PMI Kirim 60 Mobil Tangki Air untuk Bantu Korban Bencana di Sumatera
0 menit baca
lintas6.com, Jakarta – Palang Merah Indonesia (PMI) mengambil langkah konkret dalam menangani dampak bencana banjir besar yang melanda beberapa wilayah di Sumatera dengan mengirimkan 60 unit mobil tangki air untuk memenuhi kebutuhan air bersih penduduk terdampak. Pengiriman ini merupakan bagian dari upaya bantuan kemanusiaan dan pemulihan pascabencana yang dilakukan PMI.
Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla, menyampaikan bahwa pengiriman mobil tangki air akan dimulai besok, dengan 20 unit di antaranya berasal dari Sumatera Barat.
Dalam beberapa waktu terakhir, PMI telah aktif menyalurkan berbagai bentuk bantuan, termasuk kantong darah untuk mendukung layanan kesehatan di rumah sakit Banda Aceh serta kebutuhan mendesak lainnya. Jusuf Kalla menekankan pentingnya stabilisasi layanan kesehatan selama masa awal bencana.
Selain mobil tangki air, PMI juga menyiapkan puluhan ribu kompor gas, penjernih air, dan kebutuhan logistik dasar lainnya. Jusuf Kalla menegaskan bahwa suplai air bersih harus berkelanjutan setidaknya selama satu tahun ke depan guna memastikan keberlangsungan hidup para penyintas bencana.
Jusuf Kalla memperkirakan anggaran yang diperlukan untuk operasi besar ini mencapai Rp60 miliar, dengan target tiga provinsi paling terdampak: Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk turut berpartisipasi memberikan bantuan, baik berupa barang maupun dana.
Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla, menyampaikan bahwa pengiriman mobil tangki air akan dimulai besok, dengan 20 unit di antaranya berasal dari Sumatera Barat.
“Kebutuhan air bersih adalah hal mendesak yang harus segera dipenuhi. Kami mengirim 60 unit mobil tangki air untuk memastikan masyarakat bisa mendapatkan akses air bersih,” ujar Jusuf Kalla saat meninjau gudang logistik PMI di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (1/12/2025).
Dalam beberapa waktu terakhir, PMI telah aktif menyalurkan berbagai bentuk bantuan, termasuk kantong darah untuk mendukung layanan kesehatan di rumah sakit Banda Aceh serta kebutuhan mendesak lainnya. Jusuf Kalla menekankan pentingnya stabilisasi layanan kesehatan selama masa awal bencana.
Selain mobil tangki air, PMI juga menyiapkan puluhan ribu kompor gas, penjernih air, dan kebutuhan logistik dasar lainnya. Jusuf Kalla menegaskan bahwa suplai air bersih harus berkelanjutan setidaknya selama satu tahun ke depan guna memastikan keberlangsungan hidup para penyintas bencana.
“Kami juga menyiagakan 200 unit mobil tangki air untuk kebutuhan jangka panjang, beserta 10 unit penjernih air yang akan ditempatkan di berbagai titik rawan,” tambahnya.
Jusuf Kalla memperkirakan anggaran yang diperlukan untuk operasi besar ini mencapai Rp60 miliar, dengan target tiga provinsi paling terdampak: Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk turut berpartisipasi memberikan bantuan, baik berupa barang maupun dana.
“Kita semua bisa mendukung dengan berbagai cara. Donasi bisa disalurkan melalui gudang PMI atau langsung ke Markas PMI,” ungkapnya.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban jiwa akibat bencana ini mencapai 442 orang, dengan ratusan lainnya masih dinyatakan hilang dan terluka. Wilayah Sumatera Utara mencatat korban tewas terbanyak yaitu 217 orang, diikuti Sumatera Barat dengan 129 orang, dan Aceh dengan 96 orang.
PMI menegaskan bahwa relawan mereka akan bertugas selama satu tahun penuh guna memastikan semua kebutuhan dasar penduduk terpenuhi dengan baik. Jusuf Kalla kembali menekankan bahwa setiap bantuan yang dikirimkan sangat berarti bagi mereka yang terdampak.
PMI menegaskan bahwa relawan mereka akan bertugas selama satu tahun penuh guna memastikan semua kebutuhan dasar penduduk terpenuhi dengan baik. Jusuf Kalla kembali menekankan bahwa setiap bantuan yang dikirimkan sangat berarti bagi mereka yang terdampak.
Dengan berbagai upaya yang sedang digalakkan, PMI memastikan masyarakat yang membutuhkan mendapatkan bantuan secepat mungkin. Inisiatif ini juga diharapkan mendorong lebih banyak pihak untuk aktif terlibat dalam pemulihan pascabencana di Sumatera.
Penulis: Nur A.
Editor: Redaksi
Penulis: Nur A.
Editor: Redaksi
