PMI Kirim Kapal Berisi 60 Tangki Air dan Bantuan untuk Korban Bencana di Sumatera
0 menit baca
![]() |
| PMI Kirim Kapal Berisi 60 Tangki Air dan Bantuan untuk Korban Bencana di Sumatera |
Misi kolosal ini dirancang untuk memberikan bantuan menyeluruh bagi korban bencana yang baru-baru ini melanda beberapa wilayah di Sumatera, termasuk Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Keberangkatan kapal ini merupakan hasil dari kerja sama strategis antara PMI dengan Kalla Lines.
Pemberangkatan Kapal Kemanusiaan ini menandai langkah awal dalam respons PMI terhadap situasi darurat yang melanda ketiga provinsi tersebut. Asmawi Syam, Kepala Bidang Penanggulangan Bencana PMI, menegaskan bahwa PMI berkomitmen untuk memberikan bantuan cepat dan efektif guna memenuhi kebutuhan mendesak dari masyarakat terkena dampak.
"Keberangkatan ini adalah bentuk nyata dari kesiapan serta solidaritas kami dalam mengatasi bencana. Kami berkomitmen untuk membuat perbedaan dalam kehidupan masyarakat yang sedang berjuang," ungkapnya.
Di antara berbagai bantuan yang dibawa, kapal ini mengangkut 31 tangki air bersih yang kemudian ditambahkan ke 29 tangki yang sudah ada di lokasi bencana, sehingga jumlah total mencapai 60 tangki.
Asmawi menyebutkan bahwa penyediaan air bersih merupakan prioritas utama dalam misi ini mengingat krisis air yang dihadapi warga di daerah bencana.
"Air bersih adalah fondasi untuk pulihnya kehidupan sehari-hari bagi masyarakat kami," ujarnya.
Selain air bersih, PMI juga telah menyiapkan bantuan logistik lain yang signifikan, antara lain 40 unit alkon, 200 tandon air, hingga 10.000 kompor beserta regulatornya. Tidak kurang dari 50.000 sarung, 10.000 mi instan, dan 10.000 karung beras dikirimkan untuk menghadapi kebutuhan pangan yang mendesak. Bantuan ini juga termasuk 17.000 pakaian baru, 6.000 masker kain, 600 sprayer, dan 600 terpal untuk mendukung kebutuhan tempat tinggal sementara, terutama bagi kaum rentan.
PMI telah menyiapkan personel mumpuni sebanyak 88 orang yang akan mendampingi perjalanan dan distribusi bantuan ini. Perjalanan kapal yang dimulai pukul 14.00 WIB ini dijadwalkan akan mengunjungi Belawan, Lhokseumawe, dan Banda Aceh dalam kurun waktu empat hari. Sementara itu, untuk wilayah Sumatera Barat, PMI menjadwalkan pengiriman bantuan tahap selanjutnya melalui jalur laut dan darat dengan memanfaatkan logistik lokal guna mempercepat proses distribusi.
Untuk menanggapi kebutuhan mendesak lainnya, PMI juga mengirimkan sebanyak 1.500 kantong darah memanfaatkan transportasi udara guna mendukung stok darah di fasilitas kesehatan setempat.
"Prioritas kami adalah menyediakan air bersih untuk konsumsi serta membersihkan rumah-rumah dari sisa lumpur akibat bencana," terang Asmawi lebih lanjut.
Sikap profesional ditunjukkan PMI dengan menetapkan kehadiran organisasinya selama minimal satu tahun di wilayah terdampak, hingga fase rehabilitasi selesai, di bawah kepemimpinan Ketua Umum Jusuf Kalla. PMI, bersama dengan PDAM setempat, telah menyediakan 60 unit pompa air demi menjawab tantangan penyediaan air bersih.
PMI berharap agar pengiriman logistik ini dapat tiba tepat waktu di lokasi tujuan dan segera didistribusikan kepada mereka yang paling membutuhkan. Melalui kerja sama dengan PMI daerah yang telah memetakan kebutuhan di lapangan, diharapkan bantuan dapat diterima dengan cepat dan tepat sasaran.
Dengan semangat kolektif ini, PMI menegaskan kembali misinya untuk memberikan bantuan yang bermakna bagi masyarakat terdampak di Sumatera. Dalam situasi yang penuh tantangan ini, PMI berkomitmen untuk hadir dan memberikan yang terbaik bagi kemanusiaan.
Penulis: Nur A.
Editor: Redaksi
