awal hingga rehabilitasi dan rekonstruksi. PMI juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh donatur dan masyarakat Indonesia atas dukungan dan solidaritasnya yang menjadi bagian integral dari upaya kemanusiaan ini.

Dengan kerjasama dan kolaborasi yang kuat, PMI optimis dapat mempercepat pemulihan masyarakat di wilayah terdampak bencana Sumatera dan Aceh.

Penulis: Nur A. 
Editor: Redaksi
Baca Juga
Lebih baru Lebih lama

Template Code (Do not disable)

close