Ketika banjir bandang melanda, Kabupaten Bener Meriah mengalami isolasi total. Aliran listrik terputus, jaringan internet lumpuh, dan akses jalan menuju daerah tersebut tidak dapat dilalui. Kondisi ini menyebabkan komunikasi antarwarga, terutama yang memiliki keluarga di luar daerah terdampak, menjadi sangat sulit bahkan nyaris tidak mungkin dilakukan.
Manza, yang berada di Banda Aceh pada waktu itu, merasakan kecemasan yang luar biasa. Ia berupaya mencari kabar tentang kondisi ibu dan keluarganya melalui berbagai media sosial dan saluran informasi lainnya. Namun, keterbatasan akses dan situasi yang darurat membuatnya sulit untuk mendapatkan informasi yang jelas. Kekhawatiran Manza kian bertambah seiring berjalannya waktu tanpa kabar.
Sementara itu, di Kabupaten Bener Meriah, ibu Manza dan keluarganya juga merasakan ketakutan dan kebingungan yang sama. Setelah beberapa hari, ketika kondisi mulai membaik, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bener Meriah berhasil menyediakan akses listrik dan jaringan internet darurat yang dapat digunakan oleh masyarakat terdampak bencana. Fasilitas ini menjadi titik terang dan harapan baru bagi warga untuk kembali menjalin komunikasi dengan keluarga mereka yang terpisah.
Melalui fasilitas tersebut, ibu Manza akhirnya dapat menghubungi anaknya dan mengetahui bahwa PMI juga menyediakan layanan khusus bernama Layanan Pemulihan Hubungan Keluarga (Restoring Family Links/RFL). Dengan penuh harap, ibu Manza meminta bantuan PMI untuk memastikan keberadaan dan keselamatan Manza.
PMI Kabupaten Bener Meriah segera menginisiasi upaya kemanusiaan dengan berkoordinasi bersama PMI Banda Aceh. Proses pencarian Manza dilakukan secara intensif dan terorganisir. Berkat kerja sama lintas wilayah PMI yang solid, Manza berhasil ditemukan dalam kondisi selamat di Banda Aceh.
Setelah itu, PMI memfasilitasi kepulangan Manza ke Kabupaten Bener Meriah. Pertemuan kembali antara Manza dengan ibu serta keluarganya berlangsung penuh haru, dengan tangis dan pelukan hangat sebagai saksi bisu betapa bencana memang mampu memisahkan, tetapi kepedulian dan kemanusiaan mampu mempertemukan kembali.
Kisah Manza ini menjadi bukti nyata betapa pentingnya peran Layanan Pemulihan Hubungan Keluarga PMI dalam membantu keluarga yang terpisah akibat bencana alam. Di tengah keterbatasan dan situasi darurat, PMI hadir tidak hanya memberikan bantuan fisik berupa makanan, obat-obatan, dan fasilitas darurat, tetapi juga membantu memulihkan ikatan keluarga dan memberikan harapan baru kepada masyarakat terdampak.
Layanan ini menjadi jembatan komunikasi yang vital, menghubungkan keluarga yang terpisah dan memberikan ketenangan batin bagi mereka yang tengah menunggu kabar. Melalui upaya kemanusiaan dan teknologi yang dimiliki, PMI membuktikan komitmennya dalam menjaga nilai-nilai kemanusiaan dan solidaritas di tengah situasi sulit.
Kisah Manza dan keluarganya mengajarkan kita bahwa dalam menghadapi bencana, selain bantuan fisik, dukungan emosional dan pemulihan hubungan keluarga juga sangat krusial. PMI dengan layanan Restoring Family Links-nya terus menjadi pilar penting dalam membantu masyarakat melewati masa-masa sulit dan membangun kembali kehidupan yang sempat tercerai-berai.
Penulis: Nur A.
Editor: Redaksi

