![]() |
| Ridwan S. Carman, Kepala Divisi Penanggulangan Bencana PMI Pusat saat membuka Pelatihan Dasar Cash and Voucher Assistance (CVA) atau Bantuan Non Tunai (BNT) secara daring |
Pelatihan ini digelar dalam dua tahap di dua regional berbeda, yaitu Regional 1 pada 1–3 Desember 2025 dan Regional 2 pada 8–10 Desember 2025, sebagai bagian dari strategi memperkuat implementasi bantuan non tunai yang semakin vital dalam operasi kemanusiaan.
Pelatihan daring ini diikuti oleh 536 peserta dari berbagai wilayah di Indonesia yang lolos seleksi ketat. Inisiatif ini menjadi langkah nyata PMI dalam mengadaptasi metode bantuan kemanusiaan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang semakin dinamis, terutama menghadapi tantangan bencana hidrometeorologi yang terus meningkat.
Ridwan S. Carman, Kepala Divisi Penanggulangan Bencana PMI Pusat, menegaskan pentingnya penguatan kapasitas CVA dalam konteks bencana yang berkembang pesat.
Ia menambahkan bahwa kemampuan PMI dalam mengimplementasikan CVA akan meningkatkan layanan kemanusiaan, khususnya dalam fase tanggap darurat di mana distribusi logistik konvensional sering terkendala.
Pelatihan mencakup berbagai aspek penting seperti konsep dasar CVA, kebijakan nasional, kajian kelayakan, metodologi penyaluran bantuan, serta penggunaan platform Kobo Collect. Dengan model pembelajaran daring, PMI memastikan SDM di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota mendapatkan kesempatan belajar yang setara, memperkuat penerapan CVA secara menyeluruh dan profesional.
PMI berharap SDM yang telah dilatih dapat mengimplementasikan BNT lebih efektif dan profesional, serta mendukung kesiapan PMI dalam melaksanakan Aksi Merespon Peringatan Dini (AMPD) di wilayah rawan bencana.
Inisiatif ini memperlihatkan dedikasi PMI dalam menghadapi tantangan bencana yang semakin kompleks. Dengan adaptasi teknologi dan peningkatan kapasitas SDM, PMI semakin siap dan cepat memberikan dukungan kemanusiaan yang dibutuhkan masyarakat Indonesia.
Pelatihan daring ini diikuti oleh 536 peserta dari berbagai wilayah di Indonesia yang lolos seleksi ketat. Inisiatif ini menjadi langkah nyata PMI dalam mengadaptasi metode bantuan kemanusiaan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang semakin dinamis, terutama menghadapi tantangan bencana hidrometeorologi yang terus meningkat.
Ridwan S. Carman, Kepala Divisi Penanggulangan Bencana PMI Pusat, menegaskan pentingnya penguatan kapasitas CVA dalam konteks bencana yang berkembang pesat.
“Kejadian banjir yang melanda Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh beberapa waktu terakhir menunjukkan betapa cepatnya kebutuhan masyarakat berubah. Pendekatan bantuan non tunai memungkinkan PMI merespon lebih fleksibel, tepat sasaran, dan efektif dalam mendukung pemulihan,” ujar Ridwan.
Ia menambahkan bahwa kemampuan PMI dalam mengimplementasikan CVA akan meningkatkan layanan kemanusiaan, khususnya dalam fase tanggap darurat di mana distribusi logistik konvensional sering terkendala.
“Dengan CVA, kita dapat menjangkau kelompok terdampak lebih cepat dan efisien, menjadikan bantuan lebih adaptif terhadap situasi darurat,” tambahnya.
Pelatihan mencakup berbagai aspek penting seperti konsep dasar CVA, kebijakan nasional, kajian kelayakan, metodologi penyaluran bantuan, serta penggunaan platform Kobo Collect. Dengan model pembelajaran daring, PMI memastikan SDM di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota mendapatkan kesempatan belajar yang setara, memperkuat penerapan CVA secara menyeluruh dan profesional.
PMI berharap SDM yang telah dilatih dapat mengimplementasikan BNT lebih efektif dan profesional, serta mendukung kesiapan PMI dalam melaksanakan Aksi Merespon Peringatan Dini (AMPD) di wilayah rawan bencana.
“BNT akan segera diterapkan dalam penanganan dampak bencana di Sumatera, dikombinasikan dengan bantuan langsung untuk hasil yang optimal,” tutup Ridwan.
Inisiatif ini memperlihatkan dedikasi PMI dalam menghadapi tantangan bencana yang semakin kompleks. Dengan adaptasi teknologi dan peningkatan kapasitas SDM, PMI semakin siap dan cepat memberikan dukungan kemanusiaan yang dibutuhkan masyarakat Indonesia.
Penulis: Nur A.
Editor: Redaksi

