Penyaluran bantuan yang berlangsung pada Rabu ini di Posko Pengungsian Kampung Sintep, langsung didampingi oleh Perwakilan PMI Aceh, Fauzi Husaini.
Fauzi Husaini menjelaskan bahwa bantuan sembako yang diberikan merupakan hasil galangan dana dari Unit Pengumpul Zakat Bakti Bersama Banjarmasin.
Fauzi Husaini menjelaskan bahwa bantuan sembako yang diberikan merupakan hasil galangan dana dari Unit Pengumpul Zakat Bakti Bersama Banjarmasin.
PMI Aceh Tengah dipercaya untuk menyalurkan bantuan tersebut kepada 87 kepala keluarga yang terdampak bencana alam yang terjadi pada 26 November 2025 lalu.
Selain penyaluran sembako, Fauzi menegaskan bahwa PMI Aceh Tengah akan terus melakukan pendataan dan asesmen korban bencana agar bantuan dapat tersalurkan secara tepat sasaran.
Tidak hanya dari PMI Aceh Tengah, bantuan juga datang dari PMI Pusat yang mengirimkan puluhan alat berat untuk mempercepat proses penanganan pasca bencana di wilayah Aceh. Fauzi menjelaskan,
Ketua PMI Jusuf Kalla melalui perwakilannya menegaskan bahwa PMI terus berkomitmen untuk hadir di tengah masyarakat saat bencana melanda.
Bencana alam yang melanda Kampung Sintep dan sekitarnya pada akhir November lalu telah menyebabkan kerusakan signifikan dan memaksa ratusan warga mengungsi. Bantuan dari PMI menjadi salah satu penopang utama bagi korban untuk bisa bertahan hingga masa pemulihan.
Dengan kerja keras dan sinergi antara PMI Aceh Tengah, PMI Aceh, dan PMI Pusat, diharapkan proses pemulihan di wilayah terdampak dapat berjalan dengan lebih cepat dan korban bencana segera dapat kembali menjalani kehidupan normal.
“Hari ini, sebanyak 1,1 ton sembako telah kita salurkan kepada 87 kepala keluarga di Kampung Sintep. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban mereka yang sedang mengalami masa sulit pasca bencana,” ujar Fauzi Husaini kepada awak media.
Selain penyaluran sembako, Fauzi menegaskan bahwa PMI Aceh Tengah akan terus melakukan pendataan dan asesmen korban bencana agar bantuan dapat tersalurkan secara tepat sasaran.
“Tim kami masih terus bekerja di lapangan untuk mendata korban yang membutuhkan bantuan. Ini penting agar setiap bantuan yang masuk benar-benar sampai kepada yang berhak menerima,” tambahnya.
Tidak hanya dari PMI Aceh Tengah, bantuan juga datang dari PMI Pusat yang mengirimkan puluhan alat berat untuk mempercepat proses penanganan pasca bencana di wilayah Aceh. Fauzi menjelaskan,
“Alat berat ini begitu tiba akan disebar ke seluruh wilayah Aceh yang terdampak. Untuk Aceh Tengah sendiri, akan hadir tiga unit alat berat yang akan membantu proses pemulihan.”
Ketua PMI Jusuf Kalla melalui perwakilannya menegaskan bahwa PMI terus berkomitmen untuk hadir di tengah masyarakat saat bencana melanda.
“PMI berupaya memberikan bantuan seoptimal mungkin, baik berupa sembako, alat berat, maupun dukungan lain yang dibutuhkan korban bencana,” ungkap Fauzi.
Bencana alam yang melanda Kampung Sintep dan sekitarnya pada akhir November lalu telah menyebabkan kerusakan signifikan dan memaksa ratusan warga mengungsi. Bantuan dari PMI menjadi salah satu penopang utama bagi korban untuk bisa bertahan hingga masa pemulihan.
Dengan kerja keras dan sinergi antara PMI Aceh Tengah, PMI Aceh, dan PMI Pusat, diharapkan proses pemulihan di wilayah terdampak dapat berjalan dengan lebih cepat dan korban bencana segera dapat kembali menjalani kehidupan normal.
Penulis: Nur A.
Editor: Redaksi

