Pemkab Banyuwangi Terapkan Standar Baru Rumah Aman Gempa dalam Program Bedah Rumah



lintas6.com, Banyuwangi – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mengambil langkah strategis dalam mitigasi bencana dengan menerapkan standar baru rumah aman gempa dalam program bedah rumah. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan ketahanan hunian masyarakat di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan bencana cukup tinggi.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, secara resmi meresmikan rumah permodelan aman gempa di Desa Bakungan, Kecamatan Glagah, Selasa (30/12/2025). Rumah tersebut dibangun dengan dukungan Palang Merah Indonesia (PMI) Banyuwangi menggunakan konsep Retrofitting, yaitu bangunan yang dirancang khusus untuk tahan gempa.

“Alhamdulillah, hari ini kita bisa meresmikan salah satu rumah dari sekian rumah yang dibantu PMI dengan konsep Retrofitting. Rumah ini dirancang aman gempa dan disesuaikan dengan kondisi wilayah,” ujar Ipuk. Selasa, 30 Desember 2025

Bupati Ipuk menambahkan bahwa program ini menunjukkan peran nyata PMI yang selama ini dikenal dengan kegiatan donor darah, kini juga aktif dalam pengurangan risiko bencana di Banyuwangi.

“Banyuwangi secara umum merupakan daerah rawan bencana. Prinsipnya adalah lebih baik mencegah daripada mengobati. Rumah aman gempa menjadi salah satu ikhtiar untuk melindungi masyarakat,” tambahnya.

Ketua PMI Banyuwangi, Mujiono, menegaskan pentingnya kolaborasi antara PMI dan pemerintah daerah agar program rumah aman gempa dapat berjalan berkelanjutan. PMI berperan sebagai mitra dalam urusan kemanusiaan, sosial, dan kebencanaan.

“Kolaborasi dengan pemerintah daerah menjadi kunci agar program ini berjalan berkelanjutan,” kata Mujiono.

Selain pembangunan fisik, PMI juga menjalankan program edukasi dan pelatihan bagi relawan, tukang, dan pelaksana di lapangan agar mereka dapat menyebarluaskan pengetahuan tentang teknik bangunan aman gempa kepada masyarakat luas.

“Pelatihan ini penting agar ilmu yang didapat tidak berhenti di satu titik, tetapi bisa diterapkan dan ditularkan ke masyarakat luas. Dengan begitu, konsep rumah aman gempa dapat berkembang meski anggaran terbatas,” jelas Mujiono.

Konsep Retrofitting yang diterapkan disesuaikan dengan karakteristik tanah Banyuwangi yang beragam, mulai dari tanah lempung di selatan hingga wilayah utara yang juga rawan bencana. Secara teknis, rumah dengan konsep ini memiliki penguatan dinding menggunakan kawat anyam untuk menjaga struktur tetap menyatu saat gempa. Penggunaan material atap ringan membantu bangunan mengikuti getaran dan mengurangi risiko runtuh.

“Bangunan dibuat lebih ringan dan fleksibel agar saat terjadi gempa tidak langsung roboh. Konsep ini sudah melalui kajian teknis dan diharapkan bisa menjadi standar baru pembangunan rumah aman bencana di Banyuwangi,” tutup Mujiono.

Rumah permodelan aman gempa yang diresmikan adalah milik Sulih Winariyati (58), warga Desa Bakungan, dengan ukuran 5x8 meter. Pembangunan dilakukan secara gotong royong dengan kolaborasi PMI Banyuwangi, stakeholder, dan masyarakat sekitar.

Program bedah rumah aman bencana juga telah dilaksanakan di Desa Pengantigan, Kecamatan Rogojampi, sebagai bagian dari upaya memperluas penerapan hunian layak dan aman gempa di wilayah rawan bencana Banyuwangi.


Penulis: Nur A. 
Editor: Redaksi
Baca Juga
Lebih baru Lebih lama

Template Code (Do not disable)

close