Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak erupsi Gunung Semeru baru-baru ini.
Sebanyak 137 paket bantuan disiapkan dan didistribusikan langsung kepada para korban. Setiap paket berisi kebutuhan dasar yang sangat penting, mulai dari sembako seperti beras 5 kg, gula 2 kg, minyak goreng 2 liter, dan 10 bungkus mie instan. Selain itu, paket juga dilengkapi dengan family kit yang berisi timba, tikar, handuk, sarung, dan selimut, serta hygiene kit yang mencakup sabun mandi, sikat gigi, odol, dan shampoo.
Tidak hanya itu, untuk mendukung kesehatan warga, setiap paket juga menyertakan obat-obatan ringan, vitamin, dan minyak kayu putih. Dalam rangka mendukung keberlangsungan pendidikan anak-anak terdampak bencana, alat tulis juga diberikan. Sebagai pelengkap, snack berupa biskuit disediakan untuk meringankan suasana dan memberikan perhatian lebih kepada para penyintas.
Bantuan ini berasal dari PMI Provinsi Jawa Timur dan sejumlah donatur dermawan yang peduli terhadap kondisi warga terdampak erupsi. Proses pendistribusian melibatkan pengurus, staf, dan relawan PMI Kabupaten Lumajang yang bekerja keras di lapangan.
Nurhadi Santoso, Wakil Sekretaris sekaligus Kepala Markas PMI Lumajang, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada semua pihak yang telah berkontribusi.
Nurhadi juga menekankan pentingnya sinergi dalam penanganan bencana.
PMI Kabupaten Lumajang berkomitmen terus berada di garis depan dalam upaya bantuan dan pemulihan pascabencana. Ke depan, PMI berharap dapat memperluas jaringan kerja sama dan meningkatkan kapasitas dalam menghadapi berbagai tantangan kemanusiaan.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa kebersamaan dan gotong-royong adalah kunci utama dalam menghadapi masa sulit akibat bencana. Semoga langkah yang telah dilakukan oleh PMI dan seluruh elemen masyarakat dapat menjadi inspirasi untuk terus menumbuhkan kedamaian dan kesejahteraan sosial di Indonesia.
Sebanyak 137 paket bantuan disiapkan dan didistribusikan langsung kepada para korban. Setiap paket berisi kebutuhan dasar yang sangat penting, mulai dari sembako seperti beras 5 kg, gula 2 kg, minyak goreng 2 liter, dan 10 bungkus mie instan. Selain itu, paket juga dilengkapi dengan family kit yang berisi timba, tikar, handuk, sarung, dan selimut, serta hygiene kit yang mencakup sabun mandi, sikat gigi, odol, dan shampoo.
Tidak hanya itu, untuk mendukung kesehatan warga, setiap paket juga menyertakan obat-obatan ringan, vitamin, dan minyak kayu putih. Dalam rangka mendukung keberlangsungan pendidikan anak-anak terdampak bencana, alat tulis juga diberikan. Sebagai pelengkap, snack berupa biskuit disediakan untuk meringankan suasana dan memberikan perhatian lebih kepada para penyintas.
Bantuan ini berasal dari PMI Provinsi Jawa Timur dan sejumlah donatur dermawan yang peduli terhadap kondisi warga terdampak erupsi. Proses pendistribusian melibatkan pengurus, staf, dan relawan PMI Kabupaten Lumajang yang bekerja keras di lapangan.
Nurhadi Santoso, Wakil Sekretaris sekaligus Kepala Markas PMI Lumajang, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada semua pihak yang telah berkontribusi.
"Kami sangat berterima kasih kepada PMI Provinsi Jawa Timur dan para donatur dermawan yang telah menunjukkan kepedulian terhadap saudara-saudara kita di Dusun Sumberlangsep. Bantuan ini diharapkan bisa sedikit meringankan beban dan memberikan harapan baru bagi mereka yang terdampak," ujarnya penuh haru.
Nurhadi juga menekankan pentingnya sinergi dalam penanganan bencana.
"Keberhasilan pendistribusian bantuan ini tidak lepas dari kerja keras tim kami di lapangan dan dukungan masyarakat luas. Kami berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin oleh para penerima agar kebutuhan dasar mereka terpenuhi dalam situasi darurat ini," tambahnya.
PMI Kabupaten Lumajang berkomitmen terus berada di garis depan dalam upaya bantuan dan pemulihan pascabencana. Ke depan, PMI berharap dapat memperluas jaringan kerja sama dan meningkatkan kapasitas dalam menghadapi berbagai tantangan kemanusiaan.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa kebersamaan dan gotong-royong adalah kunci utama dalam menghadapi masa sulit akibat bencana. Semoga langkah yang telah dilakukan oleh PMI dan seluruh elemen masyarakat dapat menjadi inspirasi untuk terus menumbuhkan kedamaian dan kesejahteraan sosial di Indonesia.
Penulis: Nur A.
Editor: Redaksi

